Tour de Subang

Cerita jalan-jalan lagi.. Touring yang saya jalani 2 minggu lalu, Sabtu 19 Maret 2011. Backgroundnya ni sama teman-teman mau ngadem dulu sebelum bersiap menjalani minggu ke-2 UTS. Refresh sejenak..

**

Sabtu pagi kami sudah berkumpul di depan gedung perpustakaan kampus, gedung yang dulu pernah berbentuk sepeti toilet tapi sekarang sudah megah selepas renovasi, jadi biasa disebut “toilet futuristic” (Haha..). Sudah ada lima orang elektroteknik 2008 yang datang, saya, Andry, Zaldy, Lorenz dan Enrico. Masih menunggu satu orang lagi, si juru kamera Bagus yang tak kunjung datang. Sambil menunggu, kami sarapan dulu bubur ayam di belakang kampus.  Selesai makan, eh Bagus tak kunjung datang (ternyata masih ketiduran.. wah..), so berangkat jadinya berlima saja.

Rute yang akan kami lewati menuju Subang tidak lewat rute normal (Setiabudi- Lembang- Ciater- Jalan Cagak- Subang), melainkan mau lewat jalan yang membelah gunung dan perbukitan. Biar lebih seru dan lebih ngadem.. hehe..  Well then, dari kampus langsung menyusuri Ciumbeleuit dan naek ke daerah Punclut. Punclut nih kalau malam hari pemandangannya bagus banget, semacam bukit bintang lah.. tapi karena ini pagi hari,, ya.. terasa biasa saja tanpa kedip cahaya lampu kota Bandung. Dari Punclut naek lagi, dan sensasi kesejukan khas perbukitan dan perkebunan mulai terasa. Segaar…

Di pertengahan jalan antara Punclut- Panorama Lembang tersebut, mulai mendapati kesulitan tanjakan, di mana kami berhenti untuk pertama kali. Pemandangan dari tempat berhenti tersebut seharusnya sangat indah, saying kabut menutupi sehingga tidak begitu jelas. Yawda, lanjut saja perjalanannya. Sesaat kemudian, terlihatlah teropong masyhur Boscha di seberang bukit. Wow, exciting

Jalan aspal nan mulus sejenak kami tinggalkan. Kami memlilih menyusuri jalan tipe adventure untuk menikmati keindahan “The Rocks” di situ. Apa itu “The Rocks”? Yah, ini nama yang saya sebut sendiri, ga tau sebenarnya nama bukitnya apa, tapi tebing yang terbuat begitu mengagumkan. Kami berhenti dan menaiki bukit tersebut. Dan tentu di tempat bagus gini, hal yang kepikiran adalah: foto-foto (haha.. narsis). Dan kamera, siap.. bergaya.. Ah, lupa. Bagus ga ikut kan berarti pula ga ada kamera SLR dan juru foto handal. Yah… Dari “The Rocks”, kami menjumpai jalan aspal lagi. Jalan mulus menuju Maribaya, jalan yang nantinya akan sangat kami rindukan sampai beberapa jam lamanya.

Selepas Maribaya ini kami merasakan bagaimana kami harus mengeluarkan effort demi keindahan pemandangan. Oke, hamparan perkebunan, udara sejuk pegunungan, kicau damai burung-burung, semilir lembut sang angin, berpadu bersama birunya sang langit menciptakan ketentraman nan selalu didamba hati. Tapi percayalah, hanya badan bagai atas (dari mata sampai hati) yang merasakan tanda keagungan Allah SWT tersebut. Sementara bagian bawah, astaghfirullah, jalanan berbatu yang cocoknya ditempuh dengan berjalan kaki, kami lalui dengan ajeb-ajeb di atas sepeda motor. Guncangan-guncangan tiada henti yang mengingatkan kalau jenis motor kami adalah “motor bebek” dan “motor matic”, yang jelas bukan jenis motor offroad. Di tengah perjalanan, kami bertemu warga dan niscaya beliau telah menghidupkan music rock itu dengan berkata, “Dari jalan aspal, masih 3 jam lagi kalau naek sepeda motor.” Weww!! Unbelievable!! Let’s rock!!

Melewati gunung, melewati lembah, sungai mengalir indah ke samudera. Bersama teman, bertualang..

Petikan lagu Ninja Hattori tadi sepertinya telah menggambarkan arena adventure kami. Jalanan menanjak, turunan tajam, melewati jalanan becek seperti sungai, berpetualang. Offroad ria.

Oya, di sana kami sempat melewati 1 desa, yang masya Allah apa yang bisa dikatakan selain terpencil. Masa sih jarak desa tersebut 18 km dari jalan aspal terdekat (padahal jalan aspalnya juga bukan jalan raya utama). Hanya sekali truk pp untuk mengantar pasokan barang atau makanan. Wew.. Padahal desa ini bisa dibilang cukup subur dan indah. Padi yang menguning, air yang begitu jernih..  Dan untungnya sudah ada sekolah dan listrik di desa itu,,, terpencil tapi tak begitu jauh dari peradaban, toh sinyal juga sudah sampai situ..

Nuansa asri dari desa tersebut membuat kami lebih bersemangat menjalani adventure yang cruel but exciting ini. Tentu sebelum tersadar kalau jarak 18 km itu ternyata sangat jauh untuk ukuran jalan berbatu gini (kalau jalan aspal mah terasa ga begitu jauh). Beberapa kali kami berhenti. Mereduksi capek dulu sambil menikmati suasana pegunungan.

Huff… Aspal, meskipun engkau hitam legam dan selalu dilindas, tapi percayalah engkau sedang dirindukan… Damn..

Perjalanan dilanjutkan lagi. Ajeb-ajeb lagi. Dan pencarian jalan aspal itu masih sekitar satu jam lagi, sampai di ambang putus asa. But, the show must go on! This is the sense of adventure..

Serat Optik-1

Pada semester keenam di kampus Ganesha ini, saya mendapat mata kuliah Sistem Komunikasi Optik. Materinya, apa lagi kalau bukan hal-hal terkait komunikasi menggunakan serat optik. Sekalipun saat kuliah saya tidak bisa langsung memahami, tapi bisa saya katakan mata kuliah ini asyik. Dan ada satu alasan kenapa saya harus expert di bidang ini (alasan apa itu, yah mungkin akan saya ceritakan kemudian). So, karena jalan menuju expert itu sedang dirintis, saya mencoba nulis-nulis dikit tentang serat optik tsb. Jangan keburu ganti laman karena menganggap ini topik yang berat ya.. ini topik yang asyik kok.. 🙂

***

Serat optik merupakan saluran transmisi (semacam kabel gitu lah) yang terbuat dari kaca atau plastik yang sangat halus, yang bisa menghantarkan sinyal cahaya. Sumber cahaya yang biasa digunakan yakni sinar laser atau LED. Seperti ini nih gambarnya..

Gimana sih sejarahnya dan kenapa harus gunakan tuh “rambut putih kemplink”?

Rintisan pembuatan serat optik diawali oleh Claude Chappe (1790-an) dengan telegraf semaphore optik. Seiring berjalannya waktu, karena udah pada capek dengan penemuan Chappe, si penemu kenamaan Alexander Graham Bell (1880) membuat sistem telepon optik (photopone). Namun entah karena nama photopone lebih aneh atau karena telepon lebih praktis, nih photopone ga sampe jadi barang industri. Lalu lima tahun setelah Belanda mengakui kedaulatan RI (1954), seorang warga negaranya yang kebetulan ilmuwan, Abraham van Heel, menemukan hal krusial yakni cladding kabel serat optik. Tahun 1961, ahli optik Amerika, Elias Sneitzel, mempublikasikan deskripsi teoritis dan serat dengan loss (rugi) 1 dB/meter. Namun, komunikasi ideal butuh paling tidak loss-nya hanya 10-20 dB/kilometer. Tiga tahun lamanya sebelum akhirnya Dr.Charles Kao membuat spesifikasi yang dibutuhkan untuk standar tersebut. Setelahnya,  perbaikan untuk minimalisasi loss dan memperpanjang jangkauan terus dilakukan. Dan sekarang, mantap sekali, tidak kurang dari 80% trafik data dan suara jarak jauh dihantarkan melalui serat optik. (sumber: lecture’s slides).

Nah, kegunaan serat optik amat banyak, walau ga sampai menghias angkasa (apasih!). Serat optik punya kemampuan dalam membawa banyak data, dapat memuat kapasitas informasi yang sangat besar dengan kecepatan transmisi luar biasa (mencapai Gigabit per detik), dan menghantarkannya itu ke jarak jauh tanpa pengulangan. Oke kan? Itu baru satu. Selanjutnya, biaya pemasangan dan pengoperasian yang rendah serta tingkat keamanan yang lebih tinggi. Perpaduan nan mantap kan? Pemakaian ruang untuk serat optik juga minimal karena ukuran yang kecil dan ringan. Sebagai perbandingan, 1/2 inch serat optik beratnya 176 lbs/km dapat membawa jumlah informasi setara dengan 3 inch kabel tembaga dengan berat 16000 lbs/km. Wow! Faktor imunitas juga menawan. Serat optik terhadap gangguan elektromagnetik dan gangguan gelombang radio. Sifatnya yang non-penghantar membuat tidak perlu pusing memikirkan resiko korslet atau percikan api. Selain itu, serat optik tidak akan berkarat. Dan berbagai manfaat lainnya, yang jelas.. very useful…

Bikin Google dengan Nama Sendiri

Yuhu.. bermain-main dengan internet lagi,, Maen apa sekarang?

Hmm.. gimana kalo otak-atik Google… Sebagai search engine nomor satu di dunia, Google pasti jadi situs yang paling sering Anda buka. Tampilannya yang minimalis membuat Anda cukup nyaman dalam searching kan? Tak ada iklan pop up, musuh nomor satu yang bikin pengguna internet bete. Tapi senyaman-nyamannya googling, mungkin Anda bosan juga dengan tampilannya. Hmm.. kalau ingin ada “sedikit perubahan” pada Google Anda atau mungkin sekedar iseng saja.. Try this funny trick!

–Mengganti tulisan Google dengan nama Anda–

Langkah pertama, masuk dulu situs ini: http://funnylogo.info/create.asp. Nah, di kotak isian yang tersedia, tulis saja nama Anda. Tulis pilih style search engine yang Anda sukai (mau Google, Yahoo, etc). Kalau sudah tinggal klik Create My Search Engine. Jadi deh..

Sekarang alamat yang ada di address bar simpan saja baik-baik, dan kalau perlu jadikan default alamat di browser kesayangan Anda. Seperti ini (http://funnylogo.info/engines/Google/Red/Moeshofi.aspx) :

El Pep’s Philosophy…

Yah, kembali menulis tentang sepakbola. Sepakbola memang menyenangkan dan penuh makna. Saya tak kan menulis tentang seseorang berinisial NH (tentu saja) karena mungkin semua sudah jenuh akan “kejahatannya” pada sepakbola nasional. Lebih baik saya menulis mengenai satu sosok sepakbola yang patut untuk dicontoh, sang juara sejati…

Siapakah dia? Yuph, Josep Guardiola. Eks kapten dan sekarang pelatih tim sepakbola terbaik saat ini, FC Barcelona. Biasa dipanggil PEP. Pria kalem nan berkarisma ini sikap dan kata-katanya punya banyak makna atau filosofi indah. Itulah mengapa saya beri judul tulisan ini “El Pep’s Philosophy”.

***

Pertengahan 2008, publik kaget dengan penunjukan Pep sebagai pelatih kepala FC Barcelona. Sekalipun ia pernah jadi kapten tim semasa jadi pemain, tapi pengalaman melatih yang sangat minim membuatnya banyak diragukan bisa sukses, apalagi terhadap tekanan melatih di klub besar. Menghadapi tekanan untuk meraih gelar juara dan anggapan remeh berbagai pihak, Pep dengan tenang berkata, “Saya tidak menjanjikan gelar juara. Tapi saya menjanjikan tim saya akan berjuang keras sampai akhir dan Anda akan bangga terhadap kami.”

Cermati apa yang pertama ia ucapkan, bukan janji-janji manis, tapi komitmen untuk berjuang keras.

Kehidupan baru Pep sebagai pelatih di Barcelona pun dimulai. Ia mencermati beberapa pemain yang berpotensi menganggu internal tim dan memilih untuk melepasnya. Termasuk di dalamnya adalah Ronaldinho dan Deco. Dua bintang besar, tapi punya egoisme tinggi dan cenderung suka pesta pora. Apa yang bisa diambil pelajaran? Sekalipun Anda punya hal besar, tapi Anda tahu itu akan melenakan atau mengganggu (berefek negatif), jangan ragu untuk membuangnya.

Sebagai ganti mereka, diorbitkanlah pemain-pemain yang dibinanya selama 1 tahun di Barcelona B. Plus tetap mempercayakan anak-anak muda La Masia untuk jadi tulang punggung tim. Dalam deretan ini, ada nama Pedro Rodriguez, Sergio Busquets, Jeffren Suarez, Bojan Krkic, Gerard Pique dan tentunya sang megabintang Lionel Messi. Poin untuk percaya dan teruskan apa yang sudah diperjuangkan sangatlah penting.

Selain anak-anak muda nan enerjik dan berbakat, regenerasi tidak melupakan “pemain tua”. Pengalaman pada diri Carles Puyol, Xavi Hernandez, Eric Abidal dan Victor Valdes penting untuk menjaga keseimbangan tim dan menularkan ilmunya, terutama dalam mental bertanding. Jangan melulu percaya bakat, timbalah ilmu dan pengalaman.

Kondisi internal sudah oke. Rasa kekeluargaan mulai muncul. Latihan terus ke tahap optimal. Sekarang menuju pertandingan. Ada hal unik dari cara Pep memberi semangat timnya di ruang ganti sebelum pertandingan. Diputarnya video “Gladiator” yang intinya, mereka harus jadi penguasa permainan. Tidak semestinya mengikuti pola permainan lawan. Be yourself, mainkan peran Anda, kuasai permainan dan Anda akan punya kesempatan jauh lebih besar untuk menang.

Kemudian sikap di dalam lapangan. Setelah menguasai permainan dan bisa mencetak gol, jangan lekas berpuas diri. Pep selalu mengatakan “anggap saja skor masih 0-0” saat timnya sudah unggul, untuk menjaga antusiasme dan konsentrasi mengejar kemenangan. Begitu sebaliknya saat kondisi tim sedang rawan. Bisa tertinggal atau dirugikan keputusan wasit. Jangan lekas mengeluh, menyalahkan apalagi putus asa. Pernah Barcelona sedang dalam posisi tertinggal, waktu pertandingan tinggal sedikit plus 1 pemain terkena kartu merah kontroversial. Pep menenangkan skuadnya. Everyone has mistakes. Tak perlu buang energi untuk protes keras, stay calm, dan berikan yang terbaik di waktu tersisa. Dan benarlah, dengan gol dramatis Barcelona bisa membalikkan keadaan dan menggenggam tiket final.

Ketika memenangkan pertandingan, Pep buru-buru menjaga timnya agar tidak jumawa. Berapapun skor yang dibuat, evaluasi tetap dilakukan. Dan ketika media menyambut, Pep selalu mengatakan kemenangan tak semudah yang terlihat di papan skor, kami menang susah payah. Yah, memang penting untuk tidak jumawa saat menang.

Sebaliknya, saat mengalami kekalahan, Pep meminta skuadnya untuk tidak mencari kambing hitam. Jangan pernah salahkan cedera pemain, kesalahan wasit, kondisi lapangan,dll. Kita kalah, ya kalah. Tidak perlu menyibukkan diri untuk mencari alasan pembelaan saat kalah. Mari berusaha lagi, berlatih lagi dan kita raih kemenangan esok hari.

Dengan bekal-bekal usaha dan sikap positif di atas, El Pep’s Team berhasil menyapu bersih gelar juara di tahun pertama! EXTRAORDINARY STARTER!! AWESOME PLAY!! SUPER CHAMPIONS!!

Hampir tiga tahun kepemimpinan Pep di Barcelona. Total sudah delapan trofi digenggam, dan masih ada peluang mendapat 6 trofi lagi tahun ini. Toh, tim Pep masih sering disebut punya permainan sepakbola terbaik.

***

Beberapa minggu yang lalu, seorang wartawan mewawancarai Pep

“Hai Pep,sikap Anda sepertinya dikagumi banyak orang dan jarang mendapat kritikan. Apa tanggapan Anda?”

Pep pun menjawab sambil tersenyum, “Hmm.. mungkin karena saat ini kami menang. Kita lihat saja apa reaksi orang ketika kami kalah.”

Hmm.. yuhu.. seperti tersindir juga. Kebanyakan turut mengagumi saat orang lain menang, tapi turut memaki juga saat  kalah. Well, baiknya apa yang membuat kekalahan disikapi untuk evaluasi, apa yang membuat kemenangan bisa ditiru untuk perkembangan diri. Siip lah…

#danmasihterusbelajar

The Beauty of Supermoon

Kemarin (Sabtu 19 Maret 2011), ada satu kejadian unik yang mungkin akan dikenang di tahun ini. Kejadian itu adalah Supermoon, fenomena bulan yang berada di titik terdekat dengan bumi, sehingga terlihat lebih besar dari biasanya. Menariknya, fenomena kali ini terjadi dekat dengan waktu bulan purnama sehingga keindahan yang terlihat pun tampak utuh. Dalam istilah resmi ilmiah (astronomi) sebenarnya disebut lunar perigee, sedang istilah Supermoon berasal dari ilmu khayal astrologi. Tapi mungkin karena terdengar lebih keren ya, jadi kebanyakan lebih suka menyebut dengan Supermoon (secara gabungan Superman dan Sailormoon gitu.. haha).

Menurut kalangan astrolog, kejadian supermoon berkaitan dengan bencana alam dan badai, mungkin pula tsunami. Hmm,, jangan percaya karena efeknya sebenarnya sangat kecil, paling cuma efek pasang surut air laut (menurut astronom lho). Dan tak perlu bicara tsunami lagi,, sebaiknya sama-sama menikmati keindahan bulan, mengagumi keagungan Allah SWT, dan berdoa untuk semua yang terkena musibah di berbagai belahan dunia.. Bersama di balik keindahan Supermoon, baik yang bisa menyaksikan secara langsung atau yang hanya bisa menikmati dari foto-fotonya seperti saya ini..

Ini yang (katanya) terlihat di Indonesia (Ambon)

Belajar jadi ahli trafik-2

Setelah ada pengantar mengenai trafik telekomunikasi di tulisan sebelumnya,, kira-kira apa saja ya yang dipelajari di rekayasa trafik?

Nih, ada gambaran dikit, dari soal UTS kemarin beberapa hari kemarin. Bahasa soalnya asyik kok, ga langsung bikin tegang seperti mata kuliah lain,, coba cek seberapa asyik… hoho…

Bantulah suatu operator telekomunikasi (wow, unik kan, prakata soalnya aja pake “bantulah operator telekomunikasi”) yang mempunyai 350.000 pelanggan untuk memperkirakan pendapatan perusahaan dari layanan teleponnya (konkret kan,, seperti sudah menghitung di kehidupan sehari-hari). Tarif rata-rata telepon= Rp 2,5 tiap detik. Calling rate pada 15 menit waktu pengukuran adalah 36.000 call. Maximum busy hour-switching traffic intensity= 2000 erlang.

Gimana hitungnya?

Nah, walaupun ada rumus simple untuk mengerjakan itu, tapi ternyata ga dangkal juga cara ngerjainnya. Harus dicermati dulu antara intensitas dan volume trafik. Kalau hubungannya dengan kapasitas jaringan (jumlah server, buffer, jumlah kanal) maka dipakailah intensitas seperti tercantum dalam soal. Sedangkan bila berhubungan dengan revenue (pendapatan) perusahaan, maka dipakailah volume trafik. Intensitas 2000 erlang dikalikan detik dulu untuk jadi volume trafik. Simple, tapi kalau terkecoh, jawabannya bisa benar-benar berbeda.

Nah, karena yang ditanya dalam soal adalah tentang pendapatan perusahaan, maka yang dibutuhkan adalah volume trafik. Volume trafik pada 1 jam sibuk = 2000 erlang x 60 x 60 detik = 7.200.000 detik. Bisa dicari penghasilan dalam 1 jam sibuk = 7.200.000 detik x Rp 2,5/detik = Rp 18.000.000,00. Wow, 18 juta dalam 1 jam. Nah, berapa penghasilan sebulan atau setahun? Tinggal dikali 30 atau dikali 365-kah? Ternyata tidak. Karena di sini tidak diketahui volume trafik pada jam yang tidak sibuk, jadi tak bisa dihitung total untuk sebulan atau setahun. Perlu data lebih banyak lagi.

Yeah, begitulah sepintas belajar rekayasa trafik telekomunikasi. Terlihat sederhana, tapi bisa mengecoh. Gapapa terkecoh dikit saat belajar, asal ntar waktu kerja udah benar-benar expert. Oya, angka yang dihasilkan juga cukup besar kan… Itu hanya dari telpon dengan sampel waktu dan pelanggan seuprit lho, belum juga dari layanan sms dan internet. Itulah mengapa perusahaan telekomunikasi jaya. And that’s why telecommunication traffic engineering enjoyable.. It’s concrete.. 🙂

Belajar jadi Ahli Trafik yuk..

Semester keenam belajar di kampus Ganesha ini, dapat satu mata kuliah yang asyik dan banyak faedahnya nih.. Oke, sebenarnya banyak mata kuliah yang asyik dan penting sih, tapi mata kuliah ini selalu dinanti oleh para mahasiswa yang mengambilnya. Tak lain tak bukan adalah Rekayasa Trafik Telekomunikasi..

Rekayasa Trafik,, waduh gimana tuh? Hmm.. kesan-kesan awal nan ribet cenderung muncul kalo ada kata “Rekayasa”. Tapi itulah letak kehidupan anak teknik, hal-hal mengenai rekayasa. Dan rekayasa yang dilakukan di sini mengenai trafik, tentu saja bukan trafik lalu lintas (iyalah, emang polisi dan DLLAJ), melainkan trafik telekomunikasi. Walau dalam konteks yang berbeda trafiknya, tapi trafik telekomunikasi (mencakup call dan data) tetap bisa dipahami laiknya trafik lalu lintas. Kalau lancar, berarti kualitasnya bagus, otomatis banyak pengguna yang puas. Sebaliknya jika macet, siap-siap saja dengan gerutu dan komplain. Nah, di rekayasa trafik telekomunikasi, adanya trafik (macet/lancar), gimana kapasitas sistem (gampangnya kalau di lalu lintas, jalannya lebar/sempit, kondisinya bagus/jelek) dan kualitas layanan (oke/bikin bete), dihubungkan dan dibuat gimana caranya biar bisa merencanakan jaringan secara optimal.

Then, mengapa jadi ahli trafik itu penting? Jawabannya, karena ilmu ini dekat/ berhubungan langsung dengan pengguna/pelanggan, dan hubungan itu bukanlah dalam hal teknis tapi dari sisi kepuasan. Nah, tau sendiri kan kalo di era yang sering disebut “globalisasi” (weleh, apaan tuh) ini, makin banyak pengguna telepon seluler dan internet. Makin sibuk tu trafik data dan call. Nah, kalau tidak termanage dengan baik, bisa banyak komplain dari para pelanggan. Ga masalah kalau si pelanggan kalem-kalem aja. Lah kalau pelanggannya galau? Eh, maksudnya kalau pelanggannya kritis? Kalau Anda bekerja di perusahaan telekomunikasi yang kompetisinya sangat ketat, pelanggan tersebut sangat mungkin meninggalkan jasa perusahaan Anda. Profit terancam berkurang kan. Sangat berkurang bahkan kalau pelanggan yang out banyak. Padahal katanya kan 2 orientasi terpenting perusahaan adalah 2 ini: PROFIT UANG dan KEPUASAN PELANGGAN.

Untuk masalah karir, jadi ahli trafik bisa bikin perusahaan Anda cenderung tak memindah-mindah tempat kerja, lho. Misal jago ahli trafik dan daerah analisis Jadebotabek, hampir pasti Anda akan terus menikmati suasana ibukota Jakarta, tidak khawatir pindah tugas ke luar kota, luar provinsi, apalagi luar pulau Jawa. Terlebih emang masih sedikit jumlah ahli trafik di Indonesia. Begitu kata dosen saya.

So, jadi ahli trafik,, kenapa tidak?

15 Hal untuk Dihindari Pemilik Web

Anda memiliki website (web), Kawan? Atau Anda sedang merintis sebuah web? Hmm.. kalau ya,, ada 15 hal yang perlu diperhatikan dan sebisa mungkin dihindari nih. Terlebih jika web tersebut merupakan web komersil (e-commerce), yang mana hal-hal kecil bisa membuat kehilangan trafik, kehilangan respon dan imbasnya tentu merambat ke pengurangan drastis profit web.

Well then, inilah urutan 15 hal yang paling dibenci pengguna Internet seperti dikutip eMarkete :

1. Iklan Pop-up (34,9%)
2. Kewajiban registrasi atau login untuk melihat situs webnya (16,7%)
3. Keharusan menginstal peranti lunak tambahan untuk melihat situs web (15.7%)
4. Kelambatan munculnya halaman web (9,1%)
5. Link mati, tak bisa diakses (4,7%)
6. Navigasi yang membingungkan (4,1%)
7. Informasi yang tidak diperbarui (3,1%)
8. Tak ada informasi kontak, hanya formulir web (2,6%)
9. Musik yang otomatis berbunyi (2,0%)
10. Browser tak bisa diklik “back” (1,7%)
11. Fasiltas search yang tidak efektif (1,6%)
12. Flash atau animasi yang berlebihan (1,5%)
13. Teks bergerak (0,9%)
14. Membuka window baru untuk link (0,9%)
15. Tampilan yang jelek (0,3%)

sumber: http://www.virtual.co.id

Menurut saya sendiri sih, iklan Pop Up memang sangat menganggu. Untungnya kebanyakan bisa ditanggulangi dengan add ons AdBlock. Tapi tetap saja kalau tiap masuk laman web, iklan Pop Up dulu yang menyambut.. yah, bete juga. Nah, poin 2-4 menurut saya malah jadi 3 besar hal yang paling menyebalkan dan harus dihindari para kreator web.

Bagaimana menurut teman-teman?

*Oya, 15 hal di atas sebenarnya bisa berlaku juga untuk evaluasi blog, yang notabene website juga. So, mari membuat blog kita lebih baik… 🙂

Pidato Inspiratif Steve Jobs (3)

[lanjutan dari bagian 2]

Cerita Ketiga Saya: Kematian

Ketika saya berumur 17, saya membaca ungkapan yang kurang lebih berbunyi: “Bila kamu menjalani hidup seolah-olah hari itu adalah hari terakhirmu, maka suatu hari kamu akan benar.” Ungkapan itu membekas dalam diri saya, dan semenjak saat itu, selama 33 tahun terakhir, saya selalu melihat ke cermin setiap pagi dan bertanya kepada diri sendiri: “Bila ini adalah hari terakhir saya, apakah saya tetap melakukan apa yang akan saya lakukan hari ini?” Bila jawabannya selalu “tidak” dalam beberapa hari berturut-turut, saya tahu saya harus berubah. Mengingat bahwa saya akan segera mati adalah kiat penting yang saya temukan untuk membantu membuat keputusan besar. Karena hampir segala sesuatu-semua harapan eksternal, kebanggaan, takut malu atau gagal-tidak lagi bermanfaat saat menghadapi kematian. Hanya yang hakiki yang tetap ada. Mengingat kematian adalah cara terbaik yang saya tahu untuk menghindari jebakan berpikir bahwa Anda akan kehilangan sesuatu. Anda tidak memiliki apa-apa. Sama sekali tidak ada alasan untuk tidak mengikuti kata hati Anda.

 

Sekitar setahun yang lalu saya didiagnosis mengidap kanker. Saya menjalani scan pukul 7:30 pagi dan hasilnya jelas menunjukkan saya memiliki tumor pankreas. Saya bahkan tidak tahu apa itu pankreas. Para dokter mengatakan kepada saya bahwa hampir pasti jenisnya adalah yang tidak dapat diobati. Harapan hidup saya tidak lebih dari 3-6 bulan. Dokter menyarankan saya pulang ke rumah dan membereskan segala sesuatunya, yang merupakan sinyal dokter agar saya bersiap mati. Artinya, Anda harus menyampaikan kepada anak Anda dalam beberapa menit segala hal yang Anda rencanakan dalam sepuluh tahun mendatang. Artinya, memastikan bahwa segalanya diatur agar mudah bagi keluarga Anda. Artinya, Anda harus mengucapkan selamat tinggal. Sepanjang hari itu saya menjalani hidup berdasarkan diagnosis tersebut. Malam harinya, mereka memasukkan endoskopi ke tenggorokan, lalu ke perut dan lambung, memasukkan jarum ke pankreas saya dan mengambil beberapa sel tumor. Saya dibius, namun istri saya, yang ada di sana, mengatakan bahwa ketika melihat selnya di bawah mikroskop, para dokter menangis mengetahui bahwa jenisnya adalah kanker pankreas yang sangat jarang, namun bisa diatasi dengan operasi. Saya dioperasi dan sehat sampai sekarang. Itu adalah rekor terdekat saya dengan kematian dan berharap terus begitu hingga beberapa dekade lagi.

 

Setelah melalui pengalaman tersebut, sekarang saya bisa katakan dengan yakin kepada Anda bahwa menurut konsep pikiran, kematian adalah hal yang berguna: Tidak ada orang yang ingin mati. Bahkan orang yang ingin masuk surga pun tidak ingin mati dulu untuk mencapainya. Namun, kematian pasti menghampiri kita. Tidak ada yang bisa mengelak. Dan, memang harus demikian, karena kematian adalah buah terbaik dari kehidupan. Kematian membuat hidup berputar. Dengannya maka yang tua menyingkir untuk digantikan yang muda. Maaf bila terlalu dramatis menyampaikannya, namun memang begitu.

 

Waktu Anda terbatas, jadi jangan sia-siakan dengan menjalani hidup orang lain. Jangan terperangkap dengan dogma-yaitu hidup bersandar pada hasil pemikiran orang lain. Jangan biarkan omongan orang menulikan Anda sehingga tidak mendengar kata hati Anda. Dan yang terpenting, miliki keberanian untuk mengikuti kata hati dan intuisi Anda, maka Anda pun akan sampai pada apa yang Anda inginkan. Semua hal lainnya hanya nomor dua.

 

Ketika saya masih muda, ada satu penerbitan hebat yang bernama “The Whole Earth Catalog“, yang menjadi salah satu buku pintar generasi saya. Buku itu diciptakan oleh seorang bernama Stewart Brand yang tinggal tidak jauh dari sini di Menlo Park, dan dia membuatnya sedemikian menarik dengan sentuhan puitisnya. Waktu itu akhir 1960-an, sebelum era komputer dan desktop publishing, jadi semuanya dibuat dengan mesin tik, gunting, dan kamera polaroid. Mungkin seperti Google dalam bentuk kertas, 35 tahun sebelum kelahiran Google: isinya padat dengan tips-tips ideal dan ungkapan-ungkapan hebat. Stewart dan timnya sempat menerbitkan beberapa edisi “The Whole Earth Catalog”, dan ketika mencapai titik ajalnya, mereka membuat edisi terakhir. Saat itu pertengahan 1970-an dan saya masih seusia Anda. Di sampul belakang edisi terakhir itu ada satu foto jalan pedesaan di pagi hari, jenis yang mungkin Anda lalui jika suka bertualang. Di bawahnya ada kata-kata: “Stay Hungry. Stay Foolish.” (Jangan Pernah Puas. Selalu Merasa Bodoh). Itulah pesan perpisahan yang dibubuhi tanda tangan mereka. Stay Hungry. Stay Foolish. Saya selalu mengharapkan diri saya begitu. Dan sekarang, karena Anda akan lulus untuk memulai kehidupan baru, saya harapkan Anda juga begitu.Stay Hungry. Stay Foolish.

Pidato Inspiratif Steve Jobs (2)

[Lanjutan dari bagian 1]

Cerita Kedua Saya: Cinta dan Kehilangan.

Saya beruntung karena tahu apa yang saya sukai sejak masih muda. Woz (Steve Wozniak) dan saya mengawali Apple di garasi orang tua saya ketika saya berumur 20 tahun. Kami bekerja keras dan dalam 10 tahun Apple berkembang dari hanya kami berdua menjadi perusahaan 2 milyar dolar dengan 4000 karyawan. Kami baru meluncurkan produk terbaik kami-Macintosh- satu tahun sebelumnya, dan saya baru menginjak usia 30. Dan saya dipecat. Bagaimana mungkin Anda dipecat oleh perusahaan yang Anda dirikan? Yah, itulah yang terjadi. Seiring pertumbuhan Apple, kami merekrut orang yang saya pikir sangat berkompeten untuk menjalankan perusahaan bersama saya. Dalam satu tahun pertama,semua berjalan lancar. Namun, kemudian muncul perbedaan dalam visi kami mengenai masa depan dan kami sulit disatukan. Komisaris ternyata berpihak padanya. Demikianlah, di usia 30 saya tertendang.

 

Beritanya ada di mana-mana. Apa yang menjadi fokus sepanjang masa dewasa saya, tiba-tiba sirna. Sungguh menyakitkan. Dalam beberapa bulan kemudian, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Saya merasa telah mengecewakan banyak wirausahawan generasi sebelumnya -saya gagal mengambil kesempatan. Saya bertemu dengan David Packard dan Bob Noyce dan meminta maaf atas keterpurukan saya. Saya menjadi tokoh publik yang gagal, dan bahkan berpikir untuk lari dari Silicon Valley. Namun, sedikit demi sedikit semangat timbul kembali- saya masih menyukai pekerjaan saya. Apa yang terjadi di Apple sedikit pun tidak mengubah saya. Saya telah ditolak, namun saya tetap cinta. Maka, saya putuskan untuk mulai lagi dari awal. Waktu itu saya tidak melihatnya, namun belakangan baru saya sadari bahwa dipecat dari Apple adalah kejadian terbaikyang menimpa saya. Beban berat sebagai orang sukses tergantikan oleh keleluasaan sebagai pemula, segala sesuatunya lebih tidak jelas. Hal itumengantarkan saya pada periode paling kreatif dalam hidup saya.

 

Dalam lima tahun berikutnya, saya mendirikan perusahaan bernama NeXT, lalu Pixar, dan jatuh cinta dengan wanita istimewa yang kemudian menjadi istri saya. Pixar bertumbuh menjadi perusahaan yang menciptakan film animasi komputer pertama, Toy Story, dan sekarang merupakan studio animasi paling sukses di dunia. Melalui rangkaian peristiwa yang menakjubkan, Apple membeli NeXT, dan sayakembali lagi ke Apple, dan teknologi yang kami kembangkan di NeXT menjadi jantung bagi kebangkitan kembali Apple. Dan, Laurene dan saya memiliki keluarga yang luar biasa. Saya yakin takdir di atas tidak terjadi bila saya tidak dipecat dari Apple. Obatnya memang pahit, namun sebagai pasien saya memerlukannya. Kadangkala kehidupan menimpakan batu ke kepala Anda. Jangan kehilangan kepercayaan. Saya yakin bahwa satu-satunya yang membuat saya terus berusaha adalah karena saya menyukai apa yang saya lakukan. Anda harus menemukan apa yang Anda sukai. Itu berlaku baik untuk pekerjaan maupun asangan hidup Anda. Pekerjaan Anda akan menghabiskan sebagian besar hidup Anda, dan kepuasan sejati hanya dapat diraih dengan mengerjakan sesuatu yang hebat. Dan Anda hanya bisa hebat bila mengerjakan apa yang Anda sukai. Bila Anda belum menemukannya, teruslah mencari. Jangan menyerah. Hati Anda akan mengatakan bila Anda telah menemukannya. Sebagaimana halnya dengan hubungan hebat lainnya, semakin lama-semakin mesra Anda dengannya. Jadi, teruslah mencari sampai ketemu. Jangan berhenti.