Diposkan pada periodic diary

Long Trip to Surabaya


Gerbang Sipil ITB, Senin 4 Oktober 2010 15.15 WIB

Kembali saya memasuki area kampus. Kebiasaan hari Senin kalau berangkat pagi parkir di parkiran SR, setelah rehat siang hari parkir di parkiran Sipil. Kalau dirunut sesuai kebiasaan, seharusnya saya sudah sampai di gerbang sipil ini 1 jam 15 menit sebelumnya untuk kuliah Rekayasa Perangkat Lunak. Tapi sudah terlambat. Payah? Tidak juga. Untuk sementara kuliah kulupakan. Semakin terdengar payah? Yah, just continue reading friends, :-).

Tidak seperti biasa juga, di mana saya hanya membawa tas cangklong berisi dua buku, selembar HVS dan seperangkat alat tulis tunai (halah.. kayak mahar saja..), sore itu saya membawa 2 tas yang isinya lumayan banyak. Satu tas berisi laptop dan kawannya-kawannya (charger, mouse, dll). Kesan payahnya sudah berkurang kan? Hoho.. Satu tas berisi sejumlah pakaian (baju formal, kaos, pakaian dalam). Hmm.. mau ada apakah?

Sebelum jadwal keberangkatan ‘yang tertulis di jarkom’, yakni jam 15.30 WIB, saya sudah sampai di tempat berkumpul, Campus Centre (CC) Barat. Mau berangkat ke mana? Yah, sesuai dengan judul tulisan ini: ke Surabaya. Ada acara apa? Acara ini nih, final Gemastik (Pagelaran Mahasiswa Nasional bidang Teknologi Informasi Komunikasi) 2010. Kebetulan nama saya tertulis di daftar finalis. Dari ITB, ada 31 mahasiswa/i yang jadi finalis, tapi untuk keberangkatan ke Surabaya yang ikut rombongan ini hanya sekitar 16 orang.

Di CC Barat, sambil menunggu anggota rombongan yang belum datang, saya mengobrol dengan rekan2 baru (ya memang sebelumnya saya belum saling kenal dengan sesama finalis dari ITB.. paling baru Karol dan Gogo, teman sekelas waktu TPB). Entah karena mau lomba TIK, bahasa default yang digunakan dalam percakapan kami juga yang berbau TIK yakni bahasa Java. Banyak orang Jawa sih.. haha.. Setelah itu ada sambutan/pelepasan dari Pak Brian Yuliarto, kepala Lembaga Kemahasiswaan ITB. Btw, walau saya cukup sering mengajukan tanda tangan proposal untuk HME dan Gamais, yang otomatis harus ditandatangani Pak Brian, tapi baru saat itu lho saya tahu yang mana pak Brian.. hoho..

Setelah persiapan dinilai cukup dan seluruh anggota rombongan sudah hadir, kami bergegas ke parkir Sabuga karena bus yang akan dipakai diparkir di sana. Mulai berjalan meninggalkan kampus yang kegiatan kuliahnya akan sejenak kulupakan selama 3 hari mendatang. Surat izin tidak kuliah sudah dititipkan sang ketua angkatan elektroteknik 08 nan baik hati, Ijul. Absen sudah ga usah khawatir lah ya. Saatnya berjuang untuk 3 hari ke depan.

Singkat cerita, kami semua sudah di dalam bus carteran. Busnya cukup eksklusif dan nyaman, apalagi untuk keberangkatan ini kapasitas 40 orang hanya diisi sekitar 20 orang (16 finalis, Pak Caska dan 1 lagi pendamping dari kampus, plus kru bus). Two in one.. Oya, kenapa naek bus? Karena kalau Bandung-Surabaya naek kereta api entar dikira plagiat lirik lagu anak-anak dunkz.. haha, engga dink, ada alasan yang tidak perlu dikemukakan. Yang penting, dinikmati saja perjalanan penjang menggunakan bus ini. Saat bus mulai melaju meninggalkan Sabuga, waktu sudah menjelang jam 5 sore. Entah berapa jam perjalanan, kapan sampai Surabaya, sampainya masih pas jadwal check in atau nggak,.. Hmm.. pokoknya dinikmati..

Bus melaju cukup cepat melewati fly over Pasopati, lalu Pasteur dan masuk tol. Keluar tol di daerah Jatinangor. Lewat di depan kampus Unpad. Dan seperti kebanyakan sikap anak kampus mayoritas cowok kalo melihat kampus yang mayoritas cewe, muncullah candaan “Mampir cari pendamping dulu yo.. Buat suporter di sana..”.. Haha.. Kidding.. Kemudian menyusuri jalan raya Bandung-Cirebon nan berkelak-kelok. Saat mampir ishoma (istirahat sholat makan), kalau ga salah sudah sampai Majalengka. Makan malam prasmanan. Oya, selain melupakan sejenak perkuliahan, ini saatnya melupakan sejenak biaya makan anak kos. Selama perjalanan Bandung Surabaya, makan dibayar oleh kampus. Asyikk… Dan makanan pun terasa lebih maknyus karena memang rasa makanan yang paling enak adalah ra sa bayar (ga usah bayar).

Perjalanan lanjut lagi dan kebanyakan waktu diisi dengan tidur. Waktu berhenti sholat Subuh, sudah sampai di Pati (lumayan cepat kan..). Sarapan jam 6 pagi berhenti lagi, kali ini sudah sampai Tuban. Soto di sini benar-benar menggoyang lidah. Maknyuz. Saya menyesal tidak mengambil cukup banyak. Sembari makan istirahat dulu nonton Tom and Jerry yang kebetulan disetel di rumah makan itu. Perjalanan masih berapa jam lagi ya? Kalau agenda check in yang dijadwalkan untuk para finalis sih jam 7-12. Sekarang jam 6 pagi baru sampai Tuban. Sudah sampai Jawa Timur sih. Tapi bisa sampai di Surabaya di jam yang masih ada jeda istirahat cukup untuk memulihkan jetlag engga ya?

Bus rombongan kembali melaju. Melewati jalur utara Jawa Timur, dekat banget dengan laut. Lewat di depan Wisata Bahari Lamongan, yang konon Ancol-nya Jawa Timur. Tapi sekejap langsung terdengar tidak menarik karena mas Wahyu, ketua ARC ITB yang juga ikut rombongan ini, berkata taman wisata bahari itu jelek dan cukup sekali saja ia ke sana waktu libur lebaran kemarin. Waduh2, ini testimoni yang jelek atau emang objek wisatanya yang jelek? Hmm.. saya belum pernah ke sana. Belum bisa menilai.

Well, pada akhirnya sampai juga di Surabaya menjelang jam 10 siang. Udara Surabaya yang sangat panas itu menyambut. Untung ada AC di bus jadi rasa gerah sedikit berkurang. Menyusuri jalanan Surabaya, lewat di depan kampus KU UNAIR (dan keluar candaan lagi lah: “Neng, aa’ ITB lho..”), SMAN 5 SBY (yang katanya paling favorit di Surabaya itu), Museum Kapal Selam, Tugu Sura-Baya, dll sebelum akhirnya sampai di Asrama Haji Sukolilo, tempat kami menginap selama di Surabaya. Tempat itu dekat dengan ITS, kampus tempat diselenggarakannya acara final. Jam 10.30 kami sampai dan check in. Sudah check in, periksa kamar, taruh barang bawaan, dan istirahat sebentar sebelum mandi dan mulai berangkat acara technical meeting..

Yuph, sampai di sini dulu cerita Long Trip to Surabaya, karena emang sudah sampai di lokasi tujuan. Cerita selama di Surabaya akan segera menyusul.. 🙂

Iklan

Penulis:

Simple, Humble, Gentle

Satu tanggapan untuk “Long Trip to Surabaya

  1. Alhamdulillah. meski belum sampai ke puncak, tetapi perlu disyukuri. Semoga kesempatan mendatang sampai di puncak ya? He3. Puncaknya kan emas. Amin3.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s