Posted in sports

Schumi, Titisan Schumi atau Schumi Kecil?


Kali ini pingin nulis kolom sport, tepatnya sebagai penggemar balap mobil paling akbar sejagad, Formula 1 (F1). Musim 2010 ini sangat menarik untuk dibahas karena melibatkan 4 pembalap yang pernah juara dunia ditambah beberapa pembalap muda nan potensial. Dari 4 pembalap juara dunia, nama Michael Schumacher atau biasa dipanggil Schumi, tentu paling disorot.

Ia legenda hidup F1 dengan segala rekor (juara dunia, juara GP, pole position, fastest lap terbanyak) yang baru saja comeback tahun ini. Mungkin gatal juga ia beberapa tahun tidak turun langsung di arena F1. Kehadirannya selain membuat persaingan makin panas, juga membuat semangat semua pembalap meningkat. Siapa tak mau mengalahkan legenda hidup.

Juara dunia berikutnya adalah Fernando Alonso. Juara dunia tahun 2005 dan 2006 ini baru bergabung tim paling populer di F1, Ferrari. Dialah satu-satunya pembalap saat ini yang pernah juara dunia dengan mengalahkan Schumi. Uniknya antara kedua pembalap (Alonso dan Schumi) punya banyak kemiripan. Alonso meraih juara dunia dua kali bersama Renault (dulunya Benetton, tempat Schumi juara dunia dua kali pula). Saat itu Alonso dipandu oleh Flavio Briatore (Schumi juga!). Dua orang ini juga sama-sama punya hobi sepakbola sebagai olahraga kedua (setelah F1 tentunya). Dan musim ini semakin konkret kemiripan Alonso sehingga bisa jadi ia memang titisan Schumi dengan mengikuti langkah yang pernah diambil Schumi, bergabung dengan Scuderia Ferrari.

Dua juara dunia yang lain bahu-membahu dalam satu tim, McLaren, untuk musim ini, yakni Lewis Hamilton (juara 2008) dan Jenson Button (juara 2009). Lewis Hamilton dengan bakat besar ditambah pengalaman panjangnya dengan McLaren siap untuk merebut gelar juara dunia keduanya. Sedangkan Jenson Button yang musim lalu diuntungkan dengan sisi teknis Brawn GP menarik ditunggu kiprahnya, yang sempat melempem di akhir musim lalu dan untungnya tidak sempat digusur Sebastian Vettel.

Ya, Sebastien Vettel. Dia belum menjadi juara dunia. Tapi sebagai seorang anak muda yang baru sebentar masuk F1, ia punya bakat dan skill yang luar biasa. Karena berasal dari Jerman seperti Schumi, tak salah jika ia disebut Schumi Kecil. Talentanya sudah nyaris berbuah hasil tahun lalu, tapi sayang ia masih tertinggal sedikit saja dari Button. Musim ini, dengan sasis menawan Red Bull rancangan desainer F1 kondang Adrian Newey, Vettel menjadi pembalap non-juara dunia yang paling berpeluang meraih gelar prestisius di akhir musim.

Sudah lima pembalap dibahas. Masih ada tiga lagi yang dijagokan pula meramaikan persaingan menjadi juara dunia. Ada Felipe Massa, pembalap Ferrari yang baru saja sembuh dari cedera. Dengan pengalaman dan aerodinamika handal Ferrari, tak ada yang tak mungkin untuk seorang Massa. Musim 2008 ia menjadi pemenang GP terbanyak, sayang sistem poin mengharuskannya mempersilakan Hamilton menjadi juara dunia. Lalu ada Nico Rosberg, pembalap muda Jerman yang menemani Schumi di MercedesGP. Dengan potensi luar biasa, dan bantuan masukan dari pembalap besar macam Schumi, putra eks juara dunia Keke Rosberg ini siap bersaing. Nama terakhir yang melengkapi delapan kandidat utama juara dunia tahun ini adalah Mark Webber, tentunya dengan alasan yang hampir sama dengan Vettel, sasis mobil Red Bull.

Dari delapan pembalap kandidat tersebut, jika kukerucutkan menurut opiniku sendiri, juara dunia hanya akan diperebutkan tiga kandidat: Schumi, Titisan Schumi, dan Schumi Kecil. Mengapa?

Schumi dengan segala catatan legendarisnya masih sangat kompetitif. Usia memang uzur, tapi pengalaman yang akan bicara. Poin plus lagi adalah kerjasamanya dengan team principal cerdas Ross Brawn yang telah mengantarkannya juara dunia tujuh kali (2 di Benetton, 5 di Ferrari). Sebagai penggemar F1 yang mulai demen di era kejayaan Schumi dan Ferrari, tak ada keraguan bagiku untuk seorang Michael Schumacher. Andai ia membalap bersama Ferrari lagi, 100% akan kudukung. Tapi kenyataan berkata lain. Schumi memilih Mercedes dan pilihan utamaku untuk juara dunia tahun ini jatuh ke Fernando Alonso. Memang aku seorang FerrariHolic, tapi bukan itu alasan utamanya. Ferrari yang mengembangkan F10 (mobil balap mereka tahun ini) lebih dini karena gagal total sejak pertengahan musim lalu, telah membuktikan di berbagai latihan kecepatan dan reliability F10. Tidak salah lagi, dipadukan dengan skill mumpuni sang Titisan Schumi, Ferrari akan berjaya tahun ini. Bagaimana dengan Schumi Kecil? Vettel adalah jaminan persaingan bakal seru sampai akhir musim. Kuprediksi ambisi besarnya membuat ia bakal meraih pole position paling banyak tahun ini, tapi saat lomba faktor teknis dan mental juga akan bicara. Untuk faktor teknis, Vettel tidak lebih unggul dibanding Alonso dan untuk faktor mental Vettel kalah dari Schumi. Inilah yang akan membuat Vettel harus menunda juara dunianya untuk tahun ini.

Kenapa dengan kelima kandidat yang lain? Ambisi besar McLaren mengusung dua juara dunia bisa dibilang mengulang blunder yang pernah mereka lakukan di tahun 2007. Dua juara dunia secara konsep memang luar biasa, tapi dilihat dari pengalaman di lapangan, ambisi masing-masing bakal menjadi hambatan dan kedua pembalap bakal sama-sama tenggelam. Untuk Massa, aku punya respek besar, tapi pembalap ini biasanya kalah poin dengan rekan setim (hanya di tahun 2008 ia punya poin lebih banyak dibanding rekan setim), karena itulah aku tak menjagokannya. Sedangkan untuk Webber dan Rosberg, potensi mereka perlu diasah lagi untuk ikut bersaing di perebutan juara dunia, bisa dibilang dua orang ini baru berpotensi naik podium di beberapa seri, bukan sebagai juara GP.

Apa yang akan terjadi nantinya? Siapakah juara dunia F1 2010? Lihat saja nanti..

Penulis:

Simple, Humble, Gentle

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s