Posted in embun

Menulis


Yuph, let’s talk about writing!! Menulis berarti menjadi bagian dari sejarah. Jelas saja karena sejarah itu bermula dari tulisan. Jadi kalau tidak sering menulis, mungkin kita tak bakal terekam dalam sejarah. Memang Rasulullah SAW, seorang yang paling berpengaruh dalam sejarah versi buku Michael H. Hart (versi semesta alam juga sebenarnya), tidak menulis sesuatu. Tapi beliau kan membawakan apa yang sampai akhir zaman akan jadi tulisan paling agung di jagad raya, Al-Qur’anul Kariim.
Menulis banyak banget manfaatnya. Dengan menulis kita bisa mengungkapkan ide kita, perasaan kita (curhat), bisa menginspirasi orang lain, bisa dapat uang, dan manfaat lainnya yang banyak banget deh ga bisa disebut satu per satu. Saking bermanfaatnya, kata orang bijak , “Ikatlah ilmu dengan menulisnya”. Yuph, ilmu yang merupakan salah satu harta karun terbesar di dunia bisa kita ikat dengan menulis. Oke banget kan.


Nah, kalau dah tahu manfaatnya, pasti kita pengen banget nulis donk. Tapi menulis itu ternyata gampang gampang susah. Mengapa gampang? Yah, tinggal corat-coret di kertas atau ngetik pake keyboard sambil dengerin mp3, jadi deh tulisan. Soal kerapian ntar dulu, yang penting kita bisa menuangkan apa yang kita rasakan kurasa itu sudah merupakan langkah yang bagus. Klo gitu apanya yang susah? Yang susah tak lain tak bukan adalah untuk memulainya. Untuk mulai menulis, kita sering menunda dengan banyak alasan (aku juga sering gitu sih), mulai dari malas, takut tulisannya jelek, jari-jari pegel (yah..), minim ide, ga mood, dan lain sebagainya. Tapi sebenarnya setelah memulai, tulisan itu bakal mengalir lancar koq. Ga perlu alasan macam-macam, udah sekarang ambil alat tulis atau pasang kuda-kuda di depan keyboard (emang apaan), pikirkan suatu hal terserah itu apa, MULAILAH MENULIS!!

Aku sudah punya beberapa pengalaman indah karena ‘memulai menulis’. Ya, waktu itu aku lagi ga mood, lagi malas, dan ga punya duit (walah). Udah suasana ga mendukung gitu kan, aku baca harian Solopos bagian remaja, terus baca-baca sajak remaja dan opiniku (sekarang jadi kolom Curhat). Koq bagus-bagus ya tulisannya. Jadi ada inspirasi dikit. Coba deh ikut-ikut nulis, biarin tulisan agak ngaco yang penting apa yang kupikirkan saat itu kutulis. Terus iseng-iseng tulisanku itu kukirim ke redaksi SOLOPOS. Eh, dimuat!! Alhamdulillah banget kan, sekalinya nyoba langsung dimuat. Mood jadi bagus lagi, dapat duit, jadi semangat, jadi tampan pula (upzz..aib). Tulisan-tulisan isengku di kolom Sajak Remaja, Opiniku, dan Ah Tenane, semua dimuat dalam percobaan pertama. Bukan menyombongkan diri lho, toh setelahnya tulisan kedua sampai kelimaku tidak dimuat. Baru di tulisan keenam dimuat lagi. Intinya, mulailah menulis. Semakin ditunda, ide besar kita semakin kecil. So, tunggu apa lagi,, ayo nulis! Ayo nulis! (lagi semangat nulis nih..)

Note: mulailah menulis dengan memberi comment pada tulisan ini.. ^_^

Penulis:

Simple, Humble, Gentle

One thought on “Menulis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s