Posted in jalan-jalan

Jejak Lombok 2: Numpang Lewat, Bali


Pulau Bali masyhur sebagai salah satu pulau terindah di muka bumi ini. Masyarakat internasional mengakui itu. Pulau Dewata ini menjadi ujung tombak pariwisata Indonesia, dengan angka kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara terbanyak. Seluruh deskripsi tentang Bali akan membawa ke frase akhir: Bali sangat indah. Tapi untuk kali ini, kami mengabaikan Bali. Bahkan tak ada rencana mengunjungi objek wisata Bali satupun. Terdengar angkuh ya.. Haha, whatever,,lanjut dulu ceritanya..

Selepas sholat di stasiun Banyuwangi Baru, rombongan kami segera melanjutkan perjalanan ke pelabuhan Ketapang. Jarak stasiun ke pelabuhan sangatlah dekat, hanya perlu ditempuh dengan 12 menit jalan kaki. Tidak sampai capek, tibalah kami di pelabuhan Selat Bali itu..

(saya–ketiga dari kiri– bersama rekan-rekan backpacker)

Waktu menjelang pukul 23 WIB saat kami membeli tiket penyeberangan. Hmm.. ternyata malam-malam gini masih ada aja lho penyeberangan ke Bali. Suasana pelabuhan Ketapang bahkan masih ramai. Sayangnya, ramai juga dengan calo. Maka dimulailah “pertempuran” pertama untuk kami para backpacker. Ketahuilah, total biaya perjalanan Anda akan sangat terpengaruh oleh negosiasi dengan para agen/calo transport. Yeah, for sure..

Niat awal kami adalah menyeberang ke Gilimanuk, terus baru cari bus jurusan Gilimanuk-Padang Bai di sana. Tapi karena minimnya pengetahuan dan atmosfer yang baru kita ketahui (amatir nih..haha), di ‘pertempuran pertama’ kami kalah oleh calo. Di sini kami jadi deal untuk naek bus dari Gilimanuk-Denpasar. Rugi biaya dan rugi waktu tentunya karena kami masih harus mencari angkutan menuju Padang Bai (pelabuhan menuju Lombok) setelah tiba di terminal Ubung, Denpasar. Hmm,, nilai sebuah pengalaman.. Sebel juga berurusan dengan calo, apalagi kami jadi nyaris terlambat masuk kapal ferinya. Oke dah, berikutnya kami takkan kalah.

Di kapal feri selama 45 menit di midnight begini. Tak ada bintang di langit malam. Tak ada ikan yang terlihat di laut nan hitam. Gelap. Tapi semangat kami, tetap menyala terang. Perjalanan ke Lombok baru setengah jalan.

Setelah sampai di pelabuhan Gilimanuk, kami langsung melanjutkan perjalanan ke Denpasar dengan bus. Saya ga kebagian tempat duduk penumpang nih, emang ampas calo di Ketapang tadi, asal memasukkan penumpang walau kursinya udah penuh. Maka saya duduk di depan, di kursi kondektur. Gapapa lah, paling cuma jadi susah tidur aja. Tak dinyana, malah ada poin positif utama karena duduk di kursi kondektur. Pak sopir yang baik hati memberikan tips-tips menghadapi calo selama perjalanan. Yeah!

Tak kurang dari 3,5 jam perjalanan dari Gilimanuk ke Denpasar. Di sebagian besar perjalanan, kiri dan kanannya adalah hutan. Sempat saya baca papan bertuliskan “Taman Nasional Bali Barat”. Wah, coba perjalanan ga tengah malam tapi siang hari, mungkin bisa liat macan tutul, rusa atau burung onta berkeliaran di pinggir jalan ya..asyik tuh.. (ngawur, emang Taman Safari..)

Di terminal Ubung Denpasar, kami segera dikerubuti banyak orang layaknya selebriti papan atas. Mending lah kalo itu fans atau wartawan media massa, tapi ini calo, guys! Dan ilmu dari pak sopir pun mulai diterapkan di sini: jangan terkesan ragu-ragu/tak tau kendaraan menuju tempat tujuan, bilang saja sudah dijemput/menunggu teman. Manjur. Satu demi satu calo mundur.

Mundurnya para calo ternyata hanya menyadarkan akan kebahagiaan semu bagi kami. Seketika kami sadar 2 hal:  sebenarnya kami tak tau kendaraan menuju Padang Bai, dan sebenarnya takkan ada teman yang datang menjemput kami!  Oh dear.. oh dear.. lama juga kami berkutat dengan keadaan tak pasti begini. Sampai adzan Subuh pun berkumandang. Yak sholat dulu, siapa tau ada petunjuk setelah itu.

Selepas kami sholat subuh di mushola terminal, kami memakai lagi sepatu sandal, mengusung lagi bawaan dan melangkah lagi ke terminal dengan nada sendu. Kenapa jadi tak pasti di terminal Denpasar yang tak kami rencanakan ini? Hmm.. faktanya kebanyakan manusia terlalu cepat mengeluh. Padahal tak dinyana hanya 15 menit sampai petunjuk dari Tuhan datang! Subhanallah,, petunjuk itu adalah bertemu dengan rombongan mas Hakim yang juga hendak menuju Lombok..

Rombongan mas Hakim memang tinggal di Lombok, dan sudah sangat berpengalaman di sini. Mereka menawarkan kualitas (jago nawar dan emang udah tau biaya2 transport di sini), kami menawarkan kuantitas (tau kan, kalo banyakan pasti harga bisa diturunin). Klop. Jadilah kami bisa carter colt menuju pelabuhan Padang Bai dengan biaya minimalis. Satu jam berikutnya, kami sudah tiba di Padang Bai. Tinggal sebuah selat yang memisahkan kita dengan Lombok.. Nice!

 

Oya, pada akhirnya kami (as expected) tak satupun objek wisata Bali yang kami kunjungi. Tapi tetap saja Bali memberi impresi, dari penduduk dan lingkungannya. Pak sopir yang mengantar dari Gilimanuk ke Denpasar tadi orang Bali asli, dan ia cukup ramah dan baik hati. Hospitality (keramahtamahan) sepertinya sudah dimaknai sepenuh hati oleh hampir seluruh lapisan masyarakat di Bali. Selain itu, hanya dengan menikmati perjalanan dengan bus saja, keliatan kok di kiri-kanan jalan betapa indahnya Bali. Tak heran kalo banyak yang kesengsem datang ke sini. Anyway, numpang lewat aja ya, Bali.. Pulau Dewata memang nice, tapi.. itu karena kami belum liat Lombok kan?

Yep, selepas selat di depan.. Lombok akan menyambut di sana…

*** NOTE****

biaya selama perjalanan ini:

  • penyeberangan Selat Bali : 6.000
  • bus Gilimanuk-Denpasar : 35.000 (harga calo, harusnya klo tepat naek bus Gilimanuk-Padang Bai hanya 40.000)
  • colt Denpasar-Padang Bai : 20.000
  • Toilet di Padang Bai : 2.000
  • Sarapan (soto ayam+teh manis hangat) di Padang Bai : 12.000

tips selama perjalanan ini:

  • di pelabuhan Ketapang, banyak calo yg berpakaian mirip petugas resmi. Jangan pernah menyerahkan tiket yang sudah kita beli ke mereka dengan alasan apapun, atau perjalanan kita bakal terhambat. Itu hanya akal2an mereka agar kita naek bus mereka. Serahkan tiket ke petugas resmi.
  • bagaimana membedakan calo dengan petugas resmi? well, cukup jelas sebenarnya. Calo itu menghampiri kita, sedang petugas resmi menunggu di tempatnya untuk didatangi kita (ngapain juga nyamperin?)
  • jangan terlihat ragu2 di terminal/pelabuhan karena itu akan memunculkan peluang besar calo mempengaruhi kita. Cari info transport sebanyak2nya dari saudara atau rekan di dunia maya (forum backpacker/kaskus)
  • tiba di pelabuhan Gilimanuk ada pengecekan KTP. Pastikan Anda membawa KTP anda sendiri yang masih berlaku. Atau kalau memang kelupaan, ya berkompromilah dengan sopir bus (tentu dengan tambahan uang). Petugas takkan sungkan menahan Anda jika kedapatan tak membawa KTP
  • Untuk menghindari ribet dengan calo, ikuti tips dari pak sopir seperti cerita di atas.. hehe..
  • kalo sekiranya anda memang bingung di terminal/pelabuhan, sedang petugas sangat cuek,, cobalah kenalan dengan calon penumpang di sebelah anda. siapa tahu mereka dapat memberikan info yg tepat

***

(to be continued)

Penulis:

Simple, Humble, Gentle

22 thoughts on “Jejak Lombok 2: Numpang Lewat, Bali

    1. bisa naik bus mas.. baik udah deal di Ketapang (ati2, di pelabuhan ini banyak banget calo), atau setelah menyeberang (bus jurusan Gilimanuk-Padang Bai ada kok..)..

  1. Untung transport dari denpasar ke padang bai itu… sewa colt dengan kapasitas berapa orang yah mas? mohon info dong, karena saya rencana nya bulan mei mau ke lombok via bali.

    Terima kasih

    1. Colt carteran dari Ubud-Padang Bai itu bisa menampung 10-15 orang tergantung bawaan. Kami kemarin total 14 (@membawa 1 tas besar dan 1 tas jinjing kecil) muat kok, tapi ya harus kompromi berdesak-desakan😀
      Mau backpacking juga, mbak? Semoga perjalanan lancar dan menyenangkan🙂

  2. salam backpacker mas musz,
    senang sekali masih ada orang yang mau berbagi berpengalaman perjalanannya, apalagi sesama backpacker…
    sya mohon bimbinganya ya mas musz, sya niat backpack ke lombok bln dpn, start dri jogja mas… 🙂

      1. insya Allah mas bero, klo naik sri tanjung, pastix xmpex mlm kan d banyuwangix mas, nahh !!! jam segitu kira” msh ada penyebrangan gak ke bali, n bus langsung ke padang bai?
        trim’s🙂

      2. 24 jam penyeberangannya masbro.. saya menyeberang jam 23,, jam segitu calo bus langsung ke padang bai jg masih bejibun banyaknya.. hehe

  3. jadi saranx mas musz pie, apa saya ikutin calox, atau cari bus sendiri di ketapang yang langsung ke padang bai,
    soalx sya nanti cuma berdua sama teman saya, dan itupun cwe mas beroo..
    ada tanggungan besar neh,,,😀
    sya rencana meluncur ke lombok tgl 11 juli,🙂

  4. Mas musz, mau minta Saran lbh baik deal bis gilimanuk-padang bai di pelabuhan ketapang atau pas di gilimanuk? Trims bag us sekali tulisannya:-)

    1. tergantung kepentingan. kalo mau lebih cepat ya baiknya udah dapet bis di ketapang (sebelum menyeberang), biar aman belum banyak bis yang penuh. tapi kalo mau istirahat dan makan bentar selepas menyeberang, plus kemungkinan harga lebih murah, ya di Gilimanuk (sehabis nyebrang).. begitu.. dun forget tipsnya: pinter2 berhadapan dg calo.. haha.. happy travelling🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s