Diposkan pada sports

Liga Inggris Musim Ini (2010/2011)


English Premier League atau Liga Primer Inggris sering disebut sebagai liga terbaik di dunia. Selain keglamoran klub dan pemainnya, persaingan yang semakin ketat memberi daya tarik yang kuat. Terlebih, tidak seperti liga lain, semua klub di Liga Inggris mampu menampilkan permainan indah. Menyenangkan sebagai tontonan. Dan lebih menggembirakan lagi untuk pecinta bola di Indonesia, karena hiburan menarik itu bakal aman ditayangkan TPI dan Global TV selama 3 tahun mulai dari tahun ini. Walau kepastian penyiaran itu cukup mepet, tapi tak mengurangi antusiasme. Thanks to MNC Group.

Sebelum liga dimulai, gibol di seantero dunia dibuat takjub oleh “aksi rakus” klub yang baru saja jadi kaya, Manchester City. Pemain potensial seperti Jerome Boateng, Yaya Toure, dan David Silva didatangkan. Banyak yang memprediksi The Citizens bakal bisa bersaing dalam perebutan juara, atau seminimalnya dapat tiket Liga Champions. Jalan masih panjang dan waktu yang akan membuktikan apakah uang bakal memberi prestasi instan bagi City dan membungkam lagu sindiran suporter tetangganya (Manchester United) yang cukup menggelikan, “Who Knows You, City?”.

Walau banyak aktivitas di bursa transfer, bukan pemain City yang paling banyak dibicarakan, melainkan kapten Arsenal, Cesc Fabregas. Barcelona getol membawa pulang anak didiknya itu. Proses negosiasi yang alot dan memakan waktu lama berakhir dengan tertundanya transfer tersebut untuk musim ini. Dan yang terkena getahnya adalah Liverpool, karena jangkar andalannya, Javier Mascherano, dicomot Barca menjelang akhir deadline transfer. Agaknya Barca butuh stok mendesak pengganti Yaya Toure, sambil menunggu era Xavi berakhir dan berburu Fabregas lagi.

Bila ada yang tim besar yang paling stabil di bursa transfer, itu adalah juara bertahan Chelsea. Carlo Ancelotti melanjutkan tradisi “keep the winning team” dan “harus irit belanja” selama melatih Milan ke tim asuhannya sekarang. Hanya dua pemain didatangkan, Yossi Benayoun dan Ramires. Sedangkan sang runner up, Manchester United, menambah amunisi dengan penyerang dan bek potensial, Javier Hernandez dan Chris Smalling, plus transfer misterius pria bernama Bebe. Peringkat tiga, Arsenal, seperti biasa adem ayem. Mungkin fokus mereka adalah mempertahankan sang kapten, dan yang didatangkan pun bukan bintang kelas satu. Marouanne Chamakh, Laurent Koscielny, Sebastien Squilacchi  butuh pembuktian lebih di Liga Primer mengingat ini musim pertama mereka di sana. Sedangkan peringkat empat, Totenhamm, cukup trengginas memperkuat skuadnya. Ada bek senior William Gallas dan gelandang kreatif Rafael van der Vart di daftar pemain baru mereka.

Liga Primer dimulai dengan hujan gol. Chelsea, dengan hattrick sang topskor musim lalu Didier Drogba, membantai West Brom 6-0. Kemenangan besar dengan margin lebih kecil (4-0 dan 3-0) diperoleh Blackpool, MU, Aston Villa. Di pekan kedua, Chelsea masih saja menang 6-0, kali ini ditemani Arsenal dengan skor yang sama terhadap Blackpool, dan Newcastle terhadap Aston Villa. Manchester City tebar ancaman dengan membantai Liverpool 3-0. Dan di dua pekan setelahnya, kejutan-kejutan mulai terjadi. Setiap tim sudah menemui kesulitan berarti kecuali Chelsea. Stabilitas yang terbawa sejak musim lalu membawa The Blues berkibar sendirian di puncak klasemen.

Nah, pekan ini Liga Inggris memasuki pekan kelima. Biasanya, mulai pekan ini, perjalanan masing-masing tim mulai konsisten. Bagaimanakah peluangnya?

Chelsea, harus diakui punya modal paling kuat di perburuan gelar musim ini. Ancelotti, Terry dan Drogba adalah jaminan mutu, ditambah sudah benar-benar pulihnya sang stabilizer permainan, Michael Essien. Jika Chelsea terus konsisten, jalan Ancelotti menyamai 2 trofi Liga Primer Jose Mourinho pun semakin lapang. Manchester United tentu tak mau tinggal diam. Sayangnya, di awal musim ini mereka dua kali tersandung gol telat. Well, United memang kurang jago di paruh pertama, dan baru kelihatan mental juaranya di paruh kedua (tapi gimana kalo Chelsea sudah telanjur tancap gas kencang hayo?). Hanya waktu yang akan menjawab. Dan sebenarnya saya sangat berharap MU juara tahun ini. Kenapa? Satu alasan, saya begitu penasaran dengan era MU tanpa Sir Alex Ferguson. Dan untuk mempercepat lahirnya era itu, apa lagi kalau bukan gelar Liga Primer sehingga MU berhasil mempecundangi gelar Liverpool, kenyataan indah dari pernyataan mimpi nyaris mustahil Ferguson di awal karirnya di MU dulu.

Arsenal dipimpin Fabregas bakal menganggu hegemoni Chelsea dan MU. Tapi skuad muda Arsenal dari tahun ke tahun ‘terbukti’ hanya panas di awal tapi melempem di akhir. Kondisi yang mungkin terjadi juga musim ini. Manchester City akan dihadang Totenhamm lagi dalam drama perebutan tiket Liga Champions, meninggalkan Liverpool dan Aston Villa yang menurut saya musim ini masih akan menjalani musim suram. Liga Primer masih akan berjalan, dengan segala sisi menariknya, bagaimana prediksi Anda? Siapa juaranya?

Iklan

Penulis:

Simple, Humble, Gentle

4 tanggapan untuk “Liga Inggris Musim Ini (2010/2011)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s