Arsip Bulanan: September 2011

Test de française A1.1

Salut! (baca: salu) adalah ekspresi sapaan dalam bahasa Prancis yang biasa dipakai oleh anak muda. Seperti mengucap “halo”, “hai” atau “how do you do” gitu lah…

Yah, berbicara mengenai bahasa Prancis, saya baru saja menyelesaikan les francais saya di UPT Bahasa ITB. Baru selesai level paling dasar sih, yakni A1.1. Masih long way to B2, syarat yang biasa diminta untuk studi ke Prancis. Tapi paling ga saya sudah sangat menikmati belajar bahasa sengau nan seksi ini. Hoho…

Dengan menyelesaikan silabus (auwah..) A1.1, maka harusnya sih dah menguasai kompetensi ini: Berkomunikasi dengan menggunakan kata-kata sehari-hari, ikut aktif dalam pembelajaran, serta berbicara tentang diri sendiri, yang dilakukan (present), akan dilakukan (futur) atau yang telah dilakukan (passe compose). Saya sudah bisa belum ya? Nah ini baru ada tesnya kemarin, pertama kali tes dengan bahasa Prancis. Kalau sebelumnya kan selalu l’Indonesie (bahasa Indonesia) dan l’Anglais (bahasa Inggris) tuh.. so, pengalaman tes kemarin was so exciting walau dem pusing juga karena siangnya sudah menghadapi 2 quiz kuliah

Apa aja sih yang diteskan untuk Francais A1.1?

Pertama, conjugation (konjugasi) untuk grammar present. Kalau di bahasa Inggris kan enak tuh, subjek singular kata kerjanya tinggal tambah s/es, subjek plural kata kerja tinggal pasang murni (V1) tanpa tambahan apa-apa. Nah, kalau di bahasa Prancis, kata kerja (verbes) itu ‘transformer’ banget (suka berubah-ubah) untuk tiap subjek (saya-je, kamu-tu, dia-il/elle, kami-nous, kalian-vous, mereka-ils/elles). Contoh nih ya, untuk faire (=do=melakukan). Untuk tiap subjek jadi: je fais, tu fais, il/elle fait, nous faisons, vous faites, ils/elles font. Susah? harusnya sih gitu (loh!), tapi kalo udah belajar dikit aja, ini (find the transformer word) jadi terasa menyenangkan lho.. Beneran…

Kedua, mainan kata kerja untuk grammar past (faite dans le verbe passé composé).Perbandingannya dengan bahasa Inggris, ini seperti bekerja dengan V2. Di ujiannya ada minibiografi dari seseorang, then temukan kata kerja dalam bentuk passé composénya. Bentuk passé composé ini punya rumus: Sujet (subyek) + avoir/être + verbe passé composé. Tingkat kerumitan naik (cukup banyak sih kalau boleh jujur) dibanding bagian pertama. Kenapa? coz harus tau nih kata kerja lampau itu dihubungkan dengan avoir atau être. Hampir semua pakai avoir sih, hanya sekitar 14 kata yang pakai être dan itu kata kerja yang berhubungan dengan masuk/keluar. Kaya hafalin huruf-huruf buat Ikhfa’ Haqiqi di ilmu tajwid (bahasa Arab) buat ngaji.. hoho.. Tahu kata kerja bentuk passé composé, tahu benernya pake avoir/être, berarti ya almost well done, friend!  Tapi masalahnya kalau dalam ujian (kok masalah terus ya, ini orang sebenarnya bisa ga sih), kita bahkan belum tahu kata kerja yang mau dipakai itu apa. Contoh, di keterangan biografi ada kalimat diplome à l’université en 1992. itu kan baru kata benda dan keterangan, kata kerjanya apa donk? it’s okay, kalau bahasa Inggris ya pakai take (=mengambil). Nah, tau ga kata itu dalam bahasa Prancisnya apa? Permasalahan inilah yang membuat bagian kedua tes A1.1 jadi rada runyam…

Ketiga, mainan l’article indefini et defini. Di bagian ini kita dites akan pemahaman kata depan atau kata sandang untuk kata benda yang tak tentu (indefini) maupun tentu (defini). Kalau dalam bahasa Inggris, ya seperti mempelajari fungsi a/an, of, in, on, dan the. a/an kan hanya dibedakan untuk kata berawalan konsonan (a) dan kata berawalan vokal (an). Nah kalau di Francais, pembedaan untuk kata benda masculin dan kata benda feminin. Emang benda ada jenis kelaminnya? ya anggap saja begitu.. haha..

Untuk kata benda masculin, article yang dipakai: un (=a/an), le (=the), du (=of=on the). kata benda feminin pakai: une (=a/an), la (=the), de la (=of=on the). Sedang kata benda jamak pakai: les (=the) dan des (=of=on the).

Bagian ini, tinggal mencermati struktur kalimatnya saja sih, cukup sederhana kok. Minimal jelas ga sesusah bagian kedua.. 🙂

Keempat, merespon dan mengajukan pertanyaan (répondre et poser aux questions). Biasanya sih pertanyaan tentang ekspresi sehari-hari yang paling basic. Tinggal bagaimana menjawab kalau mengiyakan (oui) atau menyanggah (non). Seperti belajar present tense untuk kalimat positif, negatif dan interogatif kalau dalam bahasa Inggris. Tantangannya tetap pada transformer word (wew.. emang transformer ada di mana-mana nih). C’est facile (mudah), sayangnya ini salah satu bagian yang dibobot rendah dalam penilaian.. Hmm…

Kelima, membaca dan memahami cerita. Kalau dalam bahasa Inggris, yah ini bagian yang identik dengan awalan once upon a time. Membaca, seperti biasa, meningkatkan sekaligus mengetes kosakata yang kita kuasai. Emang sih (almost) kalimat bisa dipahami dengan mencermati konteks, tapi tetap saja kalau ada vocab yang miss,  pemahaman kalimatnya jadi kacau. Seperti dalam tes A1.1 ini, saya ga tau arti kata commence dan maintenant. Pernyataan banyak berhubungan dengan waktu, tapi ga tau kalau commence berarti ‘mulai’ dan maintenant artinya ‘sekarang’… yah jadi kacau kan.. Bagusnya, membaca selalu membuat Anda tertarik untuk belajar lebih dan menguasai apa yang belum Anda tahu sebelumnya..

Keenam, membaca dan memahami isi surat (lire la lettre). Dibanding bacaan sebelumnya, membaca isi surat relatif lebih mudah. Selain jumlah kalimat yang lebih sedikit, kalimatnya pendek dan gampang dicerna. Dan sekali lagi, tingkat kemudahan relatif berbanding lurus dengan rendahnya bobot penilaian..

Ketujuh, membalas surat. Di bagian sebelumnya kan udah baca surat, nah sekarang tugas kita untuk membalas surat tersebut. Kebayang ga tuh nulis surat dalam bahasa Prancis? asyik lho.. berasa kita sudah bisa berkomunikasi secara tertulis dengan orang Prancis asli. Selalu lebih mudah mengungkapkan dengan tulisan daripada lisan kan? Hmm.. tapi karena vocab Prancis masih sangat minim, yawda kalimatnya dipaksa-paksain dikit deh.. yang penting masih nyambung dengan bagian 6.. hehe..

Kedelapan, berkenalan (se presenter).  Ini mungkin kemampuan ekspresi yang paling basic sekaligus paling penting, memperkenalkan diri. Di ujian A1.1, ceritanya kita mesti memperkenalkan diri di internet. Ya, katakan saja info-info basic: nama, alamat, tempat tanggal lahir, hobi, kewarganegaraan, profesi. Nah, mulai terbayang bisa chat ringan sama orang Prancis kalau udah lancar se presenter. C’est une bonne

Bagian terakhir, mendengarkan informasi (écouter les informations). Listening bagi saya, entah itu ujian English apalagi Francais, selalu jadi bagian yang paling sulit. Ga tau ya apa karena derau radionya yang keterlaluan, atau emang sayanya yang kurang nangkep.. haha.. dan di kesempatan pertama, saya nikmati aja tuh aksen sengau dan seksi khas Francais… baru di kesempatan kedua, saya nangkep infonya. Yah, ada 3 missed dan semuanya terkait dengan angka. Padahal kalau yang ngomong orang Indonesia yang bisa bahasa Prancis saya lumayan cepat nangkepnya lho, tapi saat angka itu diucap dengan aksen native, yaha.. buyar.. Hmm… kalau di iklan: always listening, always understanding.. harus banyak2 mendengar berarti ya…

**

Begitulah tes Francais A1.1.. asyik.. dan tampaknya asyik juga untuk melanjutkan belajar bahasa Prancis sampai benar-benar bisa 😀

Wisata Gunungkidul : Ponjong

H+2 lebaran, saya masih di Gunungkidul nih.. Seperti biasa, di H+2 ini ada acara trah (kumpul akbar keluarga besar). Trah Ronosentono –nama mbah canggah saya yang menjadi nama trah keluarga besar ini – biasa mengadakan trah kalau ga di Ponjong (Gunungkidul), ya di Kotagede (Yogyakarta) atau Magelang. Kebetulan untuk tahun ini acara trah di Ponjong, Gunungkidul. Di tempat eyang, persis di depan kantor kecamatan Ponjong kabupaten Gunungkidul.

Acara trah yang direncanakan mulai pukul 10 ternyata molor. Walhasil, keluarga saya yang sudah datang sebelum jam 10 dolan-dolan dulu. Menikmati permainya Ponjong, yang konon baru saja mendapat predikat peringkat 3 desa terbaik nasional 2011

Apa yang istimewa dari Ponjong sehingga diberi predikat desa terbaik nasional 2011? Tak lain karena hampir semua warganya sudah memiliki pekerjaan (bukan pengangguran) dan sudah mencapai swasembada pangan. Memang desa-desa di Ponjong seperti oase di tengah pegunungan. Banyak sekali sumber mata air di sini sehingga tak ada masalah pengairan di sini, hasil pertanian pun melimpah ruah dan menjadi lumbung beras kabupaten Gunungkidul.

Nah, di H+2 lebaran ini, melewati hijaunya alam Ponjong, saya mengunjungi salah satu sumber air di sana, yakni Waduk Beton. Letaknya tidak begitu jauh dari kantor kecamatan Ponjong. Di sini kita bisa menikmati air waduk yang tenang sambil menghirup segarnya udara, atau sambil memancing ikan. Nuansa hijau nan fresh di tengah pegunungan kapur. Saatnya untuk foto-foto

Yuhu, berwisata alam di Gunungkidul emang menyenangkan. Mungkin masih banyak wisata lain yang belum dijelajahi, tapi yang jelas ntar dulu. Harus segera masuk mobil nih, acara trah akan segera dimulai..

Wisata Gunungkidul: Kalisuci

H+1 Lebaran, bisa dipastikan di hari itu saya berada di Gunungkidul. Yah, di sanalah “tanah leluhur” saya yang kedua. Rumah eyang dan tempat berkumpulnya keluarga besar dari ayah saya. Tak terkecuali untuk H+1 Lebaran tahun ini.

Mengunjungi Gunungkidul bukan berarti mengunjungi daerah minim air lho ya.. Seperti juga pernah saya ceritakan di cerita terdahulu, mengunjungi Gunungkidul sama artinya dengan berwisata. Banyak sekali objek wisata di daerah ini, walau emang sih masih belum tergarap maksimal, tapi bagusnya kebanyakan objek wisata masih pure.

Setelah cerita tentang Pantai Baron dkk, Gua Bribin serta Hutan Wanagama, kali ini saya mengunjungi Kalisuci. Seperti namanya, kali berarti sungai. Anda pernah menikmati indahnya pantai Baron? Ada sungai kecil yang bermuara di pantai itu, bukan? Nah, sungai itu bermula di Kalisuci ini. Berawal dari mata air yang terlindungi pegunungan, aliran jernih Kalisuci menyusuri celah-celah megah gua, keluar lagi mencari jatuh sinaran sang surya, lalu kembali menembus bebatuan. Terus mencari jalannya menuju luasnya samudera. Elok.

Keelokan perjalanan Kalisuci menuju laut ini sekarang mulai digarap sebagai objek wisata potensial. Oleh masyarakat karang taruna lokal berpadu dengan mahasiswa pecinta alam. Bentuk wisatanya adalah menyusuri sungai dengan model semacam rafting tapi dengan sebuah ban untuk masing-masing orang. Menikmati lekukan indah Kalisuci, masuk dalam gua, menemui sinar matahari lagi, dan kembali masuk celah megah gua. Tak kurang dari 3 gua dimasuki bersama aliran sungai, dengan waktu sekitar 1,5-2 jam. Dihempas oleh sungai nan jernih dengan sensasi masuk dan keluar gua. Pengalaman menjelajah kawasan karst nan asyik bukan?

Paket jasa wisata yang bisa dinikmati tiap weekend (Sabtu-Ahad), hari libur, momen libur semesteran sekolah dan momen lebaran (bisa sampai 2 minggu). Harga yang dipatok cukup terjangkau, @Rp 65.000 (min. 5 orang). Perangkat penjelajahan sungai (pelampung, dekker, helm pengaman) sudah komplit, keamanan pun terjamin karena banyak guide dan tim medis di sana.  Tinggal datang sekeluarga atau rame-rame bareng teman dan nikmati pengalaman menyenangkan di Kalisuci.

Saya sendiri untuk libur Lebaran kali ini belum sempat mencoba paket wisata tersebut. Datangnya sudah kesorean sih. Hehe.. Tapi tentu akan saya agendakan untuk liburan semester mendatang.

Adakah yang tertarik? Ada yang mau bareng?

Hidangan Lebaran nan Lezat

Di malam hari menjelang lebaran di Indonesia tercinta ini, ketika para ikhwan sibuk dengan pesta takbiran yang acapkali bergeser niat syiarnya, para akhwat atau kaum hawa punya kebiasaan umum yang menarik. Kebiasaan ini positif, tak lain yaitu menyiapkan hidangan lebaran untuk keluarga besar.

Paling umum di momen Lebaran tentunya ketupat, dengan lauk pendampingnya yang biasa berupa opor ayam. Banyak macam hidangan Lebaran untuk keluarga besar masing-masing di seantero Nusantara yang mayoritas muslim ini. Apapun jenis hidangan Lebaran itu, memasak dan menyiapkannya telah menjadi tradisi tersendiri untuk ibu-ibu di malam Lebaran.

Hidangan lebaran, tanpa kita sadari telah menjadi semacam “alat silaturahim” tersendiri. Ketika keluarga besar berkumpul dan menikmati bersama hidangan lebaran,, hmm.. rasanya luar biasa mantap! Mak nyuss kalau kata Pak Bondan mah. Momen ngobrol bareng saat makan selalu menyenangkan, dan kelezatan makanan telah menjadi magnet kuat untuk mudik bagi orang rantau. Bukan saja ingin bertemu orang tua dan sanak kerabat, melainkan juga kangen akan lezatnya rasa dan kenikmatan makan bersama hidangan lebaran.

Nah, berbicara tentang hidangan lebaran, yang khas di keluarga besar saya di Klaten adalah masakan daging entog dan jangan lombok. Kedua masakan benar-benar  “Simply The Best”, lezatnya best banget dah.

Eyang kan emang melihara banyak entog di belakang rumah beliau, nah tiap momen lebaran pasti ada yang dipotong dan dimasakkan untuk anak cucu (keluarga besar saya).  Rasa daging dan keempukannya benar-benar memanjakan lidah. Ditambah jangan lombok — ‘jangan’ (bhs Jawa) berarti sayur, bukan berarti jangan dimakan lho yaa—wew, sempurna.. Saking enak dan selalu difavoritkan keluarga besar, yah saat saya akan makan, udah tinggal segini nih…

Hikz.. gapapa lah,, tetap terasa lezzzaat…

Inilah hidangan lebaran khas keluarga besar saya di Klaten. Bagaimana dengan hidangan lebaran di keluarga besar atau di daerah kalian, Kawan? Lezat juga kan? 😀

Cerita Lebaran

Waha.. lama kali tidak update postingan di blog.. Selepas menulis tentang pengalaman selama 1432 H kemarin, tulisan malah mandeg bersamaan dengan mudik di Solo. Emang sih di rumah ada koneksi internet, tapi ingin memaksimalkan waktu liburan dan saat-saat perbaikan gizi. Hehe..

Nah, di bulan Syawal yang merupakan momen Lebaran ini saya akan menceritakan sedikit pengalaman saya mudik dari tempat rantau (Bandung) ke my home sweet home di Solo, lalu lanjut mudik di “tanah leluhur”, Klaten dan Gunungkidul. Mudik tentunya merupakan momen migrasi periodik besar-besaran penduduk Indonesia yang selalu dinanti. Masing-masing punya cerita unik tersendiri yang (kebanyaka) menyenangkan.. bukan begitu?

Yuph, masih dalam suasana saling memaafkan, sekali lagi mohon maaf lahir dan batin. Dan izinkanlah saya sekedar bercerita, semoga ada hal menarik yang bisa memberi nilai positif.

Cerita lebaran… ini ceritaku, mana ceritamu? Hoho… #Korbaniklan

Mohon Maaf Lahir Batin

[walau telat…]

Di momen nan fitri ini,

perkenankan untuk kembali menghaturkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H,

Taqobalallahu minna wa minkum, Shiyamana wa shiyamakum

Minal aidin wal faidzin, Mohon maaf lahir batin

Mohon maaf apabila tulisan saya di postingan yang telah lalu banyak khilaf dan tak sengaja menyinggung hati,,

Semoga ke depan tulisan di blog yang sangat sederhana ini bisa memberikan banyak hal positif

Amiin..