Diposkan pada jalan-jalan, periodic diary

Tour De Jogjakarta-1


(Solo-Jogja, 22 Desember 2010)

Angin bertiup kencang mengiringi laju sepeda motor yang kutumpangi. Hambatan udara besar yang selalu kurasakan di jalanan ini, karena begitu nyamannya digunakan untuk melaju kencang. Ya, orang-orang mengenalnya dengan jalan raya Solo-Jogja. Jalan yang menurutku semi tol, maksudnya dapat melaju kencang dengan nyaman, hanya saja ada selingan bangjo (lampu merah). Walaupun kali ini tidak seperti biasanya, aku duduk di belakang membonceng kawanku, tapi aliran udara kencang yang kurasakan masih sama saja.

Motor melaju semakin kencang. Ada 3 motor dalam rombongan kami. Kami, karena aku menuju Jogja bersama 4 orang kawanku plus satu adiknya. Berenam. Akibat miskomunikasi yang terjadi saat antara POM bensin dan beli gethuk Tegalgondo nan lezat, kami tidak lagi berjalan beriringan. Bahkan aku sekarang berada paling belakang, so harus ngebut sekencang-kencangnya.

Dalam hitungan menit (lebih dari 30 menit sih..hehe), kami sudah tiba di depan area Candi Prambanan, perbatasan Klaten dengan Jogja. Checkpoint untuk istirahat makan terlebih dahulu. Malangnya warung yang ingin dituju ternyata tutup, oke dah cari di dekat Kalasan. Nyatanya, tidak ada yang cocok dan rombongan malah kembali tercecer, bahkan saat sudah sampai pertigaan Janti, di saat harus diputuskan mau terus makan-makan dulu ke arah kota Jogja, atau belok kiri menyusuri ring road selatan langsung menuju base camp.

Tampaknya perjalanan berangkat ini memang kami bernasib cukup sial. Tidak bisa beriringan, tak jadi makan siang, bingung arah jalan, dan roda sepeda motor bocor! Well.. mungkin inilah sensasi awal sebuah touring. Ga enak kalau dilalui dengan datar-datar saja. Oya Kawan, asal tahu saja baru pagi tadi aku tiba di Solo dari Bandung, dan siang ini sudah melaju ke Jogja. Hmm…

Basecamp kami ada di sebuah perumahan di jalan Parangtritis, Jogja. Sebelum sampai basecamp, menuntaskan hasrat makan yang tertunda dahulu. Jadilah makan sore di mie ayam dekat simpangan jalan Parangtritis- ring road selatan. Akhirnya perut terisi, dan sekarang waktunya ke base camp.

Yuhu, ternyata makan sore kami ‘ditakdirkan’ untuk langsung dimanfaatkan. Kondisi basecamp yang merupakan rumah milik kawanku ternyata sudah lama tidak dipakai. Kanopinya hancur. Rumah kotor. Dan kami pun harus langsung bekerja bakti. Tak apa. Cukup menyenangkan. Paling tidak ‘bakat’ bersih-bersih yang kurang tersalurkan di kosan (karena malas) jadi ‘terpaksa’ tersalurkan di sini. Haha…

Good job. Rumah sudah cukup bersih! Suatu kenyataan yang patut diberi apresiasi mengingat anggota rombongan semuanya cowo. Hehe.. Bisa mandi dan merebahkan diri dengan nyaman. Badan masih letih, tapi sudah jauh berkurang keletihannya. Agenda menikmati cahaya malam Jogja segera dibuat. Sayang kalau melewatkan gemerlap indah cahaya lembut kota Jogja.

Malam hari di Jogja. Mana yang jadi tujuan pertama? Yah, cukup monoton, seperti kebanyakan orang: MALIOBORO! Ramai sekali di sini. Tapi tak mengganggu kenyamanan berjalan kaki menyusuri jalan paling terkenal di DIY ini. Masuk sejenak di Mall Malioboro tanpa tujuan yang jelas. Naik eskalator sampai lantai empat, terus turun lagi dan keluar. Garing. Kegaringan yang sebenarnya disebabkan kami menunggu sohib kami yang dari wajahnya kelihatan ia dari tempat garing (baca: face Arab/padang pasir..). oke ini jayus.

Sohib kami yang berkuliah di kampus kondang kota gudeg ini akhirnya datang juga. Siip, ada tour guide yang siap memandu keliling kota. Karena dari tadi belum makan malam, so agendanya cari tempat makan yang enak dan kalau bisa murah (jiwa anak kosan) J

Aih, tour guidenya! Ada apakah? Ga beres nih cari tempat makannya. Pertama mau di dekat Taman Pintar, eh bersih pedangang. Katanya sih ada razia. Lalu menuju kampusnya di Bulaksumur, dan lagi-lagi sudah bersih dari pedagang. Akhirnya makan malam di deretan angkringan (ga tau daerah mana, yang jelas dekat sungai, cukup ramai tempatnya). Alih-alih sedikit menjajakan kawannya ini, sohibku itu malah bilang, “Ati-ati, biasanya di sini BANYAK BANCI!!”.. What the….

Pulang dari makan malam, sampai di base camp sekitar jam 23.00. Langsung deh pada tepar semua. Selain karena capek, ada targetan besok bisa menyaksikan keindahan sunrise di Pantai Depok atau Pantai Parangtritis. So, segera tidur!

Iklan

Penulis:

Simple, Humble, Gentle

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s