Diposkan pada teknologi

Belajar tentang TCP/IP


Lama tidak memposting yang berbau akademik nih.. Hmm.. Kayaknya sekarang saatnya sejenak berganti warna dengan tulisan akademik atau teknologi. Yang bakal teman2 baca ini adalah tulisan pengalaman praktikum saya, di prodi Telekomunikasi ITB.. semoga teman2 tertarik dan melanjutkan baca, siapa tahu jadi inspirasi masuk ITB.. atau bisa tahu ilmunya dan bisa mempraktekkan di rumah tanpa perlu susah2 masuk ITB.. 🙂

Untuk postingan ini, urut dulu dair praktikum pertama ya… mengenai TCP/IP … Wah, apa tuh?

Eits, jangan kabur dulu. Ini dasar telekomunikasi yang menarik lho… Apalagi sekarang era global, eranya internet, nah internet itu dasarnya ya TCP/IP dan Server.. Gaul ? Mengerti arus global? harus tahu internet donk…

TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol) tu adalah standar tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet. Mulai dikembangin di akhir 1970-an untuk hubungin jaringan luas (WAN) dan akhirnya jadi yang paling banyak digunakan saat ini. Ke depannya pasti bakal berkembang lagi karena TCP/IP selalu berevolusi seiring dengan waktu, mengingat makin banyaknya kebutuhan akan jaringan komputer dan internet.

Nah, untuk belajar konfigurasi dan cek parameter TCP/IP ga bisa ‘kosongan’ dari compy kita yang umumnya berbasis XP/Vista/Seven. Butuh bantuan OS yang namanya FreeBSD. Kenapa FreeBSD? Yah karena nih software emang dikembangin khusus untuk server jaringan yang handal. Bisa didapat di link ini. Untuk jalanin FreeBSD, butuh machine yang bisa jalanin 2 atau lebih OS sekaligus. Waduh, ribet ya. Engga juga kok,,tinggal download VMWare (oke banget software ini). Dengan VMWare itu, kita bisa jalanin FreeBSD yang handal sebagai server tapi tampilannya ga asyik  itu bersama dengan OS utama kita (Windows/Linux) yang tampilannya tentu saja membuat nyaman…

Oke, sudah siap VMWare-nya? Next, power on FreeBSD yang sudah ada di situ..masukkan username dan password (terserah, yang gampang diinget aja). Jangan dulu kecewa pada tampilan FreeBSD yang hanya hitam putih doank.. Yuk mulai dengan konfigurasi…

Konfigurasi pertama network interface dulu, perintahnya: ifconfig <interface id> inet <ip address> netmask <subnet mask> up  {misal: ifconfig em0 inet 167.205.64.110 netmask 255.255.255.192 up}

Lanjut dengan konfigurasi default gateway, perintahnya:  route add default <ip address gateway> {misal: route add default 167.205.64.1}

Terus masukkan DNS server dengan text editor ee (ketik: ee /etc/resolv.conf), lalu di situ masukkan: nameserver <dns server> {misal: nameserver 167.205.23.1}

Setelah selesai melakukan konfigurasi, lanjut dengan cek parameter TCP/IP:

Pertama—menggunakan perintah ping (untuk cek network interface sudah terkonfigurasi dengan benar ato belum) {misal: ping 167.205.64.1 atau ping http://www.facebook.com}. Hasilnya gini nih:

Kedua—menggunakan perintah traceroute untuk melihat berpa hop dan router mana saja yang dilewati untuk host-host di atas.

Ketiga—mencari IP address dari hostname yang telah ditentukan dengan perintah nslookup.

Keempat—melihat tabel routing komputer praktikan dengan perintah netstat –nr, mencatat hasilnya, lalu memberikan penjelasan pada laporan.

Kelima—melakukan pengecekan pada komputer/server dengan hostname yang telah ditentukan apakah port 80nya terbuka atau tidak (dengan perintah telnet).

Iklan

Penulis:

Simple, Humble, Gentle

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s