Tips Menghemat Baterai Laptop

*Habis browsing internet, dan dapat info bagus nih… Share tips untuk menghemat baterai laptop…

Laptop seringkali bermasalah dengan masa pakai baterai yang tidak tahan lama, bocor dll. Semua ini disebabkan kecepatan CPU, kinerja grafis tinggi dan jumlah RAM besar membutuhkan lebih banyak kekuatan. Meskipun produsen laptop adalah menciptakan laptop dengan baterai yang tahan lama, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan sendiri untuk merawat baterai laptop Anda. Inilah tips agar baterai laptop awet:

1.    Saat laptop baru dibeli, masih gres, bateray-nya kan masih kosong nih.. Nah, jangan langsung digunakan bahkan jika charge listrik terpasang sekalipun. Laptop harus dimatikan dulu, di-charge selama antara 4-8 jam hingga lampu indikatornya menunjukkan full charge (biasanya lampu indikator charge akan berwarna hijau).

2.    Jika Anda tidak sedang presentasi tetapi sedang kerja rutin dengan laptop (ngantor), lepaskan saja baterai laptopnya dan gunakan listrik langsung. Jika bateray terpasang, charge juga terpasang dalam banyak kejadian yang memungkinkan bateray cepat bocor. Walaupun laptop modern biasanya memiliki sirkuit yang memastikan baterai tidak digunakan bila charge terpasang, tapi suhu panas juga mempersingkat masa pakai baterai. Yang perlu diingat, bateray laptop digunakan hanya ketika listrik tidak dapat digunakan langsung.

3.    Pastikan untuk mengkonfigurasi pengaturan baterai laptop Anda dengan tepat. Atur periode Sleep laptop Anda agar memungkinkan Anda untuk menonaktifkan layar dan hard disk setelah jangka waktu tertentu tidak digunakan. Tentukan periode ini sesingkat mungkin untuk memaksimalkan masa pakai baterai.

4.    Nonaktifkan Bluetooth dan WiFi ketika tidak diperlukan. Ketika Anda menonton film, atau mengetik dokumen dan Anda tidak perlu online, nonaktifkan perangkat nirkabel. Hal ini akan membantu menghemat daya, sebab konsep Bluetooth dan WiFi adalah mengirim dan menerima signal walaupun Anda tidak menyadarinya dan ini menghabiskan daya. Lebih parah lagi jika kedua fitur ini Anda aktifkan di tempat yang sama sekali tidak ada signal.

5.    Kurangi mengkonfirasi layar terlalu terang. Disatu sisi layar lumayan terang adalah baik karena tulisan lebih jelas, tetapi disisi lain makin terang layar makin banyak daya yang digunakan.

6.    Sejalan dengan tip sebelumnya, Anda harus menonaktifkan screen saver. Terutama ditujukan untuk mencegah layar agar tidak terbakar, screen saver mengkonsumsi daya jauh lebih tinggi karena CPU aktif dan kartu video dan layar juga digunakan. Ini sama dengan menonton video pada laptop.

7.    Selain menonaktifkan Bluetooth dan perangkat nirkabel, juga melepaskan setiap perangkat eksternal ketika tidak diperlukan. Sebuah USB atau mouse nirkabel, memory stick USB, harddisk eksternal atau kartu PCMCIA yang tidak sedang digunakan pada laptop harus dilepas. Anda harus paham, semua perangkat tadi menggunakan daya dari laptop Anda.

8.    Periksa juga program startup Anda dan program aktif dan menutup program yang tidak perlu. Program-program startup yang terlalu banyak akan menyebabkan laptop loading lama. Loading lama akan membutuhkan banyak memory virtual sehingga terlalu banyak menggunakan akses hard disk.

9.    Jika Anda ingin mendengarkan musik, gunakan headset dan bukan speaker. Karena speaker laptop kecil maka walaupun volume musik sudah maksimal tetapi suara tidak maksimal diteling Anda. Jika volume Anda naikkan maka penggunaan daya juga bertambah besar.

10. Update BIOS dan driver. Produsen komputer melakukan perbaikan software mereka sepanjang waktu untuk memperbaiki cara hardware digunakan. Memperbarui Bios akan memastikan bahwa Anda memiliki versi terbaru dan memberikan kompatibilitas maksimum dengan penghematan daya semua fitur sistem operasi. Hal yang sama berlaku untuk driver perangkat keras. Driver mengendalikan semua aspek dari perangkat keras, termasuk mode penghematan daya hardware.

Liga Inggris Musim Ini (2010/2011)

English Premier League atau Liga Primer Inggris sering disebut sebagai liga terbaik di dunia. Selain keglamoran klub dan pemainnya, persaingan yang semakin ketat memberi daya tarik yang kuat. Terlebih, tidak seperti liga lain, semua klub di Liga Inggris mampu menampilkan permainan indah. Menyenangkan sebagai tontonan. Dan lebih menggembirakan lagi untuk pecinta bola di Indonesia, karena hiburan menarik itu bakal aman ditayangkan TPI dan Global TV selama 3 tahun mulai dari tahun ini. Walau kepastian penyiaran itu cukup mepet, tapi tak mengurangi antusiasme. Thanks to MNC Group.

Sebelum liga dimulai, gibol di seantero dunia dibuat takjub oleh “aksi rakus” klub yang baru saja jadi kaya, Manchester City. Pemain potensial seperti Jerome Boateng, Yaya Toure, dan David Silva didatangkan. Banyak yang memprediksi The Citizens bakal bisa bersaing dalam perebutan juara, atau seminimalnya dapat tiket Liga Champions. Jalan masih panjang dan waktu yang akan membuktikan apakah uang bakal memberi prestasi instan bagi City dan membungkam lagu sindiran suporter tetangganya (Manchester United) yang cukup menggelikan, “Who Knows You, City?”.

Walau banyak aktivitas di bursa transfer, bukan pemain City yang paling banyak dibicarakan, melainkan kapten Arsenal, Cesc Fabregas. Barcelona getol membawa pulang anak didiknya itu. Proses negosiasi yang alot dan memakan waktu lama berakhir dengan tertundanya transfer tersebut untuk musim ini. Dan yang terkena getahnya adalah Liverpool, karena jangkar andalannya, Javier Mascherano, dicomot Barca menjelang akhir deadline transfer. Agaknya Barca butuh stok mendesak pengganti Yaya Toure, sambil menunggu era Xavi berakhir dan berburu Fabregas lagi.

Bila ada yang tim besar yang paling stabil di bursa transfer, itu adalah juara bertahan Chelsea. Carlo Ancelotti melanjutkan tradisi “keep the winning team” dan “harus irit belanja” selama melatih Milan ke tim asuhannya sekarang. Hanya dua pemain didatangkan, Yossi Benayoun dan Ramires. Sedangkan sang runner up, Manchester United, menambah amunisi dengan penyerang dan bek potensial, Javier Hernandez dan Chris Smalling, plus transfer misterius pria bernama Bebe. Peringkat tiga, Arsenal, seperti biasa adem ayem. Mungkin fokus mereka adalah mempertahankan sang kapten, dan yang didatangkan pun bukan bintang kelas satu. Marouanne Chamakh, Laurent Koscielny, Sebastien Squilacchi  butuh pembuktian lebih di Liga Primer mengingat ini musim pertama mereka di sana. Sedangkan peringkat empat, Totenhamm, cukup trengginas memperkuat skuadnya. Ada bek senior William Gallas dan gelandang kreatif Rafael van der Vart di daftar pemain baru mereka.

Liga Primer dimulai dengan hujan gol. Chelsea, dengan hattrick sang topskor musim lalu Didier Drogba, membantai West Brom 6-0. Kemenangan besar dengan margin lebih kecil (4-0 dan 3-0) diperoleh Blackpool, MU, Aston Villa. Di pekan kedua, Chelsea masih saja menang 6-0, kali ini ditemani Arsenal dengan skor yang sama terhadap Blackpool, dan Newcastle terhadap Aston Villa. Manchester City tebar ancaman dengan membantai Liverpool 3-0. Dan di dua pekan setelahnya, kejutan-kejutan mulai terjadi. Setiap tim sudah menemui kesulitan berarti kecuali Chelsea. Stabilitas yang terbawa sejak musim lalu membawa The Blues berkibar sendirian di puncak klasemen.

Nah, pekan ini Liga Inggris memasuki pekan kelima. Biasanya, mulai pekan ini, perjalanan masing-masing tim mulai konsisten. Bagaimanakah peluangnya?

Chelsea, harus diakui punya modal paling kuat di perburuan gelar musim ini. Ancelotti, Terry dan Drogba adalah jaminan mutu, ditambah sudah benar-benar pulihnya sang stabilizer permainan, Michael Essien. Jika Chelsea terus konsisten, jalan Ancelotti menyamai 2 trofi Liga Primer Jose Mourinho pun semakin lapang. Manchester United tentu tak mau tinggal diam. Sayangnya, di awal musim ini mereka dua kali tersandung gol telat. Well, United memang kurang jago di paruh pertama, dan baru kelihatan mental juaranya di paruh kedua (tapi gimana kalo Chelsea sudah telanjur tancap gas kencang hayo?). Hanya waktu yang akan menjawab. Dan sebenarnya saya sangat berharap MU juara tahun ini. Kenapa? Satu alasan, saya begitu penasaran dengan era MU tanpa Sir Alex Ferguson. Dan untuk mempercepat lahirnya era itu, apa lagi kalau bukan gelar Liga Primer sehingga MU berhasil mempecundangi gelar Liverpool, kenyataan indah dari pernyataan mimpi nyaris mustahil Ferguson di awal karirnya di MU dulu.

Arsenal dipimpin Fabregas bakal menganggu hegemoni Chelsea dan MU. Tapi skuad muda Arsenal dari tahun ke tahun ‘terbukti’ hanya panas di awal tapi melempem di akhir. Kondisi yang mungkin terjadi juga musim ini. Manchester City akan dihadang Totenhamm lagi dalam drama perebutan tiket Liga Champions, meninggalkan Liverpool dan Aston Villa yang menurut saya musim ini masih akan menjalani musim suram. Liga Primer masih akan berjalan, dengan segala sisi menariknya, bagaimana prediksi Anda? Siapa juaranya?

Hari H+1 Lebaran

Bulan Syawal sudah memasuki hari kedua atau H+1 Lebaran. Sudah boleh berpuasa nih buat umat muslim yang mau memulai puasa Syawal. Kalau keluarga saya, ntar dulu deh, Melanjutkan acara silaturahim keluarga yang banyak makan-makannya dulu. Hehe..

Hari ini, kami bertolak menuju daerahnya orang Turki. Istanbulkah? Atau Ankara? Haha, bukan.. itu mah negara lain. Turki yang dimaksud di sini adalah keTURunan gunungKIdul. Yuph, ke kabupaten yang sering dibilang kurang air walau aliran sungai paling masyhur setanah air, Bengawan Solo, berhulu di sini. Gunung Kidul yang indah. (baca link ini).

Di Gunung Kidul (keluarga dari Bapak), acara sungkeman ke mbah kakung dan mbah setri tidak ada karena keduanya sudah meninggal dunia. Siangnya ada acara trah, kebetulan lokasinya tidak jauh dari rumah simbah. Seluruh keluarga besar ngumpul di acara trah sehingga bisa sungkem di sana. Acara trah selesai dan kami pun bisa bersantai ria.

Nah, saat santai bersama keluarga besar adalah saat yang paling menyenangkan. Bercanda, jalan-jalan, nyewa PS, nonton TV, pokoknya hal-hal sepele kalau dilakukan ramai-ramai jadi seru deh. Apalagi bareng adik sepupu yang imut, polos, dan lucu-lucu. J.

Oya, makanan di sini ada satu yang unik dan saya baru makan kali ini, yakni belalang. Tentu saja bukan belalang hasil tangkapan terus dimasak sendiri, tapi yang sudah dalam bentuk kemasan. Rasanya? Hmm.. cukup maknyuzz. Gurih dan renyah.

Acara di Gunung Kidul ditutup dengan ziarah ke makam simbah di pagi hari berikutnya. Selesailah acara mudik. Back home, dan saatnya mengerjakan tugas-tugas yang belum terselesaikan… Dengan hati yang lebih bersih.. dengan pikiran yang lebih jernih.. dengan semangat baru yang lebih menyala..

Go on!!

Hari-H Lebaran

Setelah bangun saya segera menegakkan sholat subuh di masjid Baitul Qorib, masjid dekat rumah. Ba’da Subuh, baca Al-Matsurat sejenak, dilanjutkan dengan sarapan. Memang sudah menjadi sunnah untuk sarapan sebelum sholat sunnah Idul Fitri. Tak berselang lama, saya mandi. Badan semakin segar, plus memakai baju baru (alhamdulillah.. dipakai di hari raya), siaplah sudah untuk berangkat ke tempat sholat Ied.

Saya sekeluarga sholat Ied di jalan dekat rumah (Kuyudan, RT sebelah). Semenjak RT sebelah menggelar tempat sholat Ied, keluarga kami prefer sholat di sana, karena dekat cukup dengan jalan kaki sudah sampai. Tetangga-tetangga RT saya pun prefer sholat di sana dengan alasan yang kurang lebih sama.

Sholat dan khutbah Ied berlangsung lancar-lancar saja. Tapi ada satu hal unik yang saya alami tahun ini. Yakni, tempat sholat saya miring sekitar 5º! Wow, terasa banget kemiringannya karena kondisi jalan yang dipakai memang sebagian sudah rusak, dan karena saya harus menutup shof di depan, jadi kurang beruntung mendapat tempat yang miring. Well, sholat insya Allah tetap khusyuk. Dan sholat di tempat dan kondisi apapun seharusnya memang begitu bukan?

Setelah sholat Ied selesai dan pulang ke rumah dengan jalur yang berbeda, ’tradisi’ keluarga pun mulai berjalan. Tradisi pertama tentu saja sungkeman antaranggota keluarga. Ibu memulai dengan sungkem ke Bapak, lalu saya dan De’Fia sungkem ke Bapak dan Ibu. Suasana yang selalu membuat hati gerimis, benar-benar menyenangkan menikmati momen lebaran seperti ini.

Tradisi kedua adalah silaturahim keliling RT. Ya, dimulai dari keluarga-keluarga di gang rumah saya, kemudian keliling ke gang selanjutnya, saling bersalaman dan memaafkan. Pada lebaran kali ini yang belum mudik sebelum hari-H Idul Fitri ternyata cukup banyak sehingga tradisi kedua ini berlangsung ramai dan (tentu saja) menyenangkan juga.

Tradisi ketiga, setelah selesai silaturahim se-RT dan packaging sejenak, bernagkat mudik ke rumah simbah di desa Baran, kecamatan Cawas, Klaten. Sekeluarga naek mobil kijang coklat menyusuri jalan Solo-Jogja yang lengang, dengan penuh antusiasme bertemu dengan keluarga besar (dari Ibu) di Klaten.

Singkat cerita, sampailah di desa Baran yang hijau lestari menentramkan hati itu.  Sebuah desa permai yang terletak di kecamatan yang juga asal dari Kapolda Jawa Barat. Keluarga besar berkumpul lengkap, kecuali kakak sepupu yang sedang menempuh studi S-2 di Wageningen, Belanda. (Wah, pengen juga nih segera studi di Eropa..). Seperti biasa, mbah kakung (kakek) memberikan wejangan kepada putra dan cucunya, dilnajutkan sungkeman. Kalimat kebiasaan saya waktu sungkem, ”Ngaturaken sugeng riyadi, Mbah. Nyuwun pangapunten sedaya kalepatan. Kaliyan nyuwun pangestu mugi-mugi saged dados anak ingkang sholeh, pinter, bermanfaat kagem kaluwarga, bangsa, agama” (apa artinya hayo?)

Setelah sungkeman selesai, sekeluarga foto bareng dan ber-Skype ria dengan kakak sepupu yang S2 di Wageningen itu. Wah, di sini sudah selesai sungkeman, di Belanda malah baru jam 5. Masih belum sholat Ied. Next, acara yang paling ditunggu, makan bareng sekeluarga besar!! Yuhui.. dan makanan yang selalu menggoyang lidah dan selalu dirindukan, masakan entog mbah setri (nenek), sambel lombok yang penuh cecek, plus tempe yang benar-benar maknyuzz. Jangan berhenti makan sebelum kenyang lah (Upzz..). Hehe..

Setelah makan bareng selesai, lalu sungkeman ke keluarga (kakak/ adik dari simbah) yang masih satu desa. Sungkeman sampai sekitar jam 11.30 WIB, lalu yang laki-laki segera ke masjid untuk sholat Jum’at. Hmm.. jarang-jarang ya Lebaran jatuh pada hari Jum’at. Ramai dibicarakan apakah masih perlu sholat Jum’at atau tidak. Kalau menurut pikiran saya sih, masa karena ibadah sunnah (sholat Ied) lalu menggugurkan ibadah wajib (sholat Jum’at bagi laki-laki). Wallahu a’lam bisshowab.

Selesai sholat Jum’at, agenda apa ya? Yuhu, sungkeman lagi. Kali ini ke keluarga yang beda desa. Dengan diselingi istirahat mandi sore, sungkeman lagi dan selesailah ’acara’ sungkeman keluarga (dari Ibu) tepat menjelang adzan Maghrib. Saat itu, hujan sudah turun dengan derasnya di desaku. Udara pun terasa lebih sejuk. Seperti hati ini yang menjadi lebih sejuk menikmati suasana Lebaran kali ini.

Selamat Lebaran

Taqobalallahu minna wa minkum.. Shiyamana wa shiyamakum

Minal aidin wal faidzin.. Mohon maaf lahir batin..

Mohon maaf jika selama ini banyak khilaf ya, teman-teman..

Mari sama-sama menjadi pribadi yang lebih baik

Bismillah

Buka Puasa di Rumah Lagi..

Kalau momen yang sangat ditunggu dan dinanti sebagai mahasiswa rantau adalah mudik Lebaran, momen umum yang paling ditunggu dan dinanti oleh orang yang shaum adalah saat berbuka puasa. Kenikmatan berbuka benar-benar menyenangkan, terlebih jika dapat makanan dan minuman yang gratis dan enak (benar bukan?)

Kalau selama menjalan Ramadhan 1431 H ini di kampus, saya biasa mencari takjil di masjid dekat kosan, atau di Salman. Karena dua syarat terpenuhi (gratis dan enak), maka sejauh ini saya sudah sangat bersyukur atas kenikmatan itu. Tapi, dari semua takjil atau makanan berbuka di seantero dunia ini (wah, lebay), tidak ada makanan dan minuman yang terasa selezat buatan ibu saya (tentu saja versi lidah saya).

Di hari pertama buka puasa di rumah lagi (Sabtu 4 Desember 2010 atau 25 Ramadhan 1431 H), Ibu saya membuatkan cocktail sepanci penuh. Cocktail yang penuh dengan buah-buahan ( melon, pepaya, nanas)  + janggelan, rumput laut + sirup cocopandan buatan sendiri. Sepanci? Yuph. Porsi jumbo. Memang kalau makan nasi, lauk atau sayur, saya hanya habis sedikit, tapi kalau buah.. wah, jangan ditanya..

Es Shanghai simpang Dago? Wah, lewat.. Es Degan Tamansari? Ga ada apa-apanya.. Es Alpukat Timun Suri Gelap Nyawang? Tidak dapat menyaingi. Pokoknya nikmat banget cocktail saat buka puasa di rumah (lagi) ini. Karena porsinya sepanci, tentu saja saya tidak brutal dalam makannya. Tetap ada jeda untuk sholat maghrib, ngaji, makan nasi, dan sholat tarawih. Dan habis atau tidak sepanci cocktail itu? Tentu saja, habis. Alhamdulillah.. Memang nikmat buka puasa di rumah dengan makanan minuman buatan Ibu..

Mudik Bareng Widyakelana 2010

Alhamdulillah libur Lebaran telah tiba.. Momen mudik pun menjadi momen yang sangat dinanti dan dinikmati. Tak terkecuali pada libur Lebaran tahun ini, tak kalah menyenangkan. Saya mudik bersama rombongan Widyakelana (Paguyuban Alumni SMA Solo di ITB) naek bus langsung di hari terakhir kuliah (Jumat 3 September 2010), tentu saja bukan paginya, tapi malam sehabis tarawih.

Seperti biasa, dari tahun ke tahun, kalau mudik lebaran Widyakelana menyewa bus. Yang berbeda, untuk kali ini ada 2 bus yang disewa karena banyaknya angkatan 2010 (angkatan terbanyak sepanjang sejarah Wika) yang ikut. Busnya kalo ga salah City Trans menggunakan jasa Smart17Tour. Harga tiket 160ribu (sudah termasuk makan sahur). Agak mahal karena harga Lebaran, tapi sebanding lah. Busnya bagus, baru dan sangat nyaman.

Kami (widyakelana) berkumpul di gerbang depan kampus di jalan Ganesha selepas sholat tarawih. Saat saya sampai di sana diantar mas Bro EP’07, sudah banyak anggota rombongan yang datang. Saya pun segera menaekkan barang ke bus, memilih kursi yang masih tersedia. Dan saya dapat kursi ketiga dari depan, di bus 2. Alhamdulillah masih dapat kursi di barisan depan, walau idealnya kursi bus (menurut saya) kalau ga yang paling depan ya paling belakang. Well, saya kan tidak mabukan lagi sejak SMP, jadi kursi manapun okelah.

Setelah semua anggota telah berada di dalam bus, diabsen ulang dan siap berangkat, bus pun mulai bergerak. Itu sekitar jam 21.20 WIB. Yuhuy, perjalanan mudik pun dimulai.

Bus melaju lancar melewati Jalan Layang Pasopati, dan tanpa terhambat macet yang berarti sudah tiba di gerbang tol Pasteur. Masuk tol, kami mengelilingi batas kota Bandung untuk menuju ke Bandung Timur, dan setelah keluar tol mulai lanjut ke Nagreg. Selama awal perjalanan ini, suasana ramai terjadi karena cas-cis-cusnya Mbak Ratih Farmasi’07, di-counter dengan respon silih berganti anggota Wika yang laen. Seru lah. Mulai masalah jurusan sampai pacar, mulai bagian kapal yang lancip sampai kemampuan berbahasa Sunda (nah lho, ukur sendiri seberapa jauh melencengnya). Jalur Nagreg yang berliku pun dilalui dengan riang, walau semua sadar habis ini pasti pada mulai tertidur satu per satu. Alhamdulillah Nagreg lancar, tidak macet dan saya pun tertidur pulas. Hehe..

Bangun dari tidur pulas, bus sudah berhenti. Ternyata waktunya makan sahur. Wah, lama juga ya saya tertidur. Bahkan saya tidak menyadari busnya tadi sempat berhenti 1 jam untuk pak sopirnya istirahat. Ah, yang penting tidak tertidur waktu jatah makan sahur. Saya segera turun dari bus bersama anggota Wika yang laen. Hmm.. Jatilawang Resto, sama seperti waktu mudik tahun lalu berarti. Well, di sini cukup lengkap sih. Selain resto ada juga Pom bensin dan mushola dengan ukuran cukup besar.

Makan sahur di Jatilawang Resto cukup nikmat, ada daging rendang, sayur, krupuk dan minumnya Frestea dingin. Alhamdulillah kenyang dan siap untuk shaum maksimal. Selesai sahur, masih jam 04.05 WIB jadi masih harus menunggu sekitar 20 menit untuk sholat Subuh. Sambil menunggu sempat melihat highlight kualifikasi Euro 2012 di mana Inggris menggasak Belarusia 4-0. Oya, waktu menjelang subuh ini saya gunakan juga untuk menghabiskan minuman dan snack di kursi bus saya. Ntar ga sadar malah minum pas melanjutkan perjalanan. Bisa berabe kan..

Singkat cerita, sudah sholat subuh dan perjalanan pun berlanjut. Menyusuri jalanan lurus Jawa Tengah dengan sawah nan hijau di kiri kanan, sebentar saja sang surya sudah terbit dengan warna oranyenya yang memberi nuansa indahnya pagi. Praktis dalam perjalanan lanjutan ini saya 90% melek. Suasana ramai lagi karena radio yang disetel menyiarkan lagu Jawatimuran aneh berjudul “tikus” (kocak parah liriknya).

Purworejo, Jogja, Klaten.. satu per satu terlalui. Dan selepas Tegalgondo, mulai ada anggota yang turun dari bus. Yang pertama adalah Singgih TM’08, rekan yang dari awal duduk di samping saya pas. Di situ saja sudah turun, berarti yang dapat disimpulkan adalah, rumah Singgih sangat jauh dari kota. Berada hampir di batas pojok 3 kabupaten: Sukoharjo, Boyolali, dan Klaten.

Sebentar saja sudah sampai di Kartasura, salah satu kecamatan paling modern dan strategis di Indonesia (klaim dari saya sih karena kecamatan ini ada di KTP saya.. hehe). Sadis (nama orang, bukan lagunya Afgan!) turun. Di perempatan Kartasura, belok ke kiri ke arah Colomadu. Jalur berbeda dengan biasanya, tidak dilewatkan di depan Patung Batik Kleco (gerbang utama Solo dari barat), karena gantian mengakomodir teman-teman yang rumahnya di Colomadu. Saya sendiri yang biasanya turun di dekat Patung Batik Kleco, kali ini turun di depan PDAM Jajar. Tak apa, tidak begitu jauh. Toh saya dijemput adik saya yang memang mulai hari Sabtu 4 September 2010 sudah libur.

Setelah menunggu sebentar selama 5 menit (harusnya tidak menunggu, tapi adik saya ternyata lupa jalan tembus dari Kleco ke PDAM jajar.. ya sudahlah), adik saya datang menjemput. Nice. Saya pun bisa merasakan lagi udara kota Solo ini. Jam 11 tepat, saya sampai di rumah. Alhamdulillah…

Jelang Mudik

Mudik… adalah hal yang sangat dinanti-nantikan oleh mahasiswa rantau, entah seberapa jauh daerah tempat merantau dengan daerah asal. Hanya selisih satu kota, sampai selisih satu hari perjalanan, rasa rindu akan kampung halaman benar-benar memuncak. Di satu sisi itu menyenangkan. Sangat menggembirakan menikmati momen ini. Tapi di sisi lain, ini tak kalah menyiksanya. Dan itu pun terjadi pada saya.

Saya sangat rindu bertemu keluarga di Solo, dan nantinya keluarga besar di Klaten dan GK waktu lebaran,, “cepatlah Jumat malam.. cepatlah jumat malam”, itulah yang ada di dalam hati saya.. Ya, memang rencana mudik saya pada jumat malam 3 September 2010,, Cayo.. (sangat semangat!)

Tapi setelah coba me-list apa saja yang harus saya lakukan di H-1 mudik, wah ternyata sangat banyak.. Sangat padat..  “melambatlah sang waktu,, melambatlah..”, itulah yang ada di dalam pikiran saya. Karena waktu luang liburan adalah waktu yang sangat membunuh jika tidak dimanfaatkan. Dan plan untuk menaklukkan waktu ternyata ribet juga. Urgh… (kaluut..T_T)

Ah, ini pasti virus jelang mudik…

Lewatilah, mahasiswa rantau…