PIMNAS oh PIMNAS…

Beberapa hari belakangan ada satu info yang benar-benar kutunggu.. bukan Piala Dunia, karena ajang itu baru pada fase awal. Bukan kasus video porno bintang papan atas tanah air, buat apa ngikutin. Bukan pula perkembangan info lembaga-lembaga negara yang makin hari makin kacau.

Info yang kunanti itu adalah pengumuman lolos tidaknya proposal PKM GT (Program Kreativitas Mahasiswa Gagasan Tertulis)-ku ke PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional) 2010. Sudah beberapa hari belakang aku googling dengan kata kunci ‘pengumuman hasil PKM GT 2010’ atau kata kunci sejenisnya, belum juga ada hasilnya. Di situs Dikti (Direktorat Pendidikan Tinggi) juga belum ada. Lalu kemarin kutanyakan di Campus Center, ternyata memang surat edaran dari Dikti belum keluar. Padahal ini sudah akhir Juni dan PIMNAS bakal digelar pada pertengahan Juli…huff…

Esok harinya, saat online kucoba searching lagi tapi belum ada juga. Harus kuakui, hasratku sangat menggebu untuk bisa berkompetisi di PIMNAS tahun ini, walau hanya sekedar berpartisipasi. Ya, hanya sekedar bisa menyampaikan gagasan langsung kepada dewan juri sudah cukup. Pengalaman, ya itu yang kucari. Dalam agenda tahunanku, PIMNAS adalah ajang yang ingin kujuarai tahun depan. Untuk merintisnya, kutargetkan bisa mendapat pengalaman bertanding langsung. Apalagi, tahun ini PIMNASnya diselenggarakan di Bali. Jarang-jarang di luar Jawa.

Dari segi persiapan, untuk tahun ini bisa dibilang dalam waktu yang sangat singkat. Bahkan aku baru tahu saat ajang yang dilombakan tinggal PKM-GT dan PKM-AI (artikel ilmiah). Di kampus, publikasi mengenai kegiatan ini memang sangat minim. Tapi aku tetap tak bisa menyalahkan karena seharusnya aku lebih aktif cari info. Dan segera setelah dapat info, walau hanya tinggal 2 kategori, harus tetap berusaha dan berharap. Setelah sms-an dengan teman satu fakultas dan juga adik kelas, dibentuklah tim untuk menyusun PKM GT. Sempat stuck dalam menentukan bahasan, akhirnya muncullah ide mengenai pembenahan tata kota. Hal itu memang menyimpang dari jurusanku, tapi kondisi kota Bandunglah yang menuntun untuk terus mengembangkan ide yang muncul itu. (Di aturan PKM GT tidak diharuskan mengangkat tema sesuai jurusan kita).

Tim bergegas menggodhog ide mengingat waktu menuju deadline sangat sempit. Pengambilan data dengan berbagai metode, dari adem ayem hotspotan sampai berpanas ria wawancara. Pengolahan dan penulisan data dengan kesalahan di sana-sini karena bingung baru pertama kali. Konsultasi dengan dosen pembimbing bergantian di sela-sela waktu kuliah. Nglembur di kosanku yang super sempit. Sungguh menikmati serunya perjuangan.

Akhirnya, hari Rabu siang 23 Juni 2010 ini pengumuman hasilnya datang juga. Info itu akhirnya kudapat dari milis himpunan. Dalam format PDF yang dishare oleh kakak kelas, kudonlot dan kubaca seksama hasilnya. Apakah timku lolos atau tidak. Bismillah. Dan ternyata…. jreng jreng jreng….

…tidak ada judul proposalku di sana…

Bentar-bentar, kuteliti lagi

…tetap tidak ada…

…proposalku tidak lolos…

Kutarik nafas panjang. Kecewa? Jelas.  Hati kecilku masih berteriak. Di pengumuman ada 350 judul proposal, apakah yang diambil memang hanya segitu? Di pengumuman tahun lalu, ada yang dapat ‘penghargaan dan lolos pimnas’ dan ada yang dapat ‘penghargaan’ saja. Apakah ada kemungkinan aku dapat, walau hanya opsi kedua. Haha.. ngarep..

Kutarik nafas panjang lagi. Dan tersenyum. Kekecewaanku sedikit mereda.

Aku berpikir sejenak untuk koreksi. Kutemukanlah bahwa poin utama kekuarangan proposalku adalah ide yang kurang tajam, sebanding dengan kurangnya waktu untuk menyiapkan. Lalu cara penyampaian sepertinya juga kurang oke mengingat masih newbie.

Bagaimanapun, aku senang. Ya, aku senang. Aku senang sudah mulai melangkah walau sedikit. Mengenai pengalaman, memang aku ingin lebih. Tapi proses penyelesaian proposal PKM GT kemarin setidaknya juga sudah memberikan pengalaman. Dan satu hal yang paling penting, ternyata dengan mulai sedikit menulis, aku mendapat info yang sangat banyak. Dari penyusunan proposal, minimal aku jadi sedikit banyak tahu mengenai aturan tata kota, siapa tahu ntar jadi pejabat..hehe. Aku juga belajar menyampaikan gagasan. Apalagi kalau banyak menulis ya, pasti banyak banget dah info dan manfaatnya.

PIMNAS… tunggu aku esok hari…

Kepada teman-teman mahasiswa yang akan berkompetisi di PIMNAS 2010 mendatang, selamat berkompetisi!! Do your best!! Semoga dari sana, bakal muncul banyak karya konkret untuk Indonesia…

(oya, untuk  dua rekan setimku dalam penyusunan proposal, terima kasih banyak kerjasamanya. Ngapunten kalau banyak salah. Tapi setuju kan, di balik kepenatan selama kerja bareng, ada keasyikan dan pengalaman yang bermanfaat? Siip.. hatur nuhun)

Semangat…!!!

Iklan

5 thoughts on “PIMNAS oh PIMNAS…

  1. fai

    hikss . . hikss . . hikss . .
    aku yo ga enek muse.
    wiz tak cek berkali-kali ternyata mmg ga enek.
    gek loro2’ne yo ga lolos tho.
    wahh . . belum takdirnya ke bali nih.
    mgkn takdir kita bertemu di PIMNAS tahun depan.
    hhe..

    Balas
  2. ismi

    Yo sudah Gak papa. Cukup bersyukur krn telah berusaha. Insya Allah th depan. Ibu yakin kau akan bisa kalau mau berusaha. Dan jangan terlalu bangga dg nama besar almamater. Kita harus berusaha semaksimal mungkin. Tak bisa kita nebeng thd nama besar lembaga. Keberhasilan kita harus kita upayakan semaksimal mungkin. Kita harus akui bahwa suksesnya seseorang tak tergantung lembaga. Iya, kan? Kdg dari almamater yg tak terdengar gaungnya justru muncul intan yang mengkilap. Iyah, kan?
    Selamat berjuang. Semoga sukses segera menjelang

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s