Diposkan pada teknologi

Serat Optik-2 (di Indonesia)


Setelah menulis sedikit tentang sejarah dan kegunaan serat optik di tulisan satu, di topik asyik serat optik berikutnya kita akan membahas mengenai serat optik di Indonesia. Bagaimanakah perkembangan serat optik di Indonesia! Ok, check this out!

Tersebutlah pada suatu masa, mahapatih kenamaan Gajah Mada menyatakan sumpah, “Selama aku belum menyatukan Nusantara, aku takkan menikmati palapa. Sebelum aku menaklukkan Pulau Gurun, Pulau Seram, Tanjungpura, Pulau Haru, Pulau Pahang, Pulau Dompo, Pulau Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, aku takkan mencicipi palapa.”

Sumpah itu masyhur. Namanya Sumpah Palapa. Dan tekad untuk menyatukan nusantara itu terus diusung sampai sekarang, di kala teknologi telah menjadi nama era ini. Satelit dan jaringan serat optik, yang bisa “menyatukan” nusantara diberi nama serupa, Palapa.

Oke, karena tulisan ini tentang serat optik, maka cukup kita bahas mengenai PALAPA RING, proyek pembangunan jaringan serat optik yang akan menjangkau sebanyak 33 provinsi, 440 kota/kabupaten di seluruh Indonesia dengan total panjang kabel laut mencapai 35.280 kilometer, sedangkan kabel di daratan adalah sejauh 21.807 kilometer. Jika pembangunan wilayah timur yang sudah dimulai sejak 2009 selesai, tiap ibukota 440 kabupaten/kota akan terhubung via serat optik yang notabene jalur telekomunikasi paling efisien. Artinya, jika proyek ini tuntas, nusantara akan “bersatu”.

Rencana pemerintah, Palapa Ring merupakan jaringan serat optik pita lebar yang berbentuk cincin yang mengitari tujuh pulau, yakni Sumatera, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua, serta delapan jaringan penghubung dan satu cincin besar yang mengelilingi Indonesia baik lewat dasar laut atau pun lewat daratan. Tujuannya ini nih: membuat sambungan jarak jauh yang mudah & murah, penetrasi jaringan telpon dan internet, membangun infrastruktur fundamental jaringan komunikasi, dan mengatasi kesenjangan info antardaerah. Mantap kan?

Mau tau biaya pembangunan serat optik dengan total panjang  35280 km (di laut) dan 20737 km (di darat) ini? mencapai $ 1517 miliar atau setara dengan 13653 triliun Rupiah. Wow, jumlah yang sangat besar! Uniknya, dana sebesar itu tak masuk dalam APBN. Bukannya mempersilakan APBN dipakai untuk membangun gedung baru DPR yang ga jelas itu, tapi karena sudah kuatnya konsorsium operator telekomunikasi Indonesia sehingga bisa menyokong investasi ini.

Dengar-dengar nih ya, sekarang jaringan yang sudah terbangun mencapai 15000 km. Sudah sangat panjang, tapi masih kurang banyak dari target. Walaupun sudah melalui studi kelayakan untuk mencapai desain optimum dan perkiraan trafik telekomunikasi di masa depan, yang namanya hambatan pasti ada. Apalagi untuk proyek sebesar ini. Mulai dari hambatan alam seperti wilayah timur Indonesia yang sangat sangat luas dan kondisinya berupa ribuan kepulauan, sampai pada hambatan institusional macam keterbatasan vendor penyedia kapal (untuk masang serat optik bawah laut), mundurnya 1 anggota konsorsium sampai SK menteri dalam negeri yang menghentikan sementara proyek ini.

Apapun masalahnya, semoga saja cepat teratasi. Boleh kita berharap selesai tepat waktu target (2013) atau malah lebih cepat dari itu mengingat begitu banyaknya manfaat Palapa Ring ini. Berdoa semoga proyek ini lancar, dan sambil menunggu manfaatkan sebaik mungkin fasilitas komunikasi yang sudah ada saat ini (terlebih untuk kita yang kebetulan tinggal di Indonesia bagian barat. Banyak saudara kita di Indonesia timur yang bahkan masih menunggu jaringan telepon dan internet, pren!). Saya sendiri juga baru berusaha untuk mempelajari lebih dalam mengenai serat optik, sehingga kalau Palapa Ring jadi, dan menghadapi kemungkinan mengalami beberapa gangguan nantinya, saya bisa menjadi salah satu ahli yang bisa memberikan solusi. Amin.

Dan bersatulah nusantara! Dan berjuanglah untuk jadi nomor satu, Indonesia!

#danmasihterusbelajar

Iklan

Penulis:

Simple, Humble, Gentle

Satu tanggapan untuk “Serat Optik-2 (di Indonesia)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s