Diposkan pada kampus, periodic diary

Bersengau Ria, “Se Presenter”


Selasa lalu, saya akhirnya mulai belajar Francais (bahasa Prancis). Yah, hitung-hitung sebagai pengisi liburan sekaligus penambah skill dan motivasi untuk bekal mengambil Master di Prancis ntar (amiin). Ikut kursus di UPT Bahasa ITB, dengan harga yang murah meriah, terjangkau untuk ukuran mahasiswa.

Kenapa les bahasa Prancis? Itulah yang pertama ditanyakan proffeseur saya waktu awal kursus ini. Oya, proffeseur jangan buru2 diartikan profesor ya. Itu artinya guru kok. Jadi kalau Anda ingin jadi pengajar, jadi pengajar bahasa Prancis aja, dipanggilnya udah “proffeseur” tuh.. keren kan… back to the topic. Saat peserta kursus yang berjumlah 14 menjawab, ternyata alasannya beragam. Ada yang tertarik aja (iseng), ingin belajar masak Prancis (wew!), ingin menikmati film-film Prancis yang bagus2, karena Bandung itu Paris van Java (hmm..), ada pula yang disebabkan temannya suka nulis status bahasa Prancis di jejaring sosial,. Unik-unik ya? Dan karena alasan saya masuk yang paling “serius” yakni persiapan mengambil master, jadi pak proffeseur mewanti-wanti untuk belajar sungguh-sungguh dari sekarang. Tentu, monsieur!

Nah, di awal dijelaskan bahwa bahasa Prancis (dan secara umum bahasa-bahasa negara Eropa) ada level-levelnya, dari A1, A2, B1, B2, dst. Tiap level biasanya dipelajari setara 100 jam, tapi di kursus ini karena lebih murah, ya mesti bisa dalam 72 jam. No problemo. Lalu untuk beasiswa ke Prancis, biasanya perguruan tinggi di sana mensyaratkan minimal di level B2 (ntar ada ujian DELF, semacam TOEFL untuk Francais). Kalau gagal menguasai sampai B2, bisa jadi beasiswa itu hangus. Waha.. Study hard.. Study hard…

Untuk menambah ketertarikan belajar, pak proffeseur mengatakan kalau Prancis sudah sedemikian dominan, bahkan di Indonesia. Air minum..Danone (Aqua). Energi..ada Total E&P. Tas..Sophie Martin. dan berbagai produk lain. Menguasai bahasa Prancis berarti punya kesempatan lebih di perusahaan ternama tersebut. Tapi sebenarnya yang paling penting dari belajar bahasa Prancis, kita bisa mengatakan pada orang2 Prancis “Betapa Indahnya Indonesia” dan “Betapa tidak selayaknya mereka menguasai SDA kita”. Haha.. bisa ngasi pelajaran nasionalisme juga nih, proffeseur..

Saatnya untuk mulai melafalkan Francais, dan itu artinya, saatnya bersengau-sengau ria.. 😀

Pelajaran hari pertama adalah “Se Presenter” (Introduce). Coba tebak gimana bacanya “Se Presenter”? bacanya “se presongte”.. jadi Francaise itu khasnya huruf terakhir (hampir untuk semua kata) tidak dibaca. terus selamat bersengau ria untuk en, an, on (sengau ‘ong’), dan untuk in, un (sengau ‘ang’). Orang Prancis sering baca Ikhfa’ Haqiqi mungkin ya.. nun sukun ketemu huruf tertentu jadi sengau-sengau gitu.. haha

yang pertama dilakukan waktu mulai kenalan? Oke, sapaan dulu. Yang biasa dipake adalah “Bonjour” (baca: bongyue). Ini semacam ‘good morning’, pokoknya dipakai selama matahari masih terlihat. Setelah matahari terbenam, jadi “Bonsoir” (baca: bongsoa). Semacam ‘good evening’ lah ya..

Lalu kalau ada yang tanya “Vous vous appelez comment” (baca: vou vouzappele kommong.. haha, ribet ga tuh), jawabnya Je M’appele Mushofi (baca: yeu mapel), berarti ‘my name is…’. Atau kalau udah kenal, tanya pake “Comment allez vous?” (baca: kommongtale vou), berarti ‘how are you?’. Bisa dijawab “Ca va” (baca: sa fa) untuk ‘fine’ atau “Ca ne va pas” (baca: sa ne fa pa) untuk ‘not fine’.

Perkenalan lanjut dengan “J’habite a  Bandung” (baca: zzabit a …) sebagai pengenal alamat ‘I live in..’. Lalu “Je suis etudiant” (baca: yeu sui etudiang) sebagai pengenal pekerjaan “I am student”. dan karena asing maka akan ditanya kewarganegaraan, jawabnya “Je suis Indonesien” (baca: yeu sui Angdonesiang).

Hmmm… bersengau-sengau ria.. ya gitu deh, tantangan belajar bahasa Prancis. Oya, di bahasa Prancis ada kata-kata untuk masculin (cowo) dan feminin (cewe). Kaya bahasa Arab gitu. Tapi pada dasarnya hanya berbeda pada cara pengucapannya (cara bersengaunya.. haha)

Terakhir yang saya ingat dari lesson1… ada kalimat Prancis asyik nih…

“Je t’aime”

apa ya artinya? hmm.. kalau urusan gini, pasti banyak yang tau artinya (pada galau sih :P). Yuph, disimpan dulu,, biar Eiffel Tower dan bunga Iris yang menyaksikannya nanti… aseek…

Sekarang, Usahakan lebih dulu. dan saatnya bersengau-sengau ria 🙂

Iklan

Penulis:

Simple, Humble, Gentle

3 tanggapan untuk “Bersengau Ria, “Se Presenter”

  1. hai kak salam kenal. mau nanya, kursus gnian msh ada yah d itb?? saya susah mencari infonya.. dan sy jg bukan dr pulau jawa. makasih. mhn d jwb yah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s