Posted in embun, kampus

Mencari Lomba yang Gratis


Hari yang padat telah kulalui Senin kemarin. Kuliah mulai jam 7-11, lanjut dengan praktikum Sistem Komunikasi yang seharusnya menyenangkan ribet karena alat-alatnya yang kacau. Tersentuh dikit connectornya, langsung angkanya berubah drastis, mana hasilnya kurang presisi dengan yang ideal. Untungnya laporan praktikum selalu dikumpulkan hari berikutnya, jadi bisa diperbaiki lah presisinya. Haha… Setelah jeda bentar, terus kuliah lagi sampai jam 3 sore. Masih mending itu karena jadwal seharusnya sampai jam 4. Senin memang full… Stressful…

Selesai kuliah, sholat Ashar di mushola CC barat dulu. Lalu sejenak menyiapkan laporan praktikum (dasar teori doank), di basement CC. Oya teman-teman, di basement inilah pusat info beasiswa, info lomba, dan info kegiatan mahasiswa. Yah, karena menyiapkan dasar teori praktikum itu bisa selesai dalam waktu sangat singkat (yang luamaa itu olah data dan analisisnya), terus udahan deh tutup laptop dan jalan-jalan liat info di sekitar situ.

Info beasiswa.. ada banyak. Dan karena masa penerimaan beasiswa PPA-ku baru habis akhir tahun ini, jadi harus menunggu untuk mendaftar lagi.

Info kegiatan mahasiswa.. banyak juga. Tidak perlu disebut satu-satu. Yang jelas, yang menarik perhatian saya untuk datang adalah Loedroek ITB yang bakal show lagi tanggal 3 Desember. Asyiik,, entertainment show paling menghibur di kampus (tentu saja menurut saya walau mungkin banyak juga yang mengiyakan).. Haha,, acara superkocak itu… Judulnya saja sudah menggelikan: Kacau Kami Kicau Licikmu (kalau disingkat, semua mahasiswa kampus Ganesha ini pasti tau maksudnya..)

Info lomba.. saya yakin kalau dipersentase, info jenis ini yang persentase dilihatnya paling kecil (dibanding info beasiswa dan info kegiatan mahasiswa). Yah, mungkin mahasiswa di sini terlalu sibuk dan stres dengan kuliah, praktikum, dan tugas besar yang bejibun. So, tiap ada lomba pasti yang antusias sedikit (berkaca dari jumlah yang mengajukan PKM yang notabene lomba skala nasional yang umum).  Teringat lomba, jadi teringat PKM. Oya, ada yang ‘tertinggal’ dari PKM tahun lalu tapi belum saya ambil. Sudah beberapa bulan dari seharusnya. Akhirnya saya mengurungkan niat untuk membaca info lomba dulu (wah.. ikut2an mayoritas mahasiswa ITB donk? eh, bentar…),, ke Lembaga Kemahasiswaan untuk mengurus ‘hal yang tertinggal’ itu…

Lembaga Kemahasiswaan, lembaga yang dibenci dan dicintai oleh mahasiswa. Hah? Ya, begitulah. Panjang untuk diceritakan. Yang jelas cluenya dibenci (oleh aktivis kegiatan mahasiswa) dan dicintai (oleh para lomba-holic). Hmm.. kok kesannya jadi aneh gitu ya? Haha, pada kenyataannya lembaga ini ga dibenci-benci amat, juga ga dicintai-dicintai amat. Kondisional lah…

Dan untuk kondisi saya setelah keluar dari Lembaga Kemahasiswaan barusan, saya tersenyum lebar dan mungkin saat itu masuk golongan yang mencintai walau ga cinta-cinta amat ke LK. Alhamdulillah, ‘hal yang tertinggal’ itu sudah kelar. Pokoknya alhamdulillah….Luar biasa…

Nah, setelah keluar dari LK, antusiasme saya untuk lomba meningkat pesat. Info-info lomba di basement CC pun jadi lebih banyak pembacanya (+1, saya..). Untuk lomba paling dekat adalah rancang LCD, deadline 20 Nov (sudah terlewat ya.. wah..). Bukan berarti saya ketinggalan info. Info lomba ini sebenarnya sudah saya baca bulan lalu, tapi karena lack of creativity, plus ga jago masalah grafis2 jadi tidak kurang tertarik. Padahal untuk ikut lomba itu gratis dan kalau menang hadiahnya besar. Dua syarat lomba yang biasanya membuat antusias: PENDAFTARAN GRATIS dan PEMENANG DAPAT HADIAH BESAR. Tapi untuk yang ini, well, bijimana lagi.. masih harus belajar grafis dan untuk saat ini (masih) belum tertarik dengan grafis …

Lalu baca sederet info lomba yang lain.. ada macam-macam, tapi…

Lah kok ada tapinya? Hiks.. Hiks… Iya ni… selain tema lomba yang tidak berkaitan dengan jurusan saya, ternyata lomba yang lainnya: pendaftaran berbayar dan hadiahnya kecil. Wah…

Saat sampai di kosan beberapa jam kemudian (ya di sela-sela itu menjadi bagian “HME:best supporter is ours” dulu), langsung googling info-info lomba. Terutama yang karya tulis, karena memang interest saya di situ. Dan hasilnya, belum ada info lomba yang memenuhi 2 kriteria di atas. Lalu, terjadilah dialog antara hati kecil saya

hati kecil1 : waduh,, koq lombanya pada berbayar semua gini..

hati kecil2 : udah, ga pa2.. ikut aja.. itung2 investasi untuk pengalaman…

hati kecil1 : sok bijak loe, iye kalo menang…

hati kecil2 : ih, pesimis amat.. yakin donk bisa menang….

hati kecil1 : tapi kemahalan cuy biaya daftarnya. Minimal 50ribu… Nih lihat malah ada yang pendaftarannya 200ribu, padahal hadiah juaranya 3juta….

hati kecil2 : lah kenapa emang?

hati kecil1: itu mah kaya arisan yang ikut 15 orang @bayar 200ribu.. klo yang daftar cuma 15 yawda impas lah.,. itu mah tanpa sponsor juga bisa..

hati kecil2 : lah loe kalo buat acara lomba juga biasanya gitu..

hati kecil1 : SMP atau SMA sih cenderung iya, tapi ini kan mahasiswa… kalo ada embel2 Dikti atau sponsor perusahaan gedhe cem Pertamina atau Telkom kan seru tuh..

hati kecil2 : Yee.. sombong loe.. peluang loe menipis kalo ikut lomba besar gitu.. mending ikut yang ada dulu, kans menangnya kan relatif lebih besar..

hati kecil1 : Ga tau deh…

Debat itu sebenarnya belum akan berakhir, tapi hati kecil1 dan hati kecil2 sepakat untuk membuat laporan praktikum terlebih dahulu…

Penulis:

Simple, Humble, Gentle

6 thoughts on “Mencari Lomba yang Gratis

  1. Ya3. Smg sukses ya. Doa kami menyertai setiap langkah baikmu. Smg Allah sll meridloi n selalu membimbing ke arah kebenaran serta kesuksesan. Amin3.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s