Posted in embun

Tiada yang Tak Mungkin (2): Azyumardi Azra


Bagian kedua dari Kick Andy kemarin. Narasumbernya tak lain tak bukan ini:

Kenal kan? Yuph, seperti tertulis di judul, PROF AZYUMARDI AZRA, Ph.D. Apa yang membuat beliau istimewa? Hmm.. langsung cek websitenya aja deh, atau kalau mau berwiki-wiki ria di sini (tapi open link in new tab aja ya, jangan tinggalin halaman blog ini.. hehe..).

Oke, sekarang ke perjalanan beliau yang kudengar dari Kick Andy. Beliau berasal dari LA (jelas bukan Los Angeles lah, tapi Lubuk Alung). Berayahkan seorang tukang kayu dan batu, dengan ibu seorang guru agama. Ia dekat dengan segala keterbatasan ekonomi. Makanan masa kecil, kurang lebih sama dengan pak Rhenald.

Azyumardi kecil sudah bisa membaca Koran pada usia 4,5 tahun. Kemampuan membaca diajarkan dengan mengenal nama-nama bus. Kreatif, begitu bung Andy merespon, sambil menyarankan ke ortu untuk menaruh anaknya di pinggir jalan atau terminal saja dan tentu itu hanya gurauan yang disambut tawa renyah penonton. Saya berpikir, wah sama dengan saya dulu donk. Duduk santai di seberang pasar Kleco Solo sambil mengenali bus ‘Safari’, ‘Duta Kartika’.. memang meningkatkan kemampuan baca sih.. Ibu bapakku kreatif berarti.. bahkan saya sudah bisa membaca di usia 2,5 tahun (bukan berarti sombong, melainkan berarti orang tua saya superkreatif dan luar biasa.. hehe..)

Kuliah, nilai pak Azyumardi, juga pas-pasan seperti pak Rhenald. Uniknya, pernah terkena kasus untuk pelajaran yang sama, bahasa Indonesia! Beliau pun mengulang dan lulus. Untuk kuliah, tahun pertama karena baru di Jakarta, masih dikirimi orang tua, hanya 5ribu per bulan. Lalu tahun berikutnya sudah dari uang beasiswa. Banyak perjuangan menghidupi diri di Jakarta sampai meraih gelar S1.

Serupa dengan pak Rhenald juga, beliau rajin berburu beasiswa S2 ke luar negeri, kerap gagal tapi akhirnya berhasil juga. Sisi perjuangannya ada di Amerika saat studi di Columbia University. Ia harus nyambi jadi tukang cat dari New York sampai New Jersey. Lalu jadi waitress (pelayan) di mana itu harus naek KA ke Connecticut, dari hari jumat dan pulang minggu sore. Istrinya saat itu juga membantu dengan jadi babysitter. Toh, usaha itu berbuah hasil dengan gelar S2 yang straight A (semua nilainya A). Saat ditanya, itu memang pintar atau nasib baik? Beliau tertawa, nasib baik. Akhirnya dengan nilai straight A itu, berlanjut ke S3 dan kita tahu sekarang beliau bergelar professor dan P.Hd.

Hal terpenting yang diwejangkan pak Azyumardi: kita harus bisa belajar apapun dari lingkungan (itu yang kutangkap). Dan tentu saja semangat untuk bekerja keras.

***

Penulis:

Simple, Humble, Gentle

One thought on “Tiada yang Tak Mungkin (2): Azyumardi Azra

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s