Arsip Bulanan: Februari 2011

Puspa Iptek

Hmmm… Apa kabar teman2 blogger/reader? Baek kan?

wah,saya lama ga update blog ini.. ^_^

Sekarang mau rutin nulis lagi, dimulai dari cerita ini dulu: cerita beberapa minggu lalu jalan2 ke PUSPA IPTEK Padalarang. Apakah itu Puspa Iptek? Just enjoy this writing.. hehe…

Puspa Iptek tu kependekan dari Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Nah, dari namanya, sudah jelas apa yang ada di dalamnya adalah yang ilmiah2 atau yang eksak2. Waduh, jadi keinget matematika, fisika, kimia donk? Denger aja dah pusing. Eits, tunggu dulu. Di pusat peragaan ini, bidang eksak yang disebut barusan jadi bisa dipelajari dengan mudah dan (ini nih yang penting) mengasyikkan!!

Waktu kita belajar eksakta tapi ga kebayang konsep2 atau rumus2 yang ada itu buat apa, kan jadi bingung tu.. Lebih dari bingung malah: bingung, bosan dan malas (walah, walaupun itu cukup normal tapi jangan sampai ya..). Well, di satu saat, mempelajari eksakta sangatlah menyenangkan. Tapi kalau pas ribet ga bisa2 ngerjain soal, bete juga ga tuh. Kebanyakan ngerjain integral yang penuh “cacing” jadi cacingan, kebanyakan belajar reaksi kimia jadi mual-mual sendiri, dan paling parah kalau ada yang ngaku otaknya berpindah dari kepala ke dengkul karena kebanyakan belajar gravitasi. Hahaha… Nah, itu dia, untuk belajar eksakta, peragaan praktis dari konsep2 yang ada sangat dibutuhkan. Selain jadi lebih kebayang dan insya Allah lebih paham dengan teorinya, juga bisa mengubah mindset bahwa eksakta itu bisa dijadikan “maenan”, bukannya “kutukan”.

Gambar di atas merupakan tampak samping dan tampak atas dari Puspa Iptek. Cukup megah, plus berada dekat gerbang perumahan elite Kota Baru Parahyangan (Padalarang). Untuk menuju ke sana dari Bandung bisa lewat jalan tol atau kalau bawa sepeda motor ya sekalian touring lewat Cimahi dan 1jam saja sudah sampai. Oya, liat deh atap bangunannya. Miring ke atas ga jelas gitu kan? Nah, itu tu sebenarnya bukan ga jelas (asal gaya), tapi itu sebagai jarum jam matahari. Ntar dari bayangan “jarum besar” itu akan jatuh ke area biru (lihat gambar kanan) dan dari sana bisa kita baca jam berapa. Unik kan? dan yang menambah unik, ternyata ini adalah the Biggest Sundial alias Jam Matahari terbesar di Indonesia. Wow!

Untuk masuk ke Puspa Iptek, kita harus merogoh kocek Rp 10.000,00/orang. Mahalkah? Yah, klo saya sendiri sih mencoba menganggap itu sebagai harga yang normal karena objek wisata di Bandung dan sekitarnya memang rata-rata bertarif segitu.Dan karena sudah beli tiket, mari masuk ke dalam pusat peragaan nan megah ini…

Setelah melewati gerbang, patung Einstein yang ikon fisika itu menyambut. Walaupun Einstein memang seorang jenius eksakta, tapi saya sebenarnya tidak setuju jika beliaulah yang ‘menyambut’ di pintu depan. Harusnya Pak Habibie lah, ikon jenius eksakta Indonesia. Kenapa harus orang asing sih? well, entahlah. Daripada ribet mikirin, lebih baik foto2 di samping eyang Einstein sambil berdoa semoga suatu saat bisa seperti dia, jadi ikon eksakta. Haha..

Terus masuklah saya di ruang utama Puspa Iptek. Berbagai “mainan” sudah menyambut untuk dicoba. Banyak banget alat peraga, saya coba satu-satu dengan asyiknya. Setelah dicoba sesuai instruksi, terus baca kaitan dengan teorinya. Wah, bagus2. Jadi, lebih tahu aplikasinya sekarang. Kesannya eksakta sudah ga ribet lagi. Bisa untuk asyik-asyikan gini. Pokoknya banyak sekali aplikasi eksak yang menarik untuk dicoba. Salah satunya “kepala gantung” ini, di mana berefek menghilangnya badan saya:

Puspa Iptek pun rencana ke depannya akan selalu mengembangkan diri. Termasuk menambah alat peraga, mengadakan lomba cipta alat peraga, disamping mengadakan event-event berwawasan iptek. Hmm.. ditunggu deh. Dan semoga semakin banyak yang tertarik untuk ke sana, dan pulang2 dari sana jadi semangat belajar iptek.

Itulah tadi cerita dari Puspa Iptek. Sebelum pulang dari sana, boleh donk foto2 lagi,, kali ini bareng teman2…

Salam.

Google Maps Tour Guide

Sudah bukan rahasia lagi kalau peta-peta canggih garapan Google (Google Maps) dapat sangat membantu dalam pencarian suatu lokasi geografis secara akurat. Perangkat lain yang sangat membantu dari Google Maps adalah “Get Directions” yang membuat kita bisa ‘minta tolong’ ditunjukkan jalan dari tempat awal kita ke tempat yang ingin kita tuju. Informasi geografis dan petunjuk berkendara, menarik bukan? Ya, walau saya jarang atau malah baru hari ini tadi merasakan manfaat utuh dari Google Maps.

Ceritanya, saya ingin menuju Padalarang, ingin liat Puspa Iptek (Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) sekaligus jam matahari terbesar di Indonesia. Nah, karena belum pernah ke sana, yang otomatis belum hafal jalan, sebelum berangkat sejenak buka Google Maps. Sangat sebentar, 5 menit doank. Dan saya sudah punya bayangan jalan mana saja yang harus dilewati sesuai Algoritma Dijkstra (auwah… lupakan Dijkstra). Oh ya, karena Google Maps menunjukkan jalan yang ‘paling enak’ jadi ia memilihkan rute lewat jalan tol. Hanya sekitar 19 menit untuk Bandung-Padalarang! Wow.. emang cerdas nih program.. Sayangnya, satu saja kesalahan si Google Maps, ia tak tahu kalau saya naek sepeda motor..

Nah,, karena rute yang ditunjukkan “Get Directions” tak mungkin dilalui, jadi gimana ni? ternyata eh ternyata, sedikit saja Si Peta dizoom (diperbesar), eh kelihatan jalan yang ditandai dengan warna kuning (disinyalir, atau emang sudah aturannya begitu, adalah jalan raya/jalan utama).. bagusnya, setelah ditelusuri arahnya sama juga ke Padalarang, Jadi dari Cimindi lewat Jalan raya Cibabat-(sidatan)-Jalan raya Cimahi Barat-Jalan Raya Cimareme- Padalarang. So Simple.. tapi kenyataannya?

oke, touring pun dimulai.. mengikuti bayangan yang tercetak di otak setelah membuka Si Peta Gugel. Clear sampai Cimindi, masih benar sampai jalan sidatan, lalu selepas Masjid Agung Cimahi lurusss… mengikuti jalan raya Cimahi Barat-Jalan Raya Cimareme- Padalarang. Setelah persimpangan menuju ke Cipularang, sudah menyambut gerbang Kota Baru Parahyangan, tempat di mana Puspa Iptek berada. Hmmm… sampai juga dalam waktu relatif singkat (asal tahu jalan), jarak tak terlalu jauh,, dan akurat seperti dalam peta. Citra satelit memang mengagumkan. Begitulah Google Maps. Benar-benar bisa jadi tour guide, minimal sebagai penunjuk arah menuju lokasi yang ingin dikunjungi.