Bagaimana jika kita harus bertanding lebih dari 10 jam?

Kembali menulis tentang sport, tapi kali ini bukan sepakbola melainkan dari dunia tenis lapangan. Yuph, kemarin baru ada kabar yang menggemparkan. Walaupun aku bukan penggila tenis, tapi cukup mengikuti perkembangan juga klo ada berita besar. Dan berita kali ini memang pantas dibahas. Tak lain tak bukan, adalah pertandingan tenis terlama sepanjang sejarah antara John Isner (AS) melawan Nicolas Mahut (Prancis) di turnamen akbar Wimbledon 2010. Berapa lama pertandingan tersebut? 11 JAM 5 MENIT!!! Wow… what a game…

vs

Isner akhirnya memenangi laga dengan skor 6-4, 3-6, 6-7, 7-6, 70-68. Baru kutahu ada skor tenis dalam satu set skornya sampai total 138 (70-68).. Set kelima itu juga mencatat waktu terpanjang dengan 8 jam 11 menit.. weleh2…

Pertandingan secara kotor berlangsung dalam tiga hari, karena hari sudah terlampau gelap pada dua malam berturut-turut. Saat pertandingan tepat 10 jam, skor masih 59-59. Bahkan ketika pertandingan dilanjutkan, wasit sempat bercanda dengan mengatakan “This is final set”. Penonton tertawa. Tentu saja itu hanya gurauan, sebesar apapun skornya, setelah skor 5-5 pemain harus unggul 2 angka kalau ingin menang. Dan lanjutan laga 10 jam itu ternyata masih berlangsung 1 jam 5 menit, berhenti di skor 70-68.

Saat Isner memastikan kemenangannya, standing ovation langsung bergemuruh di stadion legendaris Wimbledon. Semua orang yang menonton pasti geleng-geleng kepala dan kebahisan kata-kata menyaksikan ketatnya laga. Aku sendiri tak bisa membayangkan bagaimana bisa bertanding di pertandingan yang terus menguras fisik dan mental sampai lebih dari 10 jam…

Kita tanya sang pemenang John Isner saja. Isner said,”When you come out and play a match like this, in an atmosphere like this, you don’t feel tired really out there.” Begitulah komennya saat diwawancara (tentu saja bukan olehku). Dia tidak merasa lelah!! Isner menghabiskan satu dos energy bars dan minum sekitar 30-40 botol air putih sepanjang pertandingan, dan ia senang telah berlatih keras  di panasnya Tampa, Fla. “My coach actually, believe it or not, said jokingly before the tournament started that I’ll be able to play 10 hours,” Isner said. Latihan kerasnya diguyoni pelatihnya bakal bisa bertahan dalam pertandingan selama 10 jam, dan guyonan itu benar-benar terjadi!

Sang wasit Mohammed Lahyani juga merasa tak kenal lelah. “Saya bepergian naek ekonomi. Tujuh jam duduk dan masih berada di lapangan tak masalah,” katanya. Nah tuh, klo pemain punya ketahanan dari berlatih di hawa panas dan minum air putih, klo wasitnya dari kebiasaan naek ekonomi. Selain murah, meningkatkan stamina juga ya klo naek ekonomi…hmm…

Yang pasti, kunci sang pemenang dapat bertahan dalam laga superketat itu adalah antusiasme dan kerja keras. Bagaimana dengan kita? Bagaimana jika kita harus bertanding lebih dari 10 jam? Kuat?

Iklan

3 thoughts on “Bagaimana jika kita harus bertanding lebih dari 10 jam?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s