Workshop AMP Netconnect

Selasa beberapa minggu yang lalu, jam 13-15, kebetulan kuliah kosong karena materi matematika teknik sudah habis. Hari Seninnya, Pak Tutun (dosen jaringan telekomunikasi) mengumumkan akan ada workshop. Jadi deh anak2 telkom mayoritas ikut workshop ini. Workshopnya tak lain mengenai AMP Netconnect.

Hmm.. apa itu AMP Netconnect? Itu adalah perusahaan yang memproduksi kabel2 elektronik seperti kabel USB (biasa digunakan untuk memindah memori dari HP atau HD eksternal), kabel jack (untuk rangkaian elektrik), kabel UTP (untuk sambungan internet macam speedy), dan beragam kabel lainnya. Perusahaan ini ada di bawah Tyco Electronics, perusahaan elektrik terkemuka, yang baru saja membangun laboratorium cabling dan optic fibre (serat optik) satu-satunya di Indonesia, tepatnya di gedung telematika prodi telekomunikasi ITB.

Workshop dimulai tepat waktu, bertempat di auditorium Ipteks Campus Centre Timur, yang setting ruangannya semi bioskop (termasuk kursi dan ACnya.. segar..). Peserta memenuhi auditorium dan terlihat sangat antusias. Selain karena ingin menambah ilmu, fasilitas snack enak, buku panduan, lab tour, tempat nyaman, doorprize HP Blackberry bagi yang beruntung (wow..) bisa didapat secara Gratis.. hehehe..

Workshop dibuka dengan opening singkat oleh Prof Dr Andriyan Bayu Suksmono. Lalu dilanjutkan dengan introductionary speech dari direktur Tyco Electronics dari Singapore (lupa namanya). Hmm.. bisa sekalian belajar listening. Dan pronounciation dari Bapaknya gampang banget ditangkap dan dicerna, ga kaya klo listening mendengarkan radio waktu ujian/les. Atau karena dari negera tetangga ya.. ga tau.. intinya Beliau memperkenalkan produk2 Tyco yang sudah digunakan secara luas dalam kehidupan sehari-hari. Workshop dilanjutkan dengan panduan dari pak Suhadi Kho dalam teknis pemasangan kabel (crimping) dan itu bisa dilakukan pada tour lab nantinya.

Waktu tak terasa sudah berjalan 1,5 jam. Dan tiba waktu yang seharusnya untuk tour lab. Tapi oleh Pak Tutun sebagai kepala lab, karena keterbatasan kuota, hanya tamu undangan yang diperkenankan mengikuti tour lab. Mahasiswa di hari lain saja ntar dipandu sendiri oleh Pak Tutun. Yah, ga jadi workshop beneran donk, tapi ga pa2 minimal sudah menambah pengetahuan baru. Toh, jam 15 semuanya juga ada kuliah.

Sebelum sesi di auditorium ipteks diakhiri, undian superdoorprize Blackberry dilakukan. Semua mahasiswa yang ada di ruangan dag-dig-dug, berharap dapat rejeki di siang bolong sebuah HP di atas 6juta-an. Kertas putih sudah terambil. Dibacakan oleh MC, huruf depannya A. Wah semua yang namanya berawalan A langsung harap-harap cemas (termasuk aku tentunya..). Belakangnya…(ayo, belakangnya I, come on.. come on..). Belakangnya.. R. Yahh…

Yang dapat superdoorprize itu ternyata bapak AMIR, dosen tambang. Yah, kenapa yang dapat dosen? dari prodi non-telkom lagi.. Tapi ga papa, justru adil. Mahasiswa memang harus berusaha dulu, ga boleh berharap rezeki siang bolong.

Lanjut doorprize kedua, HP CDMA. Saat kertas putih diambil, MC membacakan huruf depannya.

A lagi!!! (yuhui, berdag-dig-dug ria lagi)

Dan belakangnya… S

Tuh kan, mahasiswa emang ga boleh terlalu berharap pada rezeki siang bolong.

Overall, ini workshop yang menyenangkan dan memberi ilmu baru.

Masih selalu dan emang harus berusaha. Oke champ.

The Hexapod

Sekarang bercerita sedikit mengenai apa yang didapat dari HME sebelum masa UAS,,

Malam itu penutupan EE Games dan Petir Pijar. Apa itu? EE Games tak lain adalah turnamen olahraga internal anggota HME. Pada turnamen ini tiap angkatan di masing2 jurusan (Elektro, Telkom, Power) bertanding futsal, voli, basket, bridge,dan pingpong. Sedangkan Petir Pijar adalah perlombaan akademik dan keprofesian, juga internal anggota HME.

Untuk klasemen akhir EE Games, Telkom’08 ada di peringkat nomor 2 dari bawah, tanpa medali (yah..), bijimana lagi, pada turnamen angkatan, Telkom jadi angkatan yang paling lama bertahan (Power dan Elektro sudah tersingkir), jadi ga fokus di EE Games, cuma buat ajang senang2 saja. Akupun cuma maen di turnamen angkatan, karena pas jadwal EE Games berbarengan dengan jadwal les LIA, Ibu dan De’Fia datang, sampai jadwal cuci motor dan ngepel kamar kos.. hehe… Sebagai ganti tidak mendapat apa2 di EE Games, Telkom’08 cukup dominan di turnamen angkatan ITB, dapat 3 medali (emas estafet, perak basket, perunggu futsal).

Nah, mengenai Petir Pijar, ni salah satu agenda dari Kementrian Pendidikan, ‘divisi’ yang kutempati di HME. Lombanya seru dan menarik. Ada menyolder ceria, academic olympiad, fun challenge dan photo contest. Sayang sekali karena panitia sepakat (agar fair) tidak boleh ikut lomba, jadi aku pun tidak bisa ikut. Mungkin bisa ikut semua tahun depan.

Singkat cerita, closing dimulai. Massa HME yang datang cukup banyak dan antusias. Agenda acara meliputi presentasi peraih penghargaan keprofesian HME (TA of The Month), final academic olympiad, final fun challenge, dan penyerahan hadiah EE Games. Langsung ke acara pertama, presentasi (lebih tepatnya sharing sih) oleh kang Syawaluddin Rahmatullah (EL’06) yang karya TA-nya mendapat apresiasi dari HME. Aplaus meriah buat kang Syawal bahkan sebelum ia mulai bicara. Kenapa? Why? Wonten napa?

Tenang.. ayo dilanjutkan lagi…

Massa jadi ramai (antusias) karena kang Syawal membawa 2 robotnya, yakni robot Hexapod (berkaki enam, mirip laba2). Konon (waduh, kaya cerita legenda aja pakai kata ‘konon’), karena robot Hexapod ini kang Syawal diliput masuk TVOne dan meraih kesempatan ke AS! Wow..

Kang Syawal memulai sharingnya, menceritakan awal pembuatan dan proses lombanya. Robot ini dibuat tentu saja tidak mudah dan perlu biaya banyak (saat kutanyakan, totalnya 10juta! Wezz…). Biaya mayoritas untuk mendatangkan chip dari AS yang dapat menyokong kerja si robot. Nah, seperti semua kesuksesan hidup, awalnya tidak dilalui dengan mudah. Bikin Stres bahkan. Kenapa? Chip yang didatangkan dari AS ternyata support maksimalnya untuk robot 6 kaki dengan 12 engsel, bukan 18engsel seperti yang dirancang tim kang Syawal. Maka dari itu, walaupun sudah dapat jalan, geraknya masih kaku dan sering selip. Di lomba tingkat regional, tim kang Syawal hanya dapat juara 2. Untung yang diambil untuk kejuaraan nasional bukan hanya juara 1, jadi perjuangan masih bisa dilanjutkan.

Dari kesulitan yang didapat, kang Syawal mulai berpikir bagaimana menggerakkan robotnya dengan efektif, dengan memakai algoritma dan perhitungan fisika (elektris dan mekanis), yang akhirnya juga menjadi topik TA-nya. Titik terang muncul dan setelah sekian waktu pengembangan, gerak robot sudah bagus. Di kejuaraan nasional, juara 1 pun diraih. Inilah yang menerbangkan kang Syawal ke AS, untuk turnamen internasionalnya, April kemarin.

selain sharing, tak lupa kang Syawal memperagakan gerak robot buatannya. Robot itu dikontrol dengan joystick (stick buat maen playstation) tapi joysticknya itu dimodif sendiri dibuat wireless (jadi ga usah pake kabel).. wow, dari joysticknya aja sudah keren..

Tombol start di joystick ditekan, dan robot pun menyala. Lalu saat analog digerakkan, robot pun mulai jalan sesuai arah yang diinginkan. Robot itu bergerak ke sana-kemari seperti laba-laba sungguhan! robot itu bisa berputar 180 derajat. Bahkan kaki depannya bisa diangkat saat kaki yang lain diam (pose kalajengking..)! Luar biasa…

Selesai memperagakan, kang Syawal mempersilakan bagi yang ingin mencoba ‘bermain’ robot Hexapod itu. Wah, asyik juga ternyata. Dan hati kecilku pun berkata, kapan aku bisa membuat yang seperti ini?

Manusia

Manusia. Suatu makhluk yang seharusnya kumengerti benar. Tetapi terkadang kondisi tertentu membuatku benar-benar tak mengerti. Banyak hal yang membuatku selalu terpikir untuk megucapkan “Qul a’uudzu birabbi nnaas” (Aku berlindung kepada Tuhan manusia). “Maliki nnaas” (raja manusia). “Ilaahi nnaas” (Sesembahan manusia). Ya, sedikit banyak aku mengerti kenapa Allah berfirman tidak langsung menyebut nama-Nya, melainkan dengan kata ganti Tuhan manusia, Raja manusia dan Sesembahan manusia. Itulah bentuk penegasan Allah bahwa di dunia ini, dalam hubungan sesama manusia banyak sekali hal yang mungkin tidak mengenakkan, dan kita mesti meminta perlindungan langsung kepada Sang Raja Manusia.

Dalam hubungan dengan teman, bahkan dengan sahabat akrab pun, mungkin aku pernah berkelahi walau itu bisa dihitung dengan jari dan dalam waktu relatif singkat, tapi tetap saja semua penyakit hati keluar. Dan pada dasarnya kita hanya bisa berlindung pada Tuhan manusia, soalnya teman dan diri kita sendiri sama-sama manusia.

Jangan jauh-jauh dulu, dengan keluarga. Saat bertengkar dengan adik atau kakak, saat dimarahi Ibu dan Bapak banyak penyakit hati muncul juga, dan terlepas kita saat itu dalam argumen yang benar atau salah, yang tahu hanya raja manusia.

Kemudian saat sampai di Bandung dan kulihat harta materi yang diamanahkan kepadaku hilang (laptop, HP, tas), aku berpikir sebegitu burukkah manusia (yang mencuri). Aku sungguh tak mengerti. Tapi Allah menjelaskan bahwa perlindungan itu ditujukan “Min syarrilwas waassil khonnas” (dari kejahatan bisikan setan yang biasa bersembunyi) “Alladzi yuwaswisufii shuduuri nnaas” (yang membisikkan keburukan ke dada manusia”. Manusia secara fitrah suci, tapi sangat mungkin muncul kejahatan dari setan yang bersembunyi dan membisikkan keburukan. Banyak kasus yang mengharuskan untuk banyak beristighfar dari diri sendiri , hubungan dengan teman, atau hubungan dengan keluarga.

“Minal jinnati wannas” (Dari jin dan manusia). Ya, kejahatan bisikan setan bisa muncul kapanpun lewat media itu. Jadi sudah seharusnya kita mendekatkan diri dan berlindung pada Allah, Tuhan manusia. Karena sikap tingkah masing-masing manusia tak selamanya bisa dimengerti.