Jembatan Itu

Setiap melangkahkan kaki dari pintu kosan, jembatan itu terlihat. Setiap berangkat ke kampus, jembatan itu kegagahan jembatan itu terus terlintas. Pulang dari kampus, dari rumah teman, dari tempat hang out, jembatan itu lagi, jembatan itu lagi.

Tiga tahun yang lalu

Aku terbangun dari tidurku. Tidak tahu berapa lama tadi tertidur. Perjalanan panjang dengan bus memang selalu melelahkan. Hmm.. kulihat di sebelah kanan temanku masih tidur. Lalu perlahan kualihkan pandangan ke kiri di mana saat itu aku berada di pojok kanan belakang. Hmm.. sudah sampai di mana perjalanan ini?

Bus melaju naik dengan kecepatan sedang. Sebelum itu aku sempat melihat pertokoan di sebelah kiri jalan, oh sudah sampai Bandung. Untuk pertama kalinya, ya pertama kali aku melihat Bandung langsung. Udara terasa cukup sejuk. Mungkin karena tidak berada dalam kemacetan, atau mungkin juga udara kota ini memang sejuk. Kunikmati sejenak.

Gedung-gedung bertingkat tak tampak lagi sejajar dengan jalan. Kutahu bus ini sedang melaju di atas jembatan layang. Karena pandangan tak tertutup gedung, terlihat dari jauh rangkaian pegunungan yang mengelilingi kota Bandung. Hijau,menambah aroma kesejukan. Aku pun tersenyum tenang. Indahnya..

Pandanganku kualihkan ke depan, ke arah laju bus. Pandanganku agak terhalang karena berada di kursi paling belakang. Sebentar kusadari bahwa ada semacam tower berbentuk busur panah yang berdiri megah.Pandanganku tertuju penuh ke arah busur panah raksasa berwarna merah putih itu saat bus tepat melintas di kirinya. Wow, ini pasti salah satu trademark kota Bandung. Bandung nan rupawan.

Perjalanan berlanjut menuju objek wisata yang hendak dituju, Museum Geologi. Ya, aku di sini dalam rangka study tour sekolah. Aku masih kelas 2 SMA waktu itu. Walaupun ada pilihan study tour ke pulau dewata Bali, aku memilih ikut rombongan yang ke Bandung. Well, karena aku belum pernah ke sana sama sekali.

Setelah menikmati objek Museum Geologi, bus kembali melaju. Dan ternyata lewat jembatan layang itu lagi..! Bus melaju naik dengan kecepatan yang lebih bagus dibanding tadi. Yuhuy. Kali ini karena tadi pandangan ke arah tengah untuk melihat si bujur raksasa, kali ini ke arah samping. Menikmati apa yang ada di bawah jembatan. Ah.. alangkah terkejutnya aku ketika melihat pemandangan di bawah jembatan itu. Rumah-rumah berdempetan sangat sangat rapat. Condong ke kesan kumuh. Saat aku menoleh ke arah kanan, ternyata sama saja. Kebetulan saja saat awal tadi aku tidak lihat. Bandung kumuh? Jadi, Bandung kumuh atau rupawan?

Dua tahun yang lalu

Alhamdulillah. Aku berkesempatan kembali ke Bandung. Bahkan bukan untuk sekedar study tour, tapi benar-benar study. Menuntut ilmu di salah satu perguruan tinggi di kota itu. Aku berangkat ke Bandung dengan semangat tinggi, kali ini tidak naek bus tetapi kereta. Sesampainya di stasiun, langsung difasilitasi kakak kelas sehingga langsung dapat angkot dan mulai merasakan kecepatan driver angkot Bandung yang mengagumkan. Di titik aku turun dari angkot, suasana baru terasa. Kulihat sekeliling dan aih, yang berdiri paling megah, jembatan itu lagi.

Kehidupan di Bandung pun dimulai. Setelah keliling mencari tempat kos di sana sini, akhirnya sebuah kamar kecil di rumah sederhana jalan pelesiran kutempati. Karena kamarku berada di lantai tiga, cukup bisa memandang ke sekeliling. Uniknya, dari jendela lantai atas, pandangan lurus bakal menemui itu lagi, sang jembatan dengan busur panah raksasanya. Kali ini aku tersenyum. Antara tersenyum geli dan tersenyum kecut. Tahun sebelumnya, terpikir Bandung kumuh dari pandangan sekitar busur panah raksasa itu. Sekarang, aku.. aku berada di ‘daerah kumuh’ itu! Haha..sang busur pasti menertawakanku.Tertawalah! Pada akhirnya aku akan menemanimu tertawa penuh kemenangan di kota ini. Amiin.

Hari ini

Aku memandang lurus ke arah jembatan layang itu. Pasupati. Ya, namanya Pasupati, karena menghubungkan jalan Pasteur dan Surapati. Busur panah raksasa itu dibuat bukan sebagai penyangga, tapi sebagai kesan artistik saja, berhubungan dengan panah kenamaan salah satu tokoh wayang Arjuna. Busur panah itu.. hey, apakah engkau masih tertawa?

Pasupati. Dua tahun sudah kau menemaniku. Entah berapa tahun lagi kita bakal terus berjumpa setiap hari. Tapi kusadari aku belum bisa menemanimu tertawa. Aku, masih belum memperoleh kemenangan. Satu pun. Masihkah kau menungguku? Mengawasiku menjadi lebih baik dari hari ke hari?

Pasupati. Dua tahun sudah kau menemaniku. Tapi kusadari aku cukup terlambat mengetahui makna busur panahmu. Busur raksasa yang mengarah ke langit biru. Yah, seharusnya sedari awal aku punya tujuan yang setinggi-tingginya untuk ditembus anak panah yang terlontar dari busur raksasa berupa usaha kerasku.

Pasupati. Jembatan itu. Aku pasti bisa. Secepatnya..

Cek Temperatur Komputer dengan HWMonitor

Beberapa hari yang lalu, laptop saya sering sekali CPU Usage-nya tiba-tiba menjadi 100%. Tentu saja itu menjengkelkan karena kerjanya hang, melambat sekali. Padahal baru satu bulan ini kapasitas memori saya tambah (alasan penambahan juga karena CPU Usage yang tiba-tiba melonjak).

Saat didiagnosa penyakit laptop ini sebelum ditambah memori, ada 3 hal: memorinya mungkin terlalu kecil, OS windowsnya yang error, atau kejanggalan dari suhu laptop yang sangat panas. Daripada mengambil resiko lebih jauh, saya langsung menambah memori dan install ulang windows. Harapannya, permasalahan tuntas. Ternyata, tuntas untuk sekitar 2 minggu, kemarin muncul lagi problem CPU Usage.

Karena 2 hal sudah diatasi sebelumnya, satu kecurigaan yang muncul adalah karena panasnya suhu laptop. Memang laptop saya saat itu sangat panas. Di atas normal. Tapi, bagaimana bisa tahu berapa suhunya dan normal atau tidak?

Yah, setelah restart dan laptop bisa jalan lagi pelan-pelan, saya googling mengenai masalah temperatur komputer. Ternyata memang ada batasnya dan perlu dicermati! Dalam artikel yang saya baca, untuk laptop/notebook, yang berbasis AMD punya temperatur max 85-90 C. Temperatur yang dianjurkan 60-70 C. Sedangkan yang berbasis Intel harus bekerja ‘lebih dingin’, yakni max 85 C. Yang dianjurkan 50-60 C. Untuk komputer desktop juga terdapat perbedaan berdasar basisnya. AMD max 85-95 C, anjuran 50-65 C. Intel 75-85 C, anjuran 45-55 C.

Masalahnya, di mana kita bisa tahu suhunya? Dengan termometer? Ya engga lah. Lewat aplikasi bawaan Windows? Hmm..nyarinya di mana? Pada akhirnya, saya mendapatkan software khusus untuk mengecek temperatur dan memonitor hardware dari website ini. HWMonitor. Langsung install dan cek hardware.

Akhirnya diketahui bahwa suhu laptop saya yang berbasis Intel sudah melebihi yang dianjurkan. Cooling pad! Karena tidak punya, jadinya pinjam teman kosan. Hehe. Satu lagi tambahan dengan bisa tahu temperatur hardware, kita bisa tahu cooling pad yang dipakai bekerja dengan bagus atau tidak. Jadi kalau beli cooling pad yang berharga sangat murah jangan bangga dulu, cek dulu fungsionalitasnya dengan melihat suhu pada HWMonitor.

Silakan dicoba! Yang paling penting, jagalah temperatur komputer Anda.. jangan sampai terkena penyakit CPU-Usage karena faktor yang sering diabaikan ini.

Kapasitas Stadion Liga Inggris

Sehabis ngepost yang berhubungan dengan Liga Inggris, tangan ini jadi gatal lagi untuk menulis hal yang sama. Kalau sebelumnya mengenai fantasy football, kali ini tentang kapasitas stadion yang akan digunakan oleh tim-tim Liga Primer 2010-2011.

Siapa yang tahu stadion termegah yang dimiliki klub Liga Primer Inggris? Yah, sepertinya semua penggila bola juga sudah tahu. Ini nih gambarnya.

OLD TRAFFORD. Stadion termegah dan termewah milik Manchester United. Berapa kapasitasnya? Sangat besar, 75.957. Jumlah yang menakjubkan untuk stadion berkursi seperti bioskop.

Menyusul di peringkat kedua adalah stadion baru Arsenal, Emirates Stadium, dengan kapasitas 60.355 penonton. Ikut berada di 5 besar adalah St James Park (Newcastle, 52.387), Stadium of Light (Sunderland, 49.000) dan City of Manchester (Man.City, 47.726). Melengkapi 10 besar ada Anfield (Liverpool, 45.522), Villa Park (Aston Villa, 42.788), Stamford Bridge (Chelsea, 40.158) dan White Heart Lane (Totenhamm, 36.310).

Semua tim besar dan underdog sudah tersebutkan di 10 besar. Indikasi makin besar kapasitas stadion, semangat bermain lebih besar sehingga kejayaan lebih dekat? Hmm.. may be yes may be no. Mungkin di stadion-stadion berikut bakal muncul beberapa kejutan:

Upton Park (West Ham, 35.303), Ewood PArk (Blackburn, 31.367), St.Andrews (30.079), Molineux (Wolves, 29.303), Reebok (Bolton, 28.723), Britannia (Stoke City, 28.383), Hawthorns (WBA, 28.003), DW Stadium (Wigan, 25.138) dan Bloomfield Road (Blackpool, 12.555)

Sekedar iseng, kalau stadion besar Indonesia dimasukkan ada di peringkat berapa ya? Check this out!

Gelora Bung Karno, stadion utama tanah air, berkapasitas 88.083 (renovasi 2007, awalnya 100.800). Melebihi Old Trafford!! Tapi kalau dibanding stadion utama timas Inggris, Wembley, Senayan masih kalah karena kapasitas Wembley 90.000 penonton.

Stadion final Smansa Cup kebanggaan publik Solo, Manahan, berkapasitas 35.000. Bisa berada di peringkat 12! Lumayan.. Sedangkan stadion-stadion baru buatan abad 21 seperti Si Jalak Harupat (Bandung), Gelora Sriwijaya (Palembang) dan Maguwoharjo (Jogja) bisa menempati peringkat 9.. Wow.. Patut dibanggakan walaupun kapasitas stadion Liga Inggris relatif kecil sebenarnya karena mengutamakan faktor kenyamanan… pada akhirnya, yah begitulah kapasitas stadion Liga Inggris..

Oya, satu lagi hal unik. Ada klub Liga Primer yang ‘dengan rendah hati’ memakai stadion yang kapasitasnya (12.555) bahkan lebih rendah dari Stadion Sriwedari Solo (12.750)! Yuph, Blackpool.. Menarik bukan bila klub-klub besar nantinya takluk di sana?

Fantasy Premier League, game seru pecinta Liga Inggris

[updated post]

Liga Inggris 2013-2014 akan segera mulai weekend ini! Tepatnya di hari kemerdekaan negeri kita tercinta, 17 Agustus, kick-off bakal digelar. Euforia yang acap muncul selain dari jendela transfer, update berita terbaru, ejekan-ejekan santai antar fans (atau pada dijadiin serius sampe berantem, beuh), dan tentunya game seru satu ini: Fantasy Premier League . Status FB pasti dibanjiri komen antusias kalau ada yang nge-tag tentang permainan fantasy football itu. Hmm.. sebenarnya seperti apa sih game itu? Apa serunya?

Fantasy Premier League adalah permainan sepakbola maya yang dikelola langsung oleh situs RESMI liga Inggris. Karena bukan situs abal-abal, sistem maen dan hadiahnya pun tingkat tinggi pastinya. Ada kompetisi (liga maupun cup) default seperti antar sesama pendukung fans club (sesama fans Manchester City misalnya) dan random antar peserta dari seluruh penjuru dunia (secara EPL dinikmati oleh ratusan juta orang di dunia, unyu dah kalau bisa ngalahin tim dari negara lain). Tapi tetep sih ga ada yang lebih asyik dibanding ngalahin temen maen sendiri, maka bejibunlah dibuat private league yang fluktuasi perubahan peringkat tiap minggunya bikin seru. Hadiah resmi yang super WAH (tour 7 hari dengan akomodasi VIP dan tiket nonton live match klub jagoan –sesuai yang kita pilih di favourite team, ane sih pilih Norwich..hihi–, fans MU dan Liverpool pasti impian banget ke Old Trafford atau Anfield) seolah hanya bagian kecil dari game bola satu ini. Oya, game ini juga dijamin ga ngehabisin waktu (kecuali Anda emang freak) karena hanya dimanage tiap weekend satu jam sebelum deadline (biasanya jam 18 WIB) juga bisaa. Oke lah, yuk mulai bikin tim dan maenkan Fantasy Premier League!!

Overview & Pemilihan Squad

Di sini kita seolah-olah menjadi manajer tim maya. Tim yang berisi gabungan pemain beberapa klub (maksimal memilih 3 pemain dari 1 klub). Skuad 15 pemain terdiri dari 2 kiper, 5 bek, 5 gelandang dan 3 striker (mutlak begitu, ga boleh strikernya 4 atau beknya jadi 4 saja) Pemilihan bebas tapi dibatasi ‘uang transfer’ sejumlah 100.0. Tentu saja kita tidak bisa memilih semuanya superstar (misal semua seharga Van Persie yang 13.0). Harus pintar-pintar menyusun komposisi dan menentukan line-up karena poin diperoleh berdasar capaian pemain secara real.

Ntar ada deadline penyusunan dan transfer pemain. Formasi 11 pemain, 4 cadangan. Setelah deadline udah tinggal nunggu hasil pertandingan dan performa pemain di pertandingan nyata.

Scoring

Umum: maen di atas 60 menit 2 poin, kalau kurang ya 1 poin. Bikin assist dihargai 3 poin. Pemain yang dijadikan kapten poin yang didapat dikalikan dua (jadi pilihlah kapten yang sekiranya maen paling bagus). Hukuman poin: kartu kuning -1, kartu merah -3, own goal -2, gagal penalti -2.

Kiper:  Kalau ga kebobolan, plus 4 poin. Kalau kebobol banyak bisa diminus poinnya. Kalau kiper ngegolin dapat 6 poin, nepis pinalti dapat 5 poin. Tiap 3 penyelamatan dapat 1 poin plus.

Bek: Kalau timnya ga kebobolan, plus 4 poin. Kalau kebobol banyak bisa diminus poinnya. Bek ngegolin 6 poin.

Gelandang: Kalau timnya ga kebobolan, plus 1 poin. Ngegolin dapat 5 poin.

Striker: Kalau ngegolin dapat 4 poin.

Bonus Point –> bervariasi dari 1-3 poin untuk para penampil terbaik (ditentukan oleh tim Premier League di Inggris sono)

Semua scoring berdasar performa 11 pemain kita di lapangan. Kalau pemain di line-up ternyata ga dimaenin, otomatis diganti pemain cadangan yang di pertandingan nyatanya maen. Kalau cadangannya juga ga ada yang maen, baru deh 0 poin. Oya, formasi bisa diubah tiap pekan, dan kalau mau transfer, ada 1 ‘free transfer’ tiap pekan (bisa terakumulasi pekan selanjutnya kalau ga dipakai). Kalau mau transfer 2 pemain, ya siap-siap aja kena denda -4 poin per pemain transfer. Terus ada fasilitas wild card (merubah semua komposisi pemain gratis) tapi cuma bisa dipakai 2x dalam satu musim (satu wild card bisa dipakai di sembarang gameweek, satu wild card khusus dipakai di gameweek 20-23). Karena berdasar pertandingan nyata, jadi seru lah. Fair,ga ada kecurangan tertentu.

Hal yang Umum (bisa jadi sedikit tips.. hehe) terkait Scoring:

  • Target Man utama selalu menjadi primadona. Secara poin terbesar sumbernya dari gol. Para goal getter ulung cem Van Persie, Gareth Bale, ama Luis Suarez pasti laris manis. Worth it sih. Tapi inget juga kalau pemain seperti itu terlalu banyak yang milih (ga bisa jadi pembeda di liga), juga bikin sangat limited saat mau ambil pemain yg laen (ya bagian dari resiko sih milih pemain berharga >10.0)
  • Pengambil tendangan bebas dan penalti utama juga laris manis. Wajar, dua kesempatan bola mati tsb kerap menghasilkan gol. Leighton Baines dan Jonathan Walters merupakan opsi yang baik.
  • Midfielder adalah kekuatan utama. Karena secara alami mereka lebih punya kesempatan mencetak gol (dengan harga per golnya lebih baik dibanding striker) juga sebagai pendulang assist. Terlebih kesempatan mendapatkan bonus point sangat tinggi. Bisa mengkomposisikan Gareth Bale, Theo Walcott, Juan Mata, Philip Coutinho, Maroanne Fellaini tentu bakal membuat tim keberkahan lumbung poin. Tapi ya silakan bagaimana meramunya mengingat makin jago pemain, harganya makin muahal (batas transfer 100.0 lho ya..)
  • Defensive midfielder biasa dihindari. Yakali, ntar malah bikin minus gara-gara banyak kartu kuning atau kartu merah. Contoh: John Obi Mikel atau Cheikh Tiote
  • Investasi tinggi pada bek cenderung dihindari. Tambahan 4 poin karena clean sheet emang menggiurkan, tapi kalau udah kebobol 1, yah berasa hilang 4 poin cuma-cuma deh. Dan dengan bertambah banyaknya attacking starlet di Liga Inggris, susah mengharapkan satu tim tidak kebobolan. Mengambil pemain high profile seperti Ashley Cole (harga 6.5) atau Jan Vertonghen (harga 7.0) emang bagus, tapi berekspektasi tinggi terhadap bek lebih sering membuat kecewa.
  • Kiper yang ga terlalu mahal, tapi dimungkinkan buat banyak saves. Membeli kiper sekelas Petr Cech atau Joe Hart punya jaminan clean sheet lebih tinggi. Tapi bonus tiap 3 saves yang bisa didapat dari kiper medioker seperti Jussi Jaskelainen atau Asmir Begovic cenderung lebih disukai. Savesnya banyak, mungkin clean sheet juga, dan ada lebih uang untuk memperkuat midfielder dan striker.
  • Perhatikan fixtures! Ya jadwal itu sangat menentukan perolehan poin kita. Punya Gareth Bale dan Sergio Aguero di saat jadwal Totenhamm vs City tentu kurang baik, cuma 2 poin di tangan ntar gara-gara si jagoan gagal cetak gol. Tapi ya tergantung prediksi kita juga sih, siapa tau skornya 5-5, pemain kita cetak banyak gol. Hehe..
  • daan… begitu sudah maen 1 gameweek, orang awam juga bisa langsung memahami pola dan tipsnya kok… Jadiin seru-seruan aja 🙂

Team Preview

Nih salah satu contoh tampilan tim yang sudah berisi 15 pemain. Tinggal dipilih 11 yang bakal mengisi starting eleven (4 dicadangkan), serta siapa kapten dan wakil kapten. Poin kapten bakal digandakan sebesar 2x perolehan aslinya, pastikan pemaen yg menurut prediksi Anda akan mendapat poin paling banyak. kalau si kapten ga maen, penggandaan akan dilakukan pada wakil kapten. kalau kapten dan wakil kapten ga maen, ya apesnya Anda berarti.. ga ada yang digandakan. tapi itu masih lebih mending dibanding kalau kaptennya dikartu merah (poin minusnya pun digandakan) 😀

Buat/Join League

Kalau mau maen, segera daftar di fantasy.premierleague.com. Sign up seperti biasa. Lalu bikin atau join liga tertentu.

Khusus anggota Wika ITB (plus alumni) semua angkatan, WPL 13/14 berkode 1683898-371116. Tinggal masukin aja kodenya. Makin banyak pemain dalam liga, makin seru fluktuasi klasemennya. Secara Liga Inggris masih relatif lebih merata permainan tim besar dan tim kecilnya, tidak seperti La Liga dan Serie-A. Last but not least, kalau Anda pecinta Liga Inggris, sayang banget bila melewatkan game seru ini.

Sticker Lite, alternatif notes yang simple dan cantik

Di era digital ini, candu nomor satu adalah komputer. Rokok, narkoba, dan barang yang identik dengan candu lainnya mah sudah ketinggalan, kecuali orang-orang kolot yang masih memaksakan diri untuk memakai. Komputer pada dasarnya bukan barang yang bersifat ‘menzalimi tubuh’, tapi bisa juga berakibat begitu jika pemakainya tidak menggunakan dengan bijak. Misalkan saja, maen game online semalam suntuk, betah banget buka Facebook semalam suntuk juga. Yah minimal tindakan seperti itu bisa menzalimi mata.

Komputer jelas memberi beragam keasyikan. Bisa buat internetan (apalagi yang punya modem pribadi atau sambungan Speedy), bisa buat maen game (dengan grafis yang jauh lebih bagus dibanding PlayStation), bisa buat nonton film, dll. Tak jarang kita jadi lupa waktu, lupa seharusnya melakukan agenda tertentu di waktu itu, bahkan lupa kalau punya agenda. Komputer sebenarnya ‘tak tinggal diam’. Ada beberapa fasilitas untuk mengingatkan pada agenda yang semestinya kita lakukan. Kalau komputer Anda memakai OS Windows Vista, pasti mudah saja tinggal aktifkan widgetnya, dan mulai tulis note agenda. Selanjutnya tinggal bagaimana menjaga konsistensi dari keasyikan berkomputer.

Nah, karena saya bukan pengguna Vista melainkan XP, kemarin sempat bingung gimana nampilin notes seperti Vista. Dan karena di kosan alhamdulillah ada fasilitas internet, ga usah sibuk-sibuk mencari (yang mungkin akhirnya ga ketemu) deh, langsung aja browsing. Dan akhirnya dapat aplikasi dari website ini, namanya Sticky Notes, langsung unduh saja dan install. Sizenya kecil koq. Dan inilah preview tampilannya

Bisa menampilkan banyak notes yang berwarna-warni jadi tidak menjemukan. Aplikasi ini juga bisa terlihat terus saat membuka program lain, atau disembunyikan. Nantinya yang sudah well done tinggal dihapus. Pengaturannya tinggal klik kanan simbol Sticky Notes seperti berikut

Atur saja sesuka hati, sudah. Berikutnya tinggal menjaga konsistensi untuk menjalankan agenda, tidak melulu berada pada keasyikan komputer. Bagaimana? Alternatif notes yang simple dan cantik kan?

Sedikit Perubahan Blog Ini

Untuk sedikit refresh pada blog ini, saya ganti sedikit sedikit. Kalau dilihat sekilas memang tidak terlihat adanya perubahan karena theme/background yang saya gunakan masih sama. Yang berbeda adalah pengaturan page-nya (bagian ‘tentang blog ini’ sudah tidak mencakup topo,strato dan mesodream lagi). Kenapa dihilangkan? Well, saya rasa pembagian mimpi-mimpi itu pada dasarnya hanya bisa dipahami oleh saya sendiri. Pembaca blog ini mungkin akan kebingungan dan bertanya-tanya apalagi karena istilah seenak sendiri itu. Yang jelas, saya masih bermimpi besar, sudah saya buat plannya sampai 2021 (walaupun yang tahu hanya saya, Ibunda saya tercinta, dan mungkin teman yang maen ke kosan saya). Dan blog ini adalah tulisan apa yang ada dalam pikiran saya selama step by step meraih mimpi-mimpi.

Lalu bagian kategori saya pisahkan menjadi bagian-bagian yang ‘lebih mudah dicerna’ sehingga istilah yang dipakai sekarang bisa memudahkan teman-teman memilih tulisan saya yang teman-teman kehendaki. Tentu saja saya yang belum jago nulis ini tidaklah bisa menulis hal-hal yang semuanya disukai.

Tapi ada baiknya tetap dijelaskan mengenai apa saja yang termuat dalam kategori-kategori blog saya ini. Yuhu, ini dia

Embun: tulisan atau cerita yang menginspirasi dan diharapkan inspirasi/hikmah yang didapat bisa memberi tetes-tetes kesejukan seperti embun di pagi hari.

Hedon Normal: tulisan atau cerita mengenai tingkah saya yang sangat berbau duniawi, seperti jalan-jalan, piknik, berburu kuliner, dsb. yang Insya Allah masih dalam batas hedon normal lah. Kalau menurut teman-teman itu hedon yang berlebihan? Ya maaf..

Islami: tulisan saya yang berkaitan dengan keislaman, diharapkan tulisan kecil itu dapat menjadi pengingat (pertama-tama) untuk saya sendiri jika sedang di jalan yang salah. efek samping yang Insya Allah positif, silakan dijadikan hikmah dan renungan.

Kampus: bercerita mengenai apa yang saya dapat atau sedang saya perjuangkan di kampus ganesha ITB, dan semoga dapat berlanjut sampai kehidupan di Telecom Bretagne/Telecom Paris/institut telekomunikasi Eropa lainnya (amiin..amiin..amiin)

Periodic Diary: kisah faktual apa yang kujalani di hari tertentu, sebenarnya pengen nulis untuk semua hari, tapi ya jadinya cuma periodik atau berkala. yang baik silakan ditiru, yang jelek jangan. kalau jelek semua? (wah,semoga tidak.. jangan sampe.. hari ini harus berharga dan lebih baik dari kemarin)

Sastra: coretan-coretan kecil yang entah sebenarnya layak disebut sastra atau tidak. hanya menyalurkan sedikit sisi melankolis saya. resensi sastra juga masuk kategori ini.

Sports: tulisan mengenai olahraga, mungkin update berita apa adanya, mungkin juga tulisan sports dari sisi uniknya, dari sisi yang bisa diambil hikmah positifnya. silakan dinikmati bagi para penghobi olahraga.

Teknologi: tulisan mengenai bidang yang saya tekuni saat ini. bisa berisi bidang spesialisasi saya (telekomunikasi), lebih umum sedikit (elektroteknik), sampai sharing mengenai software atau aplikasi teknologi tertentu.

Uncategorized: artinya ‘tidak dikategorikan’.. jadi bagaimana penjelasan kategori ini?

Oke, itulah tadi penjelasan sedikit perubahan blog saya. Semoga ke depan saya bisa menulis lebih berkualitas dan memberi inspirasi. Untuk itu, sering-sering berkunjung dan komen di blog saya ya, friends!

Matur nuwun

Tiada yang Tak Mungkin (3): Yohannes Surya

Bagian ketiga Kick Andy bernarasumber PROF YOHANNES SURYA,Ph.D. Ini nih foto beliau kalau belum tahu

Pimpinan TOFI (Tim Olimpiade Fisika Indonesia) yang terkenal dengan filosofi Mestakung (Semesta Mendukung) ini ternyata juga tak lepas dari beratnya hidup untuk sekolah tinggi. Beliau yang kini juga rektor Universitas Multimedia Nusantara sejak kecil sudah harus terbiasa bangun pukul 3 pagi untuk membantu sang ibu membuat kue dagangan. Ketertarikannya yang besar pada fisika, mata pelajaran momok bagi kebanyakan anak sekolah, justru menjadi kunci keberhasilannya kemudian. Memilih jurusan paling sepi peminat, apalagi kalau bukan fisika, beliau melenggang masuk UI via PMDK. Masa kuliah kerja keras cari uang terbantu dengan memberi les privat fisika dan tentunya beasiswa.

Saya sendiri tidak melihat bagian ini secara full. Yang jelas beliau mengatakan seperti ini, “Pada dasarnya tidak ada orang yang bodoh”, lalu ia melanjutkan, “yang ada adalah tidak punya kesempatan mendapat pengajaran yang terbaik”. Waduh, saya tersengat saat itu juga. kalimat ‘tidak ada orang bodoh’, dan kenyataan bahwa ‘aku sedang dapat kesempatan mendapat pengajaran terbaik’  ditambah wejangan sebelumnya dari pak Rhenald dan pak Azyumardi membuatku beranjak. Arti lain kalimat narasumber hebat itu: BELAJARLAH SEKARANG!!!

Tiada yang Tak Mungkin (2): Azyumardi Azra

Bagian kedua dari Kick Andy kemarin. Narasumbernya tak lain tak bukan ini:

Kenal kan? Yuph, seperti tertulis di judul, PROF AZYUMARDI AZRA, Ph.D. Apa yang membuat beliau istimewa? Hmm.. langsung cek websitenya aja deh, atau kalau mau berwiki-wiki ria di sini (tapi open link in new tab aja ya, jangan tinggalin halaman blog ini.. hehe..).

Oke, sekarang ke perjalanan beliau yang kudengar dari Kick Andy. Beliau berasal dari LA (jelas bukan Los Angeles lah, tapi Lubuk Alung). Berayahkan seorang tukang kayu dan batu, dengan ibu seorang guru agama. Ia dekat dengan segala keterbatasan ekonomi. Makanan masa kecil, kurang lebih sama dengan pak Rhenald.

Azyumardi kecil sudah bisa membaca Koran pada usia 4,5 tahun. Kemampuan membaca diajarkan dengan mengenal nama-nama bus. Kreatif, begitu bung Andy merespon, sambil menyarankan ke ortu untuk menaruh anaknya di pinggir jalan atau terminal saja dan tentu itu hanya gurauan yang disambut tawa renyah penonton. Saya berpikir, wah sama dengan saya dulu donk. Duduk santai di seberang pasar Kleco Solo sambil mengenali bus ‘Safari’, ‘Duta Kartika’.. memang meningkatkan kemampuan baca sih.. Ibu bapakku kreatif berarti.. bahkan saya sudah bisa membaca di usia 2,5 tahun (bukan berarti sombong, melainkan berarti orang tua saya superkreatif dan luar biasa.. hehe..)

Kuliah, nilai pak Azyumardi, juga pas-pasan seperti pak Rhenald. Uniknya, pernah terkena kasus untuk pelajaran yang sama, bahasa Indonesia! Beliau pun mengulang dan lulus. Untuk kuliah, tahun pertama karena baru di Jakarta, masih dikirimi orang tua, hanya 5ribu per bulan. Lalu tahun berikutnya sudah dari uang beasiswa. Banyak perjuangan menghidupi diri di Jakarta sampai meraih gelar S1.

Serupa dengan pak Rhenald juga, beliau rajin berburu beasiswa S2 ke luar negeri, kerap gagal tapi akhirnya berhasil juga. Sisi perjuangannya ada di Amerika saat studi di Columbia University. Ia harus nyambi jadi tukang cat dari New York sampai New Jersey. Lalu jadi waitress (pelayan) di mana itu harus naek KA ke Connecticut, dari hari jumat dan pulang minggu sore. Istrinya saat itu juga membantu dengan jadi babysitter. Toh, usaha itu berbuah hasil dengan gelar S2 yang straight A (semua nilainya A). Saat ditanya, itu memang pintar atau nasib baik? Beliau tertawa, nasib baik. Akhirnya dengan nilai straight A itu, berlanjut ke S3 dan kita tahu sekarang beliau bergelar professor dan P.Hd.

Hal terpenting yang diwejangkan pak Azyumardi: kita harus bisa belajar apapun dari lingkungan (itu yang kutangkap). Dan tentu saja semangat untuk bekerja keras.

***

Tiada yang Tak Mungkin (1): Rhenald Kasali

Bagian pertama dari show Kick Andy yang saya lihat kemarin. Oya, Kick andy kemarin berjudul “Tiada yang Tak Mungkin”. Kenapa judulnya dipilih seperti terjemahan slogan Adidas itu? Ya, Kick Andy ingin mematahkan paradigma bahwa orang miskin dilarang sekolah atau biaya pendidikan nasional yang mahal membuat persentase kalangan tak mampu untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang tinggi sangat mustahil. Narasumber yang diundang saat itu membuktikan bahwa biaya pendidikan di tingkat manapun bisa disiasati dan dikumpulkan dengan berbagai cara, asal tekun, bertekad kuat dan sanggup bekerja keras.

Bagi yang sudah lihat mungkin sudah punya inspirasi tersendiri. Bagi yang belum lihat sebenarnya juga bisa lihat di sini.Tapi kalau ingin membaca lebih lanjut tulisan ini, berarti Anda membaca inspirasi yang coba disampaikan itu VERSI SAYA :-). Oke, mari sejenak mengambil inspirasi!

Narasumber pertama itu adalah PROF. RHENALD KASALI,Ph.D. Tidak begitu akrab dengan nama beliau dan prestasinya yang luar biasa? Coba kenali foto ini

Belum jadi tahu prestasi-prestasinya juga? Oke silakan berwiki-wiki ria dulu di sini.

Dengan penampilan yang rapi dan badan yang besar, serta prestasi yang sudah Anda baca tadi, sangat tidak bisa dipercaya kan kalau pak Rhenald dulunya miskin? Bagaimana kisah masa lalunya? Ini dia..

Cobaan berupa kekurangmampuan materi mulai saat ayahnya kena PHK dari pelayaran. Kurangnya skill ditambah sempitnya lapangan pekerjaan saat itu membuat sang ayah tidak punya penghasilan tetap dan cukup. Ibunya sejak awal tidak bekerja. Jadilah Rhenald kecil hidup nelangsa. Makan pake nasi garam. Masuk sekolah pakai sepatu yang dibeli dari pasar loakan, kalau untuk berlari kalau engga kakinya kena paku (karena sepatu tambal-tambalan) ya bagian alas sepatunya membuka. Baju seragam pun hanya punya satu, ibunya setiap hari mencucinya lalu dikeringkan di dekat lampu. Lampu bisa dibilang ‘tanda kehidupan’ keluarganya waktu itu. Kalau lampu mati, pasti sedang tidak ada makanan dan untunglah ada tetangga yang iba sehingga memberi nasi sekedarnya.

Di sekolah (kelas 5 SD), Rhenald pernah sekali tinggal kelas. Saat ditanya bung Andy apa mata pelajaran yang membuat ga lulus, ternyata: bahasa Indonesia! Rhenald kecil tak bisa menjawab lawan kata seperti seharusnya. Ia punya alasan lucu. Begini, kalau ditanya lawan kata ‘kenyang’ ya ‘belum kenyang’, lawan kata ‘cinta’ ya ‘tidak cinta’.. kan kalau orang ditanya ‘apakah kamu cinta?’ dan hati mengatakan tidak, pasti jawabnya bukan ‘aku benci kamu’ melainkan ‘aku tidak cinta kamu’. Ada ada saja..

Berlanjut ke masa menjelang kuliah. Kenapa beliau memilih ekonomi padahal dari jurusan IPA? Alasannya,karena IPA biaya lebih mahal, ia hanya punya 10ribu untuk beli formulir . Singkat kata, ia diterima di ekonomi UI. Kekurangan biaya ditutupnya dengan memberi les ke anak SD. Mengajar apa? Ya, bukan bahasa Indonesia, melainkan matematika. Buku semuanya ia pinjam teman atau kakak kelas.

Terus tahun kedua dapat beasiswa. Saat ditanya apakah paling pintar atau indeks prestasinya gimana, ternyata Pak Rhenald mengatakan IPKnya 2,49. Bung Andy pun sedikit menyindir yang disambut tawa penonton, IPK segitu aja koq dapat beasiswa ya? Pak Rhenald pun tertawa, nasib baik. Setelah lulus dan mengajar (dosen), ia lama-lama ‘ditinggalkan’ karena promosi dsb mengutamakan yang lulusannya lebih tinggi. Akhirnya ia pun bertekad harus bisa sekolah di luar negeri.

Berbagai percobaan gagal, akhirnya dapat juga beasiswa, tapi hanya internship 3 bulan, bukan biaya untuk sekolah. Di saat teman-temannya bisa melanjutkan S2, ia harus pulang karena tidak ada sponsor sekolah. Pada akhirnya ia memberanikan diri untuk menemui bagian yang biasa menyeleksi, mengatakan semuanya sejujurnya, dan ‘minta tolong’ diberi surat tanda diterima dan ia pun bakal pulang untuk mencari sponsor (dengan mengantongi surat diterima, mungkin jadi lebih dipercaya kali ya). Well, pada akhirnya pak Rhenald dapat sponsor juga, usaha keras yang membuat beliau bisa sekolah S2 dan S3 di Illinouis, dan jadilah seperti sekarang.

Hal yang paling menggugah dari Pak Rhenald: seburuk apapun kondisinya, berusalah menghadapi. Cara ampuh yang bisa dilakukan dengan frekuensi interaksi intens yang dimulai dengan datang bersama senyuman. Banyak bantuan dan keberuntungan dari sana!

***

Sebuah tulisan Pak Rhenald Kasali

Ahad sore kemarin, saya melihat tayangan ulang Kick Andy, tayangan yang disebut paling berkualitas di Indonesia (saya setuju itu). Mulai dari narasumber pertama sudah sangat menginspirasi. Narasumber pertama itu adalah Pak Rhenald Kasali, profesor dan guru besar ekonomi UI. Ya, tema Kick Andy saat itu memang profesor yang mengawali dari kemiskinan. Kalau ingin mengetahui inspirasinya, saya sudah membuat resume di sini.

Pada postingan ini, saya ingin men-share salah satu tulisan Pak Rhenald Kasali. (Setelah nonton kick andy, saya langsung googling mengenai ketiga narasumber). Oke, check this out tulisannya! Very good!

Encouragement

Thursday, 15 July 2010

LIMA belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat.
Masalahnya, karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna, hebat,bagus sekali. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa. Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Menurut saya tulisan itu buruk, logikanya sangat sederhana.

Saya memintanya memperbaiki kembali,sampai dia menyerah.Rupanya karangan itulah yang diserahkan anak saya kepada gurunya dan bukan diberi nilai buruk, malah dipuji. Ada apa? Apa tidak salah memberi nilai? Bukankah pendidikan memerlukan kesungguhan? Kalau begini saja sudah diberi nilai tinggi, saya khawatir anak saya cepat puas diri. Sewaktu saya protes, ibu guru yang menerima saya hanya bertanya singkat. “Maaf Bapak dari mana?” “Dari Indonesia,” jawab saya.Dia pun tersenyum.

Budaya Menghukum

Pertemuan itu merupakan sebuah titik balik yang penting bagi hidup saya. Itulah saat yang mengubah cara saya dalam mendidik dan membangun masyarakat. “Saya mengerti,” jawab ibu guru yang wajahnya mulai berkerut, namun tetap simpatik itu. “Beberapa kali saya bertemu ayah-ibu dari Indonesia yang anakanaknya dididik di sini,”lanjutnya. “Di negeri Anda, guru sangat sulit memberi nilai.Filosofi kami mendidik di sini bukan untuk menghukum, melainkan untuk merangsang orang agar maju. Encouragement!” Dia pun melanjutkan argumentasinya.

“Saya sudah 20 tahun mengajar. Setiap anak berbedabeda. Namun untuk anak sebesar itu, baru tiba dari negara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris, saya dapat menjamin, ini adalah karya yang hebat,” ujarnya menunjuk karangan berbahasa Inggris yang dibuat anak saya. Dari diskusi itu saya mendapat pelajaran berharga. Kita tidak dapat mengukur prestasi orang lain menurut ukuran kita.Saya teringat betapa mudahnya saya menyelesaikan study saya yang bergelimang nilai “A”, dari program master hingga doktor. Sementara di Indonesia, saya harus menyelesaikan studi jungkir balik ditengarai ancaman drop out dan para penguji yang siap menerkam. Saat ujian program doktor saya pun dapat melewatinya dengan mudah.

Pertanyaan mereka memang sangat serius dan membuat saya harus benar-benar siap. Namun suasana ujian dibuat sangat bersahabat. Seorang penguji bertanya dan penguji yang lain tidak ikut menekan, melainkan ikut membantu memberikan jalan begitu mereka tahu jawabannya. Mereka menunjukkan grafikgrafik yang saya buat dan menerangkan seterang-terangnya sehingga kami makin mengerti. Ujian penuh puja-puji, menanyakan ihwal masa depan dan mendiskusikan kekurangan penuh keterbukaan. Pada saat kembali ke Tanah Air, banyak hal sebaliknya sering saya saksikan. Para pengajar bukan saling menolong, malah ikut “menelan” mahasiswanya yang duduk di bangku ujian.

Ketika seseorang penguji atau promotor membela atau meluruskan pertanyaan, penguji marah-marah, tersinggung, dan menyebarkan berita tidak sedap seakanakan kebaikan itu ada udang di balik batunya. Saya sempat mengalami frustrasi yang luar biasa menyaksikan bagaimana para dosen menguji, yang maaf, menurut hemat saya sangat tidak manusiawi. Mereka bukan melakukan encouragement, melainkan discouragement. Hasilnya pun bisa diduga, kelulusan rendah dan yang diluluskan pun kualitasnya tidak hebat-hebat betul. Orang yang tertekan ternyata belakangan saya temukan juga menguji dengan cara menekan.

Ada semacam balas dendam dan kecurigaan. Saya ingat betul bagaimana guru-guru di Amerika memajukan anak didiknya. Saya berpikir pantaslah anak-anak di sana mampu menjadi penulis karya-karya ilmiah yang hebat, bahkan penerima Hadiah Nobel. Bukan karena mereka punya guru yang pintar secara akademis, melainkan karakternya sangat kuat: karakter yang membangun, bukan merusak. Kembali ke pengalaman anak saya di atas, ibu guru mengingatkan saya. “Janganlah kita mengukur kualitas anak-anak kita dengan kemampuan kita yang sudah jauh di depan,” ujarnya dengan penuh kesungguhan. Saya juga teringat dengan rapor anak-anak di Amerika yang ditulis dalam bentuk verbal.

Anak-anak Indonesia yang baru tiba umumnya mengalami kesulitan, namun rapornya tidak diberi nilai merah, melainkan diberi kalimat yang mendorongnya untuk bekerja lebih keras, seperti berikut. “Sarah telah memulainya dengan berat, dia mencobanya dengan sungguh-sungguh. Namun Sarah telah menunjukkan kemajuan yang berarti.” Malam itu saya mendatangi anak saya yang tengah tertidur dan mengecup keningnya. Saya ingin memeluknya di tengah-tengah rasa salah telah memberi penilaian yang tidak objektif. Dia pernah protes saat menerima nilai E yang berarti excellent (sempurna),tetapi saya mengatakan “gurunya salah”. Kini saya melihatnya dengan kacamata yang berbeda.

Melahirkan Kehebatan

Bisakah kita mencetak orangorang hebat dengan cara menciptakan hambatan dan rasa takut? Bukan tidak mustahil kita adalah generasi yang dibentuk oleh sejuta ancaman: gesper, rotan pemukul, tangan bercincin batu akik, kapur, dan penghapus yang dilontarkan dengan keras oleh guru,sundutan rokok, dan seterusnya. Kita dibesarkan dengan seribu satu kata-kata ancaman: Awas…; Kalau,…; Nanti,…; dan tentu saja tulisan berwarna merah menyala di atas kertas ujian dan rapor di sekolah.

Sekolah yang membuat kita tidak nyaman mungkin telah membuat kita menjadi lebih disiplin. Namun di lain pihak dia juga bisa mematikan inisiatif dan mengendurkan semangat. Temuan-temuan baru dalam ilmu otak ternyata menunjukkan otak manusia tidak statis, melainkan dapat mengerucut (mengecil) atau sebaliknya,dapat tumbuh.Semua itu sangat tergantung dari ancaman atau dukungan (dorongan) yang didapat dari orang-orang di sekitarnya. Dengan demikian kecerdasan manusia dapat tumbuh, sebaliknya dapat menurun. Seperti yang sering saya katakan, ada orang pintar dan ada orang yang kurang pintar atau bodoh.

Tetapi juga ada orang yang tambah pintar dan ada orang yang tambah bodoh. Mari kita renungkan dan mulailah mendorong kemajuan, bukan menaburkan ancaman atau ketakutan. Bantulah orang lain untuk maju, bukan dengan menghina atau memberi ancaman yang menakut-nakuti.

RHENALD KASALI

Mantap sekali, kan? Bagaimana pendapat Anda?