Posted in islami

Tarawih 12- Masjid Salman ITB


Malam 12 Ramadhan.. Setelah dua hari “meninggalkan” Salman, kini saatnya untuk kembali.. hoho..

Ada yang berbeda dari format khutbah-sholat tarawih malam ini. Jika di malam-malam sebelumnya, dan nyaris selalu begitu, setelah sholat Isya khutbah dulu baru sholat tarawih, kali ini dibalik: sholat tarawih dulu, baru khutbah.

Khotib yang dijadwalkan sebenarnya adalah Gubernur Jawa Barat, bapak Ahmad Heryawan. Tetapi karena berhalangan hadir, maka beliau digantikan oleh pak Agung, dosen Teknik Sipil ITB. Khutbah dengan format berbeda malam ini, suasananya tentu saja berbeda. Kalau sebelumnya khotib berbicara di mimbar, untuk malam ini khotib bisa “jalan-jalan” sambil menampilkan slide-slide yang dipancarkan 2 buah proyektor ke dinding depan masjid.

**

Materi khutbah — atau mungkin lebih condong ke “training”..yah, whatever– malam ini adalah 7 HABITS for COLLEGE STUDENTS. Wow! Sebagai pengagum buku Covey Family (Stephen dan Sean), tentu bukan hal yang baru mendengar 7 HABITS. Tapi yang unik di sini adalah embel-embel “For College Students” itu lho.. berbeda dari yang sudah saya baca, yakni For Teens (Remaja). Oh, ternyata ini juga yang baru diberikan kepada mahasiswa baru/ TPB (Tahap Persiapan Bersama) dalam training SSDK (Strategi Sukses Di Kampus), training yang rutin digelar untuk mahasiswa baru ITB.

Inti utama slide-slide yang ditampilkan adalah skala kematangan 7 Habit (Kebiasaan). Manusia punya potensi, punya juga banyak kesempatan, dan dengan kebiasaan serta kerja keras maka SUKSES akan didapat. Yang akan di-trigger di sini adalah kebiasaan/kerja keras, yakni dengan memberi motivation (motivasi), grit (kegigihan) dan mindset (pola pikir). Dan jadilah rumus: POTENSI + KESEMPATAN + KEBIASAAN, KERJA KERAS = SUKSES!

Habit (kebiasaan) itu letaknya seperti dalam gambar ini:

Oke, langsung kita lanjut ke skala kematangan 7 HABIT. Skala ini berlaku secara umum, seperti dicetuskan Stephen Covey, sang penulis buku fenomenal itu.

Tingkat terendah diri adalah dependence (bergantung), untuk berubah ke level berikutnya yakni independence (mandiri), maka  perlu 3 kebiasaan:

1. BE PROACTIVE (menjadi proaktif)

Memegang prinsip untuk berpikir jernih sebelum bertindak. Berasas See-Do-Get. Dari melihat menuju melakukan, maka kita harus senantiasa bertanggung jawab atas pilihan. Melakukan untuk mendapatkan, maka perlu memilih untuk ‘bertindak’, bukan ‘bereaksi’. Dari dapat menuju lihat, maka di situlah kita memegang kendali hidup kita.

Selain itu perlu pula stop & pause (mencoba mengerti mengapa kita merasakan suatu hal), think & choose (memikirkan berbagai alternatif yang mungkin, lalu menentukan pilihan), lalu Do (bertindak sesuai pilihan).

2. BEGIN WITH THE END IN MIND

Memulai dari acuan tujuan akhir. Dengan begitu, akan lebih mudah menentukan step-step mencapai target itu. Jangan sampai tergoda, dan pantang untuk gagal. Dalam Islam, tentu tujuan kita semua adalah ketaqwaan dan ridho Allah.

3. PUT FIRST THING FIRST

Prinsip ini memacu kita untuk pintar-pintar menetapkan prioritas, dan disiplin mengerjakannya. Karena seringkali kita terbuai dengan agenda yang sebenarnya kurang penting, dan itu jelas mempengaruhi agenda utama.

Dengan 3 kebiasaan di atas, kita telah bisa mencapai kemenangan pribadi dan kemandirian. Tentunya tidak sampai itu saja kita merasa puas. Harus meningkat dengan mendapatkan kemenangan publik dan level interdependence. Maka kebiasaan untuk mencapai itu adalah:

4. THINK WIN-WIN

Berpikir solusi sama-sama menang/menguntungkan, tidak mementingkan diri sendiri saja. Dalam Islam, disandarkan pada rukun Iman dan rukun Islam.

5. FIRST UNDERSTAND, THEN TO BE UNDERSTOOD

Berusaha memahami terlebih dulu, baru dipahami. Memandang masalah secara bijaksana

6. SINERGYZE

Sinergisasi antar elemen

Dan setelah kemenangan publik tercapai, terus asah dengan kebiasaan puncak, kebiasaan ketujuh

7. SHARPEN THE SAW

Asah gergaji. Asah kemampuan dan wawasan kita. Dalam Islam, dengan lebih banyak menghadiri kajian ilmu dan membaca dengan nama Allah SWT.

Demikian 7 HABIT (kebiasaan) yang bakal mengantarkan kita ke gerbang kesuksesan. Dan mari kita usahakan untuk mencapai kemenangan-kemenangan kita, di bulan suci, bulan penuh kemenangan ini, bulan Ramadhan.

Bismillahirrahmanirrahiim…

Penulis:

Simple, Humble, Gentle

One thought on “Tarawih 12- Masjid Salman ITB

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s