Diposkan pada teknologi

Serat Optik-1


Pada semester keenam di kampus Ganesha ini, saya mendapat mata kuliah Sistem Komunikasi Optik. Materinya, apa lagi kalau bukan hal-hal terkait komunikasi menggunakan serat optik. Sekalipun saat kuliah saya tidak bisa langsung memahami, tapi bisa saya katakan mata kuliah ini asyik. Dan ada satu alasan kenapa saya harus expert di bidang ini (alasan apa itu, yah mungkin akan saya ceritakan kemudian). So, karena jalan menuju expert itu sedang dirintis, saya mencoba nulis-nulis dikit tentang serat optik tsb. Jangan keburu ganti laman karena menganggap ini topik yang berat ya.. ini topik yang asyik kok.. 🙂

***

Serat optik merupakan saluran transmisi (semacam kabel gitu lah) yang terbuat dari kaca atau plastik yang sangat halus, yang bisa menghantarkan sinyal cahaya. Sumber cahaya yang biasa digunakan yakni sinar laser atau LED. Seperti ini nih gambarnya..

Gimana sih sejarahnya dan kenapa harus gunakan tuh “rambut putih kemplink”?

Rintisan pembuatan serat optik diawali oleh Claude Chappe (1790-an) dengan telegraf semaphore optik. Seiring berjalannya waktu, karena udah pada capek dengan penemuan Chappe, si penemu kenamaan Alexander Graham Bell (1880) membuat sistem telepon optik (photopone). Namun entah karena nama photopone lebih aneh atau karena telepon lebih praktis, nih photopone ga sampe jadi barang industri. Lalu lima tahun setelah Belanda mengakui kedaulatan RI (1954), seorang warga negaranya yang kebetulan ilmuwan, Abraham van Heel, menemukan hal krusial yakni cladding kabel serat optik. Tahun 1961, ahli optik Amerika, Elias Sneitzel, mempublikasikan deskripsi teoritis dan serat dengan loss (rugi) 1 dB/meter. Namun, komunikasi ideal butuh paling tidak loss-nya hanya 10-20 dB/kilometer. Tiga tahun lamanya sebelum akhirnya Dr.Charles Kao membuat spesifikasi yang dibutuhkan untuk standar tersebut. Setelahnya,  perbaikan untuk minimalisasi loss dan memperpanjang jangkauan terus dilakukan. Dan sekarang, mantap sekali, tidak kurang dari 80% trafik data dan suara jarak jauh dihantarkan melalui serat optik. (sumber: lecture’s slides).

Nah, kegunaan serat optik amat banyak, walau ga sampai menghias angkasa (apasih!). Serat optik punya kemampuan dalam membawa banyak data, dapat memuat kapasitas informasi yang sangat besar dengan kecepatan transmisi luar biasa (mencapai Gigabit per detik), dan menghantarkannya itu ke jarak jauh tanpa pengulangan. Oke kan? Itu baru satu. Selanjutnya, biaya pemasangan dan pengoperasian yang rendah serta tingkat keamanan yang lebih tinggi. Perpaduan nan mantap kan? Pemakaian ruang untuk serat optik juga minimal karena ukuran yang kecil dan ringan. Sebagai perbandingan, 1/2 inch serat optik beratnya 176 lbs/km dapat membawa jumlah informasi setara dengan 3 inch kabel tembaga dengan berat 16000 lbs/km. Wow! Faktor imunitas juga menawan. Serat optik terhadap gangguan elektromagnetik dan gangguan gelombang radio. Sifatnya yang non-penghantar membuat tidak perlu pusing memikirkan resiko korslet atau percikan api. Selain itu, serat optik tidak akan berkarat. Dan berbagai manfaat lainnya, yang jelas.. very useful…

Iklan

Penulis:

Simple, Humble, Gentle

4 tanggapan untuk “Serat Optik-1

  1. iya, Indonesia merdeka tahun 1945 tapi Belanda kan masih menyerang lagi dan baru mengakui kedaulatan Indonesia di tahun 1949 (Konferensi Meja Bundar).. jadi pelajaran sejarah.. hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s