Diposkan pada embun

Masa Kalah dari Tonga?


Jum’at 26 Feb 2010, aku ikut acara LKO (Latihan Kepemimpinan Organisasi) HME. Merangkap jadi panitia juga sih, mengingat ini agenda dari Pendidikan, bagianku di HME. As expected, alhmadulillah acara ini asyik banget, baik dari materi maupun pembicaranya.

Nah, ada hal yang unik saat Kang Jaka (Elektro 2004) menyampaikan materi pertama Semangat Berkontribusi. Hal ini tak lain saat Kang Jaka memaparkan peringkat Human Development Index negara-negara di dunia yang dibuat UNDP (United Nations Develompment Program; badan pembangunan bentukan PBB). Dari 170an negara yang tercantum, Indonesia berada di peringkat berapakah? 170? Wah,terlalu pesimis itu. 2? Wah,terlalu optimis kalau ini. 169? Yah,ga jauh beda ni pesimisnya. Hm.. negeri kita tercinta ternyata berada di urutan 109. Bangga?

Jangan bandingkan peringkat Indonesia dengan tetangga sebelah, Singapura. Mereka jauh di atas kita, di peringkat 25. Boleh juga lihat negara mana yang berada tepat di atas ibu pertiwi. Jawabannya: Palestina! Bahkan negeri yang masih terjadi peperangan lebih bagus. Yang menjadikan semakin ironis adalah bahwa ada negara “antah berantah” yang mengalahkan kita. Tak lain tak bukan adalah TONGA. Pasti terasa masih sangat asing kan. Tonga? Ada gitu di peta? Di bagian mana, apa tulisannya hanya dapat posri font size 6 (hoho)? Yuph, Tonga benar-benar ada dan bukan negeri dongeng. Negara ini terletak di Perairan Pasifik. Lalu, di peringkat berapa? Negara kecil ini ternyata oh ternyata berada di urutan 55. Nah!?!

(gambar di atas peta Tonga.. hampir tak terlihat oleh dunia)

Pertanyaannya, kenapa Indonesia bisa kalah? Boleh mencoba beralasan kalau Tonga berpenduduk jauh lebih kecil jadi angka pembaginya pun lebih kecil. Tapi alasan itu tak berlaku kalau realita yang ada, sumber daya alam kita berjuta kali lipat lebih banyak dari Tonga. Tonga juga tidak berada di daerah strategis seperti negeri kita yang bila menutup wilayah perairannya sekitar satu minggu saja, negera-negara lain bakal cepat-cepat minta ampun dan memohon dengan segala cara agar perairan nusantara kembali dibuka, itu saking strategisnya.

Tulisan ini bukan untuk membuat kita merasa kecil karena kalah dari Tonga. Tapi realita yang terjadi harusnya menyadarkan bahwa tingkat pembangunan manusia Indonesia masih rendah. Kualitas ini mesti diperbaiki, dimulai dengan memperbaiki diri kita sendiri. Kita mesti terus berubah jadi lebih baik untuk bangsa ini. Jangankan sekedar menyalip Tonga untuk menduduki urutan 54, atau menyalip Singapura di urutan 24, sumber daya kita sebenarnya cukup untuk menjadi the number one. Dan kuyakin negeriku ini bisa jauh lebih baik lagi. Mari kita kobarkan semangat kita untuk negeri ini. Untuk itu, pegang sentilan retorika ini, “Masa kalah dari Tonga?”

Iklan

Penulis:

Simple, Humble, Gentle

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s