Diposkan pada teknologi

The Hexapod


Sekarang bercerita sedikit mengenai apa yang didapat dari HME sebelum masa UAS,,

Malam itu penutupan EE Games dan Petir Pijar. Apa itu? EE Games tak lain adalah turnamen olahraga internal anggota HME. Pada turnamen ini tiap angkatan di masing2 jurusan (Elektro, Telkom, Power) bertanding futsal, voli, basket, bridge,dan pingpong. Sedangkan Petir Pijar adalah perlombaan akademik dan keprofesian, juga internal anggota HME.

Untuk klasemen akhir EE Games, Telkom’08 ada di peringkat nomor 2 dari bawah, tanpa medali (yah..), bijimana lagi, pada turnamen angkatan, Telkom jadi angkatan yang paling lama bertahan (Power dan Elektro sudah tersingkir), jadi ga fokus di EE Games, cuma buat ajang senang2 saja. Akupun cuma maen di turnamen angkatan, karena pas jadwal EE Games berbarengan dengan jadwal les LIA, Ibu dan De’Fia datang, sampai jadwal cuci motor dan ngepel kamar kos.. hehe… Sebagai ganti tidak mendapat apa2 di EE Games, Telkom’08 cukup dominan di turnamen angkatan ITB, dapat 3 medali (emas estafet, perak basket, perunggu futsal).

Nah, mengenai Petir Pijar, ni salah satu agenda dari Kementrian Pendidikan, ‘divisi’ yang kutempati di HME. Lombanya seru dan menarik. Ada menyolder ceria, academic olympiad, fun challenge dan photo contest. Sayang sekali karena panitia sepakat (agar fair) tidak boleh ikut lomba, jadi aku pun tidak bisa ikut. Mungkin bisa ikut semua tahun depan.

Singkat cerita, closing dimulai. Massa HME yang datang cukup banyak dan antusias. Agenda acara meliputi presentasi peraih penghargaan keprofesian HME (TA of The Month), final academic olympiad, final fun challenge, dan penyerahan hadiah EE Games. Langsung ke acara pertama, presentasi (lebih tepatnya sharing sih) oleh kang Syawaluddin Rahmatullah (EL’06) yang karya TA-nya mendapat apresiasi dari HME. Aplaus meriah buat kang Syawal bahkan sebelum ia mulai bicara. Kenapa? Why? Wonten napa?

Tenang.. ayo dilanjutkan lagi…

Massa jadi ramai (antusias) karena kang Syawal membawa 2 robotnya, yakni robot Hexapod (berkaki enam, mirip laba2). Konon (waduh, kaya cerita legenda aja pakai kata ‘konon’), karena robot Hexapod ini kang Syawal diliput masuk TVOne dan meraih kesempatan ke AS! Wow..

Kang Syawal memulai sharingnya, menceritakan awal pembuatan dan proses lombanya. Robot ini dibuat tentu saja tidak mudah dan perlu biaya banyak (saat kutanyakan, totalnya 10juta! Wezz…). Biaya mayoritas untuk mendatangkan chip dari AS yang dapat menyokong kerja si robot. Nah, seperti semua kesuksesan hidup, awalnya tidak dilalui dengan mudah. Bikin Stres bahkan. Kenapa? Chip yang didatangkan dari AS ternyata support maksimalnya untuk robot 6 kaki dengan 12 engsel, bukan 18engsel seperti yang dirancang tim kang Syawal. Maka dari itu, walaupun sudah dapat jalan, geraknya masih kaku dan sering selip. Di lomba tingkat regional, tim kang Syawal hanya dapat juara 2. Untung yang diambil untuk kejuaraan nasional bukan hanya juara 1, jadi perjuangan masih bisa dilanjutkan.

Dari kesulitan yang didapat, kang Syawal mulai berpikir bagaimana menggerakkan robotnya dengan efektif, dengan memakai algoritma dan perhitungan fisika (elektris dan mekanis), yang akhirnya juga menjadi topik TA-nya. Titik terang muncul dan setelah sekian waktu pengembangan, gerak robot sudah bagus. Di kejuaraan nasional, juara 1 pun diraih. Inilah yang menerbangkan kang Syawal ke AS, untuk turnamen internasionalnya, April kemarin.

selain sharing, tak lupa kang Syawal memperagakan gerak robot buatannya. Robot itu dikontrol dengan joystick (stick buat maen playstation) tapi joysticknya itu dimodif sendiri dibuat wireless (jadi ga usah pake kabel).. wow, dari joysticknya aja sudah keren..

Tombol start di joystick ditekan, dan robot pun menyala. Lalu saat analog digerakkan, robot pun mulai jalan sesuai arah yang diinginkan. Robot itu bergerak ke sana-kemari seperti laba-laba sungguhan! robot itu bisa berputar 180 derajat. Bahkan kaki depannya bisa diangkat saat kaki yang lain diam (pose kalajengking..)! Luar biasa…

Selesai memperagakan, kang Syawal mempersilakan bagi yang ingin mencoba ‘bermain’ robot Hexapod itu. Wah, asyik juga ternyata. Dan hati kecilku pun berkata, kapan aku bisa membuat yang seperti ini?

Iklan

Penulis:

Simple, Humble, Gentle

2 tanggapan untuk “The Hexapod

  1. Wahaha…baru liat ini.. ga sengaja searching nama sendiri di google n nemu tulisan ini. ^^
    Makasih banyak ya Mushofi atas ulasannya tentang robot saya.
    Mari bersemangat..! \(^o^)/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s