Posted in embun, islami

Khotbah Jum’at Pak Agung


Yuhui.. nulis blog lagi. Setelah sekian waktu terbengkalai karena mengejar deadline lomba (dasar deadliner!).

Nah, jeda tanpa update blog kemarin dapat sedikit pencerahan, pencerahan hati. Yuph, hari Jum’at 30 Juli 2010 kemarin (setelah sekian lama juga) sholat Jum’at di masjid Salman lagi. Yah, sedang liburan sih jadi sholat Jum’atnya lebih sering di masjid dekat kos, Al-Hidayah. Keadaan berbeda pada hari itu karena jam 9-11 ada tes ELPT (semacam tes TOEFL) di kampus.

Setelah selesai tes ELPT dan makan siang, segera bergegas ke Salman. Masih 40 menit sebelum waktu adzan tapi masjid sudah ramai. Subhanallah. Saya langsung mengambil air wudhu, segarnya wudhu di Salman (pada dasarnya air di Bandung memang segar sepanjang hari, apalagi jika dipakainya untuk wudhu). Lalu ke ruang utama masjid, mencari shof yang kosong (walaupun sudah cukup penuh, tapi ada slot di shof kedua yang kosong.. alhamdulillah dapat shof depan), dan sholat rowatib. Membaca Al-Qur’an selanjutnya, sampai menjelang adzan di mana diumumkan jumlah infaq Jumat sebelumnya (seperti biasa selalu mendekati 2digit juta) dan khotib Jum’at ini. Dan ternyata khotibnya, Pak Agung Harsoyo!

Pak Agung Harsoyo adalah dosen saya di STEI, tepatnya dosen Medan Elektromagnet. Salah satu dosen yang membentuk mimpi saya karena dosen ini membuat saya tertarik melanjutkan studi di Prancis, di institut telekomunikasi yang katanya nomor satu di Eropa. Kebetulan sekali, beliau menjadi khotib Jum’at ini.

Pak Agung naek ke atas mimbar dan mengucapkan salam. Adzan pun berkumandang. Adzan masjid Salman yang selalu terlantun indah. Sangat indah untuk dinikmati. Menyejukkan hati.

Dalam khotbahnya, Pak Agung membahas permasalahan bangsa yang faktor terbesarnya adalah karakter. Bangsa Indonesia sedang dilanda krisis karakter, krisis kepribadian, krisis moral. Karena karakter terbentuk dari kepribadian, berarti banyak yang punya kebiasaan yang salah. Padahal dalam Islam sebenarnya telah diajarkan 3 hal untuk membentuk kepribadian/karakter yang baik: fikir, dzikir, dan amal sholeh.

Beliau menyampaikan bahwa Rasulullah pernah bersabda, “Hendaklah seseorang selalu melakukan kebenaran karena kebenaran membawa pada kebaikan dan kebaikan membawa pada surga. Dan jangan melakukan kebohongan karena kebohongan membawa pada kedurhakaan dan kedurhakaan membawa pada neraka.” (HR Bukhori)

Di dalam OSKM (ospek mahasiswa baru) ITB yang akan diselenggarakan besok, dari pihak ITB mengusung misi “membangun insan Indonesia dengan IPK tinggi”. Eits, IPK? Ternyata singkatan IPK di sini bukanlah Indeks Prestasi Kumulatif yang sering dikhawatirkan mahasiswa, melainkan Integritas, Prestasi dan Komitmen. Jadi, mahasiswa ber-IPK tinggi adalah insan yang punya integritas (kejujuran) tinggi, berprestasi unggul dan terus memiliki komitmen untuk maju. Hal yang memenuhi pesan yang disampaikan Rasulullah (HR Bukhori) seperti dikutip di atas.

Demikianlah bahwa melakukan kebenaran (membangun integritas) dapat membawa pada kebaikan (prestasi) yang pada akhirnya memenuhi (komitmen) tujuan hidup kita, beribadah pada Allah dan akhirnya masuk surga.

Astaghfirullah. Saya merasa tertampar dengan khotbah Jumat ini, sebagaimana belum punya IPK tinggi.

Subhanallah. Saya mendapat inspirasi baru dari khotbah Jumat ini.

Semoga bisa terus menjadi lebih baik…

Penulis:

Simple, Humble, Gentle

One thought on “Khotbah Jum’at Pak Agung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s