KP-First Day

Liburan semester enam di sini identik dengan Kerja Praktek (KP). Begitu pula dengan saya yang berkesempatan untuk KP di Telkom Bandung. Awalnya sih mau di Telkomsel Jakarta, tapi karena beberapa kendala teknis, maka tidak jadi dan akhirnya di dekat-dekat saja, Telkom Supratman Bandung. Lumayan, malah ga usah cari kos lagi (hanya 10 menit dari kos) dan jatah speedy kosan tetap terjaga. Hehe..

Hari pertama KP Rabu, 1 Juni 2011. Ga tau kenapa dipilih tanggal yang nyempil gitu (FYI, tanggal 2-5 langsung libur lagi). Mungkin karena saya apply untuk bulan Juni-Juli tanpa menyantumkan tanggal (asal 2 bulan utuh saja), eh diapprove Telkom apa adanya, tanggal 1 Juni-31 Juli. Nice yah.. haha

Hari pertama, first impression harus bagus donk.. Saya mengusahakan dengan berpakaian serapi mungkin. Kemeja, celana bahan, sepatu, wah sudah benar-benar sepeti pegawai resmi. Karena saya sudah tau tempat dan ruang KPnya, no problemo untuk datang tepat waktu (jam 8 pas saya sampai di Telkom Supratman). Oya, Telkom Supratman ini merupakan bagian Netre (Network Regional) Jawa Barat. Saya single fighter di bagian STS (Switching Technical Support). Ga milih yang Telkom Pusat Japati, karena selain cerita KP gabut, pingin belajar trafik secara lebih spesifik. Yuph, di sini saya bakal belajar trafik spesifik di regional Jabar saja, dibimbing langsung oleh Pak Agus Fikri, yang notabene manager switching Jawa Barat.

Agenda pertama: kenalan dan merumuskan tujuan KP dulu bersama pembimbing. Oya, Pak Agus Fikri ini manager yang ramah banget. Langsung berasa nyaman, apalagi ruang kantornya emang nyaman sih. Saya dipersilakan mendaftar di web Telkom sebagai peserta KP, dan mempelajari apa yang ada di web netre-jabar.telkom.co.id. Setelah itu langsung deh bicara target. Sebenarnya saya lebih suka kalau hari pertama ya kenalan dan kegiatan informal dulu. Tapi okay lah..namanya juga kerja di tempat orang, ga bisa menentukan sekehendak hati sendiri. Toh, KP saya jadi cukup jelas untuk hari itu. Dan apakah target yang ditetapkan untuk saya? jreng jreng…

Pertama, mengamankan TRAFFICABILITY pada angka 98,5%. Jadi tingkat kesuksesan pelayanan trafik harus minimal di angka itu waktu akhir bulan. Busyet, sekarang saja trafficability masih di angka 98,3%.. Tugas saya berarti menaikkan yah, bukan menjaga.. Tahfafa, namanya juga tantangan. Trus kedua, mengawal MIGRASI TDM ke NGN. Weleh, apa tuh? Pake istilah “mengawal” pula.. Saya juga belum begitu paham sih untuk tugas kedua ini, yang jelas teknologi di Telkom kan sudah mau di-upgrade dari TDM (Time Divison Multiplexing) jadi NGN (New Generation Networks) yang berbasis internet itu. Bagaimana implementasinya, ya ntar dipelajari bersama pembimbing KP.

Sudah jelas targetan yang kudu dicapai, saatnya untuk kerja! Kerja di bagian trafik ini, saya seperti Praktikum Rektraf (teman-teman ET’08 pasti tak asing lagi) tapi dengan jangka waktu yang lebih panjang. Pengolahan data cukup dengan excel seperti biasa, tapi ini datanya banyak banget. Saya harus mencari tahu satu per satu singkatannya dulu apa, terus angka-angka yang tertampil maksudnya gimana, faktor yang mempengaruhi trafficability yang mana saja, dsb. Lebih ribet deh, tapi Pak Agus Fikri terus memberi wejangan agar santai dan dinikmati saja pekerjaannya. Ntar juga tercapai kok targetannya. Amin. Sip, I will enjoy it, Pak.

Jam istirahat siang pun tiba. Saatnya untuk sholat Dhuhur dulu. Masjidnya nyaman. Then, makan siang. Saya sempat mengira bakal tidak mendapat jatah makan siang dari kantor, dan berencana untuk izin pulang dulu saja cari makan siang di luar. Tapi ternyata, di dalam ruang, Pak Agus Fikri memberikan jatah makan siang. Asyik! Nasi ayam goreng taliwang plus ice cream mengobati rasa lapar karena pagi hari cuma sarapan setangkep roti. Selanjutnya saya tetap izin pulang sih, ambil laptop. Begitulah enaknya, jadwal di sini cukup fleksibel. Saya pun diperbolehkan pulang sampai jam 14.. bisa istirahat bentar di kosan…

Saatnya bekerja kembali. Tapi jam setelah makan siang ini jadi agak gabut. Soalnya, pak Agus Fikri dan bapak2 yang dikenalin di awal sebagai rekan kerja saya 2 bulan ini (pak Syamsul, pak Irawan, pak Agus, pak Bernard) baru keluar ruangan. Saya mengutak-atik data excel sendiri ga begitu jelas. Untunglah selepas Ashar, pak Syamsul datang dan saya pun bisa bertanya dan sedikit demi sedikit memahami data trafik tersebut. Oya, dalam mencapai targetan saya bisa mempelajari berbagai tools, utamanya terbagi jadi 2 yakni management office tools dan network management tools. Untuk management office, ada SiPete, Monslip, ITMS, InfraCnR, CDS, dll. Khusus hari ini (dan mungkin selanjutnya) pake SiPete dulu. Ntar bakal mempelajari management office tools yang lain atau engga, data trafiknya bakal (cenderung) sama sih. Untuk network management, ntar bisa belajar AT&T, EWSD dan softswitch.

Well, agenda hari pertama sampai jam 17.00. Harusnya jam 5 sore tepat itu sudah bisa cabut, tapi karena pembimbing saya seorang manager yang workaholic, jadi harus menunggu dulu untuk pamit pulang. Hmm.. tapi lama juga ya.. 30 menit kemudian (jam 17.30) baru saya bisa pamit pulang. Wuih, berasa full banget ya hari pertama ini, sampai jam 17.30! Walau agak gabut sih.. hehe… Yang jelas, hari pertama ini cukup menyenangkan. Semoga begitu untuk hari-hari berikutnya sampai selesai KP dan tuntas semua targetan. Saatnya menikmati liburan dulu selama 4 hari sebelum kerja lagi..

Arung Jeram..!!

Yuhu.. setelah bulan Mei, yang penuh ujian dan liburan (kontras ya), lewat… kembali update blog. Kali ini bercerita tentang liburan selepas UAS kemarin.. Melepas penat bersama teman-teman ET’08 dengan RAFTING alias ARUNG JERAM… Mantap!

***

Jam 06.30, dua angkot yang sudah disiapkan mulai melaju. Molor sedikit dari jadwal karena mas Jason yg jadi koordinator malah datang paling akhir. Yeah, ceritanya ni 18 orang Telkomers 08 refreshing ambil paket arung jeram dari unit KMPA (Keluarga Mahasiswa Pecinta Alam) ITB. Dengan prosedur yang ga ribet dan harga yang cukup terjangkau (200ribu), berangkatlah arung jeram. Paket dengan timeline kegiatan selesai dalam 1 hari juga menjadi pilihan nyaman bagi yang cukup sibuk (walaupun kami ga sibuk2 amat sih, apalagi baru tanggal merah gini).

Singkat cerita, angkot sudah menyisir jalan tol, keluar dan mulai menikmati kemacetan di daerah Nagreg. Kami berangkat terlambat dan cukup kesiangan sih.. Well, dinikmati aja lah ya. Tak kurang dari 2 jam keterlambatan untuk sampai di daerah sungai yang jadi titik start rafting. Tak masalah. Ga buru-buru juga. Briefing dulu, pemanasan, makan siang biar benar-benar siap waktu mengarungi jeram tak kurang dari 4 jam lamanya ntar. Terbagi dalam 3 grup (@grup dalam 1 riverboats dengan 1 guide), saya sendiri di grup 1, grup yang  nantinya akan mendapat pengalaman paling mengesankan (apakah itu??).. Dan kami pun siap..

Saya berada di depan kanan riverboat. Asyik nih bakal jadi yang pertama menghadapi deburan jeram. Oya, sebagai tugas tambahan, saya diharuskan jadi jangkar, jadi orang pertama yang turun, menambatkan atau menahan riverboat untuk berhenti. Pengarungan sungai Cimanuk pun dimulai…

Dayung maju, dayung mundur… Kerjasama tim mutlak nih biar riverboat melaju dengan baik di tengah-tengah jeram. Kalau sebelah kanan atau kiri dayungnya ga sinkron, yah siap2 aja oleng. Tapi karena ada guide ya safetynya oke lah… Laju riverboat juga stabil walau kami tau sebagai newbie dayungnya ga sinkron2 amat… yang penting asyik

Baru saja mulai, eh, sudah ada insiden kecil. Saat jadi jangkar, saya terpeleset saat menapak di batu kecil nan licin. Sayangnya hanya bentar dan karena di daerah tenang jadi  ini belum mulai di bagian “seru”. Beberapa saat kemudian barulah ada kejadian seru. Ada yang terjatuh di jeram!

Ya, Teman saya jatuh tepat di jeram. Terseret.  Pemandangan awal yang cukup menegangkan. Untungnya ia tidak panik sehingga berhasil dinaikkan ke riverboat lagi. Bahkan di tengah seretan jeram nan deras, masih sempat2nya menaikkan sandal. Hoho…Safe!

Selanjutnya pengarungan berjalan fine fine aja. Hanya, khusus untuk riverboat 1 yang saya naiki, terasa sedikit kempes, mungkin karena faktor berat badan yang menaikinya (siapa ya?). Bisa dibilang riverboat 1 ini paling tidak stabil. But it’s okay.. Aal iz well…

Nah… di tengah suasana “aal iz well”, saat kelompok kami sedang asyik tertawa ria, insiden itu datanglah…

Saat memasuki sebuah jeram, ternyata ada batu besar menyambut di depan. Karena terlalu asyik tertawa tadi, terlambatlah untuk membelokkan riverboat ke arah kanan… perahu menabrak dengan telak tuh batu besar. Segera membentuk posisi kayang (apa-apaan..) dan sesaat kemudian terbalik. Riverboatnya terbalik di tengah-tengah jeram!!

Kejadian berlangsung sedemikian mendadak. Tak sempat memikirkan perahu dan hal lain, karena saat itu saya tengah berada di dalam air, di bawah permukaan terseret derasnya arus. Beberapa detik berlalu terasa begitu lambat. Pedoman “jangan panik” saat briefing awal pun tak sempat terpikirkan. Saya benar-benar panik kala itu. Jangankan berenang defensif seperti sudah diajarkan, sekonyong-konyong saya sudah terdiam dan melihat goyang sirip putri duyung yang lewat dalam halusinasi. Putri yang jelita. Oke, jelas itu bohong. Mataku tertutup rapat selama beberapa detik di bawah pusaran air. Fokusku hanya agar dayung yang kugenggam tidak lepas (mahal euy). Helmku sendiri sudah terlepas entah ke mana. Sandalku juga lepas satu walau ajaibnya langsung berhasil saya tangkap secara instingtif di bawah pusaran air. Dan alhamdulillahirabbil’alamin. Saya selamat dengan sendirinya tanpa harus menunggu pertolongan guide. Entah karena banyak doa atau karena bantuan putri duyung tadi (upss..) saya sudah berada di pinggir sungai saat mata terbuka. Tidak jauh terseret arus. Tidak terkena batu karang di dasar sungai.

Drama yang cukup menegangkan. Dari 6 orang yang ada di riverboat 1, 2 orang langsung selamat di pinggir sungai (salah satunya saya.. alhamdulillah kan..), 1 orang juga langsung “nyangkut” ke pinggir sungai tapi dengan cedera parah di kaki karena hanya memakai celana pendek. 1 orang terseret arus dan terselamatkan riverboat 2. Sedangkan 2 orang lagi terseret cukup jauh sebelum akhirnya diselamatkan guide dan rescue team. Untunglah semua selamat walau ada 1 yang harus berhenti dari mendayung karena cederanya dan harus ikut rescue team.

Setelah drama selesai, pengarungan berlanjut. Tetap mengasyikkan dan tak ada trauma. Bahkan semua lancar sampai di jeram terakhir, yang biasa disebut jeram Goodbye. Arus klimaks jeram sungai Cimanuk itu berhasil dilewati dengan baik oleh masing2 team, bahkan masih sempat-sempatnya berfoto. Narsis amat…Hehe..

Melewati jeram Goodbye, berarti pengarungan resmi telah selesai. Indahnya, sinar matahari yang akan tenggelam dari barat muncul dengan lembut dan menawan. Romantic. Dan sekarang tinggal menuju finish point. Di sini 3 riverboat beradu kekompakan dan kecepatan untuk sampai finish point. 2 riverboat benar-benar beradu kecepatan. Sedangkan riverboat 1? Yah.. setelah tadi sempat terbalik full, kali ini masih saja… hanya bisa menikmati persaingan dari belakang… hahaha… Emang asyik benar nih perahu..

Finish point!! Selesailah arung jeram hari ini.. AMAZING!