Posted in embun

Sisi Menarik Polling Masyarakat Indonesia


Ajang Indonesia Mencari Bakat (IMB) 2010 baru saja selesai Ahad lalu (24 Oktober 2010). Anda termasuk yang mengikutinya? Bagaimanakah nasib jagoan Anda? Juara atau tereliminasikah?

Well, hasil sudah sama-sama diketahui. Indonesia ternyata memilih grup musik jalanan dari Surabaya, Klantink, dengan 50,03%, unggul sangat tipis dari penyanyi seriosa dari Medan, Putri Ayu, yang memperoleh 49,97% suara. Perbedaan suara yang tipis bukan? Dramatis..

Ajang seperti IMB gini sebenarnya sulit diperbandingkan karena mengusung jenis bakat yang berbeda-beda. Sering nih pemirsa yang protes baik yang secara terbuka maupun hanya lewat forum-forum tertentu yang intinya pemilihan melalui polling sms tidaklah adil. Tak peduli seberapa bagus kualitas yang ditampilkan para peserta, sisi subjektivitas pemirsa dalam menentukan jagoannya tetap yang menentukan. Tapi bagaimana lagi?

Berdasar penilaian juri semata? Itu juga subjektif. Seadil-adilnya ya untuk acara dengan jenis penampilan beda-beda seperti itu tentu juga pilihan dewan juri  tergantung lebih menikmati nyanyian, dance, atau musik. Terlebih metode SMS memang dinilai cukup fair dan menguntungkan (sangat menguntungkan bahkan) oleh penyelenggara acara. Jutaan sms per minggu, kalikan saja dengan berapa rupiah per sms, untung banyak banget kan?

Sudah kan berarti tidak ada yang perlu diperdebatkan masalah subjektivitas metode, karena tiap metode subjektivitasnya tinggi. Mungkin muncul pertanyaan menarik, klo tidak objektif berarti seberapa maksimalnya peserta menampilkan bakatnya (misalnya Brandon yang membawakan dance hip hop), kalo pemirsa tidak suka tipe bakatnya (dance) tetap tidak bakal dapat suara (sms) donk? Hmm.. kecenderungan itu besar.. So, kesempatan menangnya tinggal berharap pecinta dance lebih banyak dibanding pecinta permainan musik atau penyanyi (plus sekian persen tambahan dari cewek yang gemas akan anak kecil nan imut) ya? Klo pertanyaan setipe ditujukan untuk ‘sistem’ polling di Indonesia, jawabannya adalah TIDAK…

Pecinta khusus dance, tari tradisional, musik tradisonal, singer, adalah sebagian dari pemirsa IMB yang mengirim dukungan ke jagoannya. Ada banyak orang ‘netral’ yang juga menonton IMB dan potensial memberi dukungan sms cuma-cuma. Dan di sinilah sisi menarik itu muncul.. Saat sekumpulan subjektivitas hati masyarakat Indonesia digabung dalam bentuk perhitungan polling sms. Sisi menarik dari kecenderungan masyarakat Indonesia dalam menentukan pilihannya…

Tahukah teman-teman kesamaan kejadian yang “identik dengan pilihan jutaan massa masyarakat Indonesia” berikut:

1. Kemenangan SBY dalam Pilpres jilid 2

2. Booming lagu Sheila on 7 (waktu awal album SO7 dulu) sampai mereka sempat dijuluki band sejuta kopi?

3. Kemenangan Fery di Akademi Fantasi 1 (yah sebagai contoh saja)

4. Kemenangan Klantink di Indonesia Mencari Bakat (IMB) 1

Pasti teman-teman tahu.. kalau belum, kita kupas dari Klantink dulu deh, yang paling up to date dan kebetulan IMB menjadi pembuka tulisan ini…

Apa yang istimewa dari Klantink? Tentu bakat musikal mereka yang bisa membuat alat non-musik (sepeda motor, becak, lesung, gubuk kecil bahkan panggung IMB) jadi permainan musik yang asyik. Tapi dengan modal itu sajakah mereka memenangkan IMB? Tidak. Banyak yang bilang musik mereka monoton. Juri yang ahli musik (Addie MS) pun mengomentari tentang tempo yang sering miss. Plus banyak bakat lain yang tak kalah kerennya di IMB. Jadi keahlian musik Klantink, menurut saya baru 50% faktor berhasil. Yang 50%? Tak lain tak bukan faktor sikap santun dan latar belakang. Dari pemirsa IMB tentu tahu dari latar belakang mana Klantink berasal, yuph pengamen jalanan di Surabaya. Pengamen jalanan. Mungkin latar belakang ‘paling kelam’ dari semua peserta yang dari keluarga berkecukupan. Bukankah dengan latar belakang itu Klantink secara teknis paling tidak diunggulkan dalam urusan polling sms?

Penampilan Klantink selalu terlihat paling sederhana (dalam hal kostum). Kesederhanaan yang dibarengi dengan semangat tinggi dan tampil tanpa beban. Bahkan saking tanpa bebannya, pernah mas Budi (salah satu personel Klantink) tak sengaja menyebut penonton (di studio) dengan penumpang (seperti kebiasaan pengamen). Setelah tampil, saat mereka mendengar komentar dewan juri, kembali terlihat njawani, malu-malu pakewuh. Ditutup dengan semacam motto dari mereka “Klantink selalu optimis”. bisa dibilang penampilan mereka paling sederhana dan santun.

Dan menurut saya, penampilan mereka yang seperti itu ditambah sisi melankoli perjuangan mereka dari bawah (pengamen jalanan) yang menjadi faktor terbesar kemenangan mereka di IMB. Mereka mungkin tidak memenangi sisi eksklusif, sisi yang biasa disebut orang dengan “gaul/kota”. Tapi mereka memenangi hati pemirsa… karena sikap itulah yang paling disukai masyarakat Indonesia..

Bukti bahwa pernyataan itu bukan hanya sekedar generalisasi? Lihat saja bagaimana SBY memenangi pemilu raya presiden walau di debat terbuka terkesan adem-ayem. Yuph, ini Indonesia bukan Amerika, bung. Barack Obama boleh menang dengan pidato berapi-api dan kemenangan dalam duel debat. “Ini Indonesia, Mus. ‘politik santun’lah yang berlaku”, begitulah istilah yang pernah dituturkan sahabat saya. Begitu pula Sheila on 7 dengan lagu dan penampilan yang sederhana ga neko-neko ternyata banyak digemari. Biarpun banyak yang menyibir penampilannya kurang macho, agak kampung, dsb toh mereka bisa sukses di atas. Di Indonesia “seni santun”lah yang banyak dipilih. Sedangkan fenomena Fery AFI mirip2 Klantink lah, tampil ga neko-neko ditambah sisi melankoli latar belakang kehidupan.

Di negeri yang kita cintai ini, kesantunan dan kisah perjuangan hidup nan gigih sangat dijunjung tinggi… bukankah kita seharusnya bangga dengan itu?

Dan apa yang ingin saya sampaikan di sini? bahwa untuk memenangi polling masyarakat di Indonesia ada baiknya mencermati fenomena di atas. terlebih untuk lingkup pemilihan yang luas. Bagi teman-teman yang ingin maju menjadi pimpinan organisasi, atau mungkin bermimpi menjuarai kontes berbasis polling sms, atau jauh lebih bagus lagi bermimpi menjadi RI-1, selain kepemimpinan dan kemampuan manajerial yang oke, jangan lupa faktor santun. Bila ada, mungkin perlu juga tuh, cerita sisi melankoli kisah hidup Anda. Well, ingin ikut pilihan atau tidak,  tetap jalani hidup dengan baik.. sederhana ga neko-neko aja deh… dan tentunya.. santun… perbaiki sikap, perbanyak senyum..

🙂

Bandung, 28 Oktober 2010

Penulis:

Simple, Humble, Gentle

3 thoughts on “Sisi Menarik Polling Masyarakat Indonesia

  1. 1. oke sy se7 bhw “santun” mesti kita kedepankan utk mendptkan dukungan apbl kita mau memeroleh simpati masy luas.
    2. namun boleh donk sy jg kasih gambaran or contoh yg lain. apkh mereka yg terpilih sbg juara dlm ajang kontes2an yg berbasis polling sms akhirnya tetap konsisten menjaga imajenya sbg seorang juara? simplenya, apakah mrk sampe skrg msh dikenal masy pendukungnya waktu kontes tsb digelar?
    3. sy mungkin termsk salah seorang yg se7 bhw dlm ajang kontes apapun, penilaian Yuri tetap dimasukkan dlm kontribusi penilaian akhir, khususnya saat grand final atau minimal setelah memasuki babak 5 besar.
    Oke…… good luck….

  2. paling tidak mereka masih didukung oleh minimal 80% orang2 yang pernah ‘berkorban’ untuk mereka saat jaya, misal dalam kasus SBY ya mereka yang sampai ikut kampanye dan propaganda, SO7 mereka yang beli kaset originalnya, dan klo Fery AFI dan Klantink IMB yang pernah mengirim dukungan sms…
    klo penilaian digabung antara pilihan juri dan pilihan sms, mungkin lebih fair..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s