Posted in jalan-jalan

Bus ekonomi antarkota.. nikmatnya..


Sewaktu kecil (balita) aku sering sekali naek bus ekonomi antarkota, klo ga dari Kleco-Penggung dilanjutkan Penggung-Cawas ke rumah eyang di Klaten, ya Cawas-Semanu ke rumah eyang di GunungKidul. Mungkin karena belum tahu apa-apa, it’s okay aja waktu itu. Setelah lepas dari masa balita, aku mulai sangat tidak suka dengan bus antarkota. Kenapa? Pengap. Bentar-bentar berhenti. Pokoknya kondisi yang membuatku mual.

Lebih jauh lagi, saat mulai sekolah. Aku lebih tidak suka lagi naek bus, terutama bus ekonomi dan antarkota. Selain faktor membuat mual, juga kondisi jika kita berada di luar bus. Klo naek sepeda or sepeda motor lewat di dekat (paling buruk di belakang knalpot), pasti tuh merasakan ga enaknya asap hitam dari knalpot bus. Benar-benar bikin kesal. Entah aturan dari Dinas Perhubungan yang kurang ketat, atau emang pengusaha bus ekonomi yang nakal, hampir semua gas buang bus hitam pekat dan lebih parah lagi, kuantitasnya sangat banyak. Entah apa yang digunakan kok bisa separah itu. Klo bus Patas AC sih, masih mending gas buangnya. Dan dalam pikiranku pun mulai tertanam, klo aku naek bus ekonomi, dan karena penumpang harus bayar tarif, berarti aku turut menyumbang ‘usaha’ pengotoran lingkungan dan menyebabkan ketidaknyamanan yang maksimal terhadap pengguna jalan lain. Singkat kata, saya benci naek bus ekonomi, lebih lagi antarkota.

Setelah balita, frekuensi aku naek bus ekonomi antarkota sangatlah sedikit. Bisa dihitung dengan jari karena kurang dari sepuluh kali. Dan hampir semuanya karena terpaksa. Terakhir (sebelum 2 hari yang lalu) adalah waktu kelas 3 SMA naek bus Solo-Jogja untuk iseng ujian STIS. Itu terpaksa, karena letak UII yang buat ujian lebih dekat dari Janti (yang dilewati semua bus Solo-Jogja) dibanding stasiun Lempuyangan klo naek ikon transportasi Solo-Jogja, KA Prambanan Express. Dan akhirnya dua hari yang lalu, aku kembali naek bus ekonomi, kali ini Bandung-Bekasi.

Tidak seperti kondisi di rumah yang dekat dengan Kleco, titik batas kota yang dilewati semua bus (jadi tidak usah ke terminal), di Bandung aku harus ke Terminal Leuwipanjang untuk mendapati bus menuju Bekasi/Jakarta.  Bisa dibilang terminalnya jauh dari kos. Kelemahan yang laen, harus menunggu penumpang dirasa ‘penuh’ sehingga bus mulai berangkat. Bisa menunggu lebih dari 1jam klo tidak penuh-penuh. Untuk kejadian dua hari lalu, aku menunggu sekitar 40 menit sampai bus akhirnya berangkat. Itupun dengan prinsip, pokoknya bus Bandung-Bekasi pertama yang keluar dari terminal, aku akan naek itu, entah eksekutif, bisnis atau ekonomi. Dan ternyata yang pertama ‘cabut’ adalah bus Primajasa ekonomi non-AC. Dimulailah perjalananku merasakan naek bus ekonomi (lagi)…

Bus meluncur dengan penumpang setengah dari kapasitas kursi yang tersedia. Aku bersyukur pak sopir tidak menunggu hingga benar-benar penuh. Aku duduk di bagian tengah, samping cendela. Walaupun busnya tertulis non-AC, tapi sebenarnya ga juga, masih ada AC koq, Angin Cendela maksudnya.. hehe..

Bus mulai masuk tol Cipularang lewat gerbang tol Pasirkoja. Aku bersyukur lagi karena dengan lewat tol, bus jadi ga terlalu sering berhenti, seperti yang selama inikubenci dari bus ekonomi. Kukira bus ekonomi ga lewat tol, tapi ternyata..yah cukup disyukuri saja. Pemandangan di jalan tol standar, klo ga sawah, gunung ya rawa-rawa. Aku pun tidur saja, sampai akhirnya bangun sudah sampai di Purwakarta. Di Purwakarta, bus ekonomi ini kembali ke ‘hobinya’, yakni sedikit-sedikit berhenti. Toh sekali lagi aku bersyukur frekuensinya tidak sampai membuatku mual. Setelah tiba di Cikampek, bus kembali masuk tol, Cikampek-Jakarta. Perjalanan cukup lancar, hanya ada sedikit kemacetan karena perbaikan jalan dan antri di gerbang keluar tol. Walaupun secara overall memakan waktu cukup lama, aku (sekali lagi) bersyukur terhindar dari kemungkinan yang lebih buruk lagi, yakni macet panjang atau ban bus bocor. Keluar di gerbang Bekasi timur, lalu sebentar saja sudah sampai terminal Bekasi. Fyuh..perjalanan yang cukup melelahkan walau di jalan hanya duduk. Gerah euy. Waktu perjalanan 3 jam, sehingga total dengan waktu menunggu, 3 jam 40 menit, lebih detail lagi klo dari perjalanan kos-terminal, 4 jam.

Oya, berapa harga tarifnya? Bandung-Bekasi dengan Primajasa ekonomi itu, cukup 18000 rupiah. Dan itu yang paling membuatku merasa perjalanan ini fine2 aja. Bayangkan, kurang dari setengah harga eksekutif (Primajasa Bandung-Harapan Indah 40000). Hmm.. secara keseluruhan, aku (mungkin untuk yang pertama kali) cukup menikmati perjalanan dengan bus ekonomi ini. Satu yang disayangkan, Engkau tak duduk di sampingku kawan (weleh, itu mah liriknya Ebiet G Ade.. :-)). Bus ekonomi antarkota.. nikmatnya.. sekali seumur hidup, hehe, ga juga dink. Cuma berharap klo misal ntar naek bus ekonomi antarkota lagi bisa menikmati perjalanan lagi, just like 2 days ago. Sekian.

Penulis:

Simple, Humble, Gentle

One thought on “Bus ekonomi antarkota.. nikmatnya..

  1. Kenikmatan sesuatu akan terasa sekali kalau kita sebelumnya pernah merasakan yang kurang nikmat kan..jauh sebelumnya bagaimana masyarakat waktu itu belum ada kendaraan..lalau ada dalam jumlah sedikit hanya truk..kendaraan barang sekaligus untuk manusia..baru ada bis..bis ber AC..bis PATAS plus AC..semua akhirnya serba mudah dan nikmat..nah perjalanan kehidupan akan komplit bagaimana tentunnya kalau itu diupayakan ramah lingkungan..tidak boros..Jakarta, Bandung, Semarang dan kota-kota besar di Indonesia akan teratasi masalah kemacetan lalulintasnya kalau kendaraan itu dibatasi..angkutan umum yang nyaman selalu tersedia & relatif murah..Kapan itu ada di Negeri ini..tentu harus dengan contoh nyata mulai pejabat level atas hingga daerah..pajak kendaraan pribadi dipermahal..seiring upaya tersedianya angkutan umum nyaman ada..BAHAGIALAH LINGKUNGAN HIDUP KITA NON POLUSI..usahakan nak..Kuswaji

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s