Posted in embun, kampus

Dalam Mihrab Cinta Ku kan Kembali


Bandung, Ahad 23 Januari 2011

hari terakhir liburan menjelang semester enam… Sudah lebih dari puas menikmati liburan, dan seminggu sudah di Bandung untuk menyiapkan kuliah semester 6. Melalui berbagai sumber seperti FTP Lhauk (protokol transfer file tongkrongannya anak HME), web Pak Tutun,web course STEI,dan berbagai pihak yang tidak bisa kami sebutkan satu per satu (aih, kaya apa aja), terkumpullah lecture notes dan slide-slide kuliah yang dibutuhkan untuk perjuangan semester 6. Belum lengkap juga sih. Tapi sudah banyak yang siap dibawa ke medan laga (weiz, dibaca dan dipahami maksudnya). Untuk semester 6 yang jauh jauh jauh lebih baik! Cayo!

Nah, saat asyik menikmati slide2 kuliah yang ternyata enak sekali dibaca (baru baca yang pendahuluan soalnya, masih membahas kaitan dengan kehidupan riil jadi asyik, coba kalo sudah masuk rumus.. hmm.. semoga terus konsisten dalam keasyikan deh), ditemani oleh iringin nada yang mengalir indah dari penyanyi yang tengah naek daun (sebut saja Afgan).. jadi tambah semangat.. sampai batas pergantian hari, lagu itu masih menemani dengan liriknya yang membuat hati tergetar (terlebih karena sudah merasakan efek nada itu saat menonton film Dalam Mihrab Cinta)…

Ya, iringan nada itu adalah Original Soundtrack (OST) utama dari film Dalam Mihrab Cinta, film yang diangkat dari novel Kang Abik (Habiburrahman El Shirazy) dan spesialnya beliau juga sutradara film tersebut… Begini nih liriknya..

demi cinta ku pergi
tinggalkanmu relakanmu
untuk cinta tak pernah
kusesali saat ini
kualami kulewati

reff:
suatu saat ku kan kembali
sungguh sebelum aku mati
dalam mihrab cinta ku berdoa semoga

suatu hari kau kan mengerti
siapa yang paling mencintai
dalam mihrab cinta ku berdoa padaNya

karena cinta ku ikhlaskan
segalanya kepadanya
untuk cinta tak pernah
ku sesali saat ini
ku alami ku lewati

repeat reff [2x]

suatu saat ku kan kembali
sungguh sebelum aku mati
dalam mihrab cinta ku berdoa semoga

suatu hari kau kan mengerti
siapa yang paling mencintai
dalam mihrab cinta ku berdoa padaNya semoga semoga

*

Dalam film tersebut, lirik tersebut berlaku untuk proses taubat Syamsul (Dude Herlino).. Proses yang luar biasa dari seorang yang pernah terpaksa menjadi pencopet…

Nah, karena suasana persiapan semester 6 ini, lirik tersebut jadi saya maknai dengan proses taubat tapi berbau akademik.. “taubat akademik”, hmm.. entahlah apa istilah yang cocok…

Yang jelas, saya ingin kembali mempunyai prestasi akademik yang gilang gemilang.. Menjadi jauh lebih baik.. Demi cintaku terhadap ilmu.. Demi impianku menjadi seorang ilmuwan.. Demi membaca apa yang diajarkan oleh-Nya di seluruh penjuru alam…Demi rinduku akan ridho Allah..

Hari ini mungkin saya sedang mengalami masa yang kelam, selayaknya saat Syamsul yang dalam cerita itu pernah jadi pencopet, tapi suatu saat ku kan kembali… sesegara mungkin ku kan kembali..

Semoga aku masih bisa terus berjuang, belajar, dan termasuk salah seorang yang paling mencintai..

Dalam Mihrab Cinta kuberdoa…

Penulis:

Simple, Humble, Gentle

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s