Pengalaman Sholat di Masjid Bandung-2

Assalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh

Melanjutkan tulisan pengalaman sholat yang pertama, kali ini ganti cerita di masjid-masjid besar kota Bandung. Daripada mengulur waktu, langsung saja. Check this out!

1. MASJID SALMAN ITB

Inilah masjid besar yang paling sering saya ke sana. Yaeyalah, lha wong masjid kampus. Kalau jeda kuliah, kegiatan unit agama, mentoring, dll pasti ke masjid Salman. Pionir masjid kampus Indonesia ini luar biasa dari segi kenyamanan, luar dan dalam.

Untuk berbagai hal, bisa dibilang ini masjid kampus (yang juga menjadi masjid besar untuk masyarakat umum) dengan fasilitas sangat komplet. Masjid ini adalah laboratorium rohani bagi masyarakat kampus ITB. Jika ingin mengembangkan skill organisasi sekaligus dakwah ada Gamais ITB, meningkatkan pemahaman akan AlQuran ada Mata’ (Majelis Ta’lim), kepemudaan ada Karisma, pengembangan teknologi ada Pustena. Mantap lah buat mahasiswa.

Di Salman juga membuka beragam lembaga profesional dengan berbagai program unggulan, di antaranya LPES (Lembaga Pengembangan  Ekonomi Syariah), LMS (Lembaga Muslimah Salman), Sekolah Pra Nikah (waow..), Parenting Class, dan masih banyak lagi. Kantin, toko, optik, servis komputer, counter pulsa, perpustakaan, tempat parkir, lapangan rumput, semua ada di Salman. Asrama mahasiswa juga tersedia. Waduh, karena sangat banyak untuk dijabarkan satu-satu, silakan buka http://salmanitb.com/ aja deh.. 🙂

Next, mengenai masalah pra-sholat. Adzan dikumandangkan dengan merdu, terdengar sampai kampus (oya, bagi yang belum tahu, antara kompleks Salman dengan kampus dibatasi oleh jalan Ganesha). Setelah adzan, shof-shof depan langsung berdiri sholat rowatib. Banyak banget yang sholat sunah, menjadikan suasana menyejukkan. Kemudian iqomah juga dikumandangkan dengan mikrofon.

Lalu untuk sholat, subhanallah, di masjid ini kondisinya hampir mendekati sempurna untuk menuju kekhusuyukan. Bagaimana tidak, lantunan ayat suci Alquran dari sang imam (biasanya imam sudah merupakan pilihan, dari asrama atau pembina Salman) sangat indah, sepanjang apapun ayatnya bisa dinikmati dengan hati yang gerimis merindu Allah. Shof rapat karena mayoritas mahasiswa, sudah tahu bagaimana shof seharusnya lah. Tingginya kuantitas jamaah juga Insya Allah menambah lipat pahala dan probabilitas kekhusyukan. Hawa di Salman juga sangat nyaman (kalau di luar panas, di Salman sejuk. Kalau di luar dingin, di dalam Salman hangat. Tanya kenapa). So, kalau sampai ga khusyuk sholat di Salman, yang paling mungkin adalah karena bawaan internal, entah sebelum sholat membawa beban tugas kuliah, kepikiran laporan praktikum, dsb. Naudzubillahi min dzalik.

Lanjut pasca sholat, kebiasaan yang kusuka. Dzikir tenang terlebih dahulu. Di bawah kesejukan dan keindahan atap masjid Salman, indahnya… Bersyukur banget bisa sholat dalam frekuensi besar di masjid ini.

Oya, ada satu trivia. Jika sholat di masjid Salman, tidak dijumpai kaligrafi Allah dan Muhammad. Jadi, memang polos. Kadang aku bingung memikirkan itu (karena mayoritas besar masjid ada). Toh, akhirnya aku tidak terlalu dalam mempertanyakan. Tingginya frekuensi ibadah, acara dakwah, silaturahmi, dan nilai Islami yang dijunjung membuktikan kebesaran masjid ini, tanpa harus memiliki kaligrafi.

Di masjid Salman, bila ada khutbah pasti isinya sangat menarik dan berbobot. Pembicaranya oke punya. Terlebih di bulan Ramadhan, semakin beragam da’i okenya dengan kedatangan menteri, gubernur, rektor, dan orang-orang penting lainnya. Memang tidak terlalu penting sih siapa yang menyampaikan, tetapi isinya harus diakui sangat mengagumkan. Pokoknya, sholat dan berkegiatan di Salman, mantap abizz!!

2. Masjid Agung, Alun-Alun Kota Bandung

Terus terang saya baru pernah sekali sholat di masjid ini. Tepatnya sholat dhuhur, saat awal-awal keliling Bandung naek sepeda motor yang baru dikirim dari Solo. Masjid ini, seperti namanya, merupakan masjid yang sangat besar, mungkin (atau emang dah pasti ya) dengan kapasitas maksimal jamaah terbesar di Bandung. Mungkin tiga kali lebih besar dari masjid Salman.

Di masjid agung, interior luar dalamnya mantap gan. Untuk urusan pra-sholat, saya tidak tahu banyak karena hanya sekali ke sana. Yang jelas, adzan dikumandangkan dengan sangat merdu (entah berapa jauh jangkauannya kalau masjid agung gini). Jeda untuk sholat rowatib qobliyah cukup lah. Setelah itu iqomah juga dikumandangkan dengan mikrofon.

Saat sholat, karena saya ke sana untuk sholat Dhuhur, tidak tahu donk bagaimana bacaan imamnya. Well, kondisi pasca-sholat, seperti Salman, dzikir dengan tenang. Nice.

Sebagai masjid agung tentu saja masjid ini paling banyak digunakan untuk event dakwah ekstrabesar. Tapi sekali lagi, saya belum pernah ke sana selain sholat Dhuhur itu. Kalau ada event dakwah, ya ikutnya yang di Salman. Oya, ramai banget di sekitar halaman masjid ini. Konsentrasi niaga yang tinggi. Efek sampingnya, di kondisi seperti amat rawan pencurian, terutama sandal. Harus disempatkan menitipkan sandal/sepatu kepada petugas sebelum wudhu dan sholat.

3. Masjid PUSDAI, Jalan Diponegoro

Sama dengan frekuensi minim ke Masjid Agung, saya baru satu kali ke Masjid PUSDAI (PUSat DAkwah Islam). Tepatnya saat acara Gamais (Keluarga mahasiswa Islam ITB), lupa dulu pelantikan anggota apa ya. Saya sempat di sana untuk sholat Ashar dan Maghrib.

Datang terlambat untuk acara gamais di masjid ini karena menjadi peserta di kegiatan himpunan, saya yang ke sana bersama teman satu fakultas, langsung membaur ke pelataran masjid. Di sana ada game kecil, lalu pemberian materi oleh kang Ridwansyah Yusuf Achmad, atau akrab disapa kang Ucup, eks kepala Gamais yang saat itu menjabat sebagai presiden Kabinet Keluarga Mahasiswa ITB (oya, blog beliau bagus banget lho.. buka saja via blogroll saya).

Setelah sesi materi selesai, lalu sholat Ashar. Karena ini masjid besar, tempat wudhunya banyak banget. Segar sekali wudhu di sana (emang wudhu di masjid Bandung kalau ga segar ya dingin). Adzan dan iqomah dikumandangkan dengan merdu, dengan mikrofon. Jeda waktu azan-iqomah normal lah. Bacaan sholat sang imam waktu Ashar tidak tahu, sedangkan waktu Maghrib cukup indah. Well, untuk pasca-sholat, kondisinya sama dengan di masjid agung.

Oya, interior dalam masjid ini indah banget. Waktu saya di sana, ba’da sholat ashar dipakai buat akad nikah. Sudah interior dalam dasarnya emang bagus, terus ada tambahan pernak-pernik indah nikahan. Wow.. recommended place for ijab qabul. Eh, sudah2, ntar malah membahas nikah. Masih lama itu..

Sholat di PUSDAI juga cukup ideal. Bahkan konon kalau sholat tarawih, bacaan-bacaan imamnya luar biasa indah, sayang saya belum sempat mencoba tarawihan di sana. Kalau ga di DarudDa’wah ya di Salman sih. Maybe next Ramadhan…Oya, info mengenai masjid ini di http://pusdai.com/

4. Masjid Ponpes Cibiru

Sejujurnya, saya lupa nama masjid dan ponpesnya. Pokoknya letaknya di Cibiru, tapi bukan masjid raya Cibiru. Saya ke sana waktu acara Pendekar Gamais. Dari jalan raya utama (dari Cicaheum ke arah Gedebage), masih jalan ke atas bukit cukup jauh, menanjak dan (sayangnya) bergelombang.

Masjid di kompleks pesantren yang luas ini sangat nyaman untuk ibadah dan kegiatan. Udara di sana dingin, namanya juga di atas bukit. Sholat di sana, untuk kondisi pra-sholat, saat sholat, pasca-sholat cukup ideal. Seperti masjid besar yang sudah diceritakan di atas. Tetapi, mungkin saya baru bakal ke sana lagi kalau ada acara gamais, lha gimana jauh banget gitu..

Nah, itu tadi cerita mengenai “wisata rohani” masjid Bandung bagian kedua. Saya belum mengunjungi masjid Daarut Tauhid tempatnya Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) yang terkenal itu. Atau kunjungan ke masjid kampus lain semisal UPI dan Unpad juga belum. Masjid IT Telkom sebenarnya pernah tapi hanya sekali, mungkin bakal diceritakan nanti di bagian selanjutnya.

Terima kasih sudah menyempatkan untuk membaca, terlebih jika berkenan memberi komentar. semoga bermanfaat.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s