Diposkan pada jalan-jalan

Jejak Lombok 3: Touchdown Lombok!!


Lima jam adalah waktu yang diperlukan untuk menyeberangi Selat Lombok dengan kapal feri biasa. Tentulah itu waktu penyeberangan paling panjang yang pernah saya ikuti, karena sebelumnya saya hanya pernah menyeberang Selat Bali. Waktu 45 menit dengan 5 jam berselisih sangat besar. Akankah saya mabuk laut? Atau sebaliknya saya akan sangat menikmati 5 jam terapung di atas lautan? Hmm.. entahlah.. lebih baik menikmati pemandangan pelabuhan Padang Bai dulu,,

      

Ternyata kami beristirahat cukup lama juga di ruang tunggu pelabuhan Padang Bai tadi. Menunggu bus menuju Mataram sih.. Kenapa harus menunggu bus? Berdasar mas Hakim yang sudah berpengalaman, naek bus sebelum masuk kapal relatif lebih hemat biaya daripada naek kapal dulu baru setelah sampai pelabuhan cari bus.. tentu tetap perlu nego dengan calo/agen. Okelah, bisa memanfaatkan waktu dengan istirahat, sarapan dan charging gadget (untuk perjalanan backpacking emang sulit untuk mencharge sebelum sampai tempat tujuan, nah di pelabuhan Padang Bai ini merupakan salah satu spot di tengah perjalanan di mana kita bisa charging).

Pukul 10 WITA saat kapal mulai menaikkan jangkarnya, siap untuk mengarungi Selat Lombok. Saatnya 5 jam di laut! Ngapain aja ya? Awalnya menikmati sekeliling kapal, dan inilah enaknya naek kapal siang hari: terlihatnya lumba-lumba yang asyik berlompatan, exciting. Arus laut pada awal perjalanan ini cukup tenang, angin pun bertiup semilir.

Setelah 1 jam pertama, daratan sudah tak lagi terlihat. Dua raksasa biru (langit dan samudera) menyatu dan hanya itu yang terlihat di seluruh penjuru mata angin. Sebuah pemandangan yang baru kali ini saya jumpai mengingat sebelumnya, daratan selalu terlihat megah. Tak lama saya menikmatinya karena obat anti mabuk laut yang saya minum mulai bekerja. It’s time to sleep.

Lima jam ternyata bukan waktu yang sebentar ya.. Iyalah,, berbagai aktivitas killing time sudah dilakukan seperti ngobrol, maen, nulis catatan perjalanan, dll. sudah dilakukan tapi kok ga sampai-sampai ya.. haha..

Di sekililing kami, para bule kelihatan asyik berdendang dengan gitarnya. Lumayan bisa dinikmati. Tapi yang paling bisa dinikmati adalah ngobrol dengan bule.. Yuph, berkat kripik pisang, saya dan teman-teman berkenalan dengan 2 bule Prancis yang duduk  di belakang tempat duduk kami. Mereka sangat ramah dan sangat excited karena ada yang berbicara Francais. Walau setelah beberapa kalimat, kami harus bilang  je parle un peux francais (saya hanya bicara sedikit bahasa prancis), tapi obrolan hangat tetap berlanjut karena pasangan desainer grafis dari kota Paris itu fasih juga berbahasa Inggris. Inikah sedikit pembuka jalan menuju Prancis, negeri yang saya impikan untuk melanjutkan studi S2? Semoga… Yang jelas, Mr.Frederic Mazzola nan ramah dan Ms.Raffaela Petrolacci nan cantik mempersilakan mampir kalo berkunjung ke Paris (tajir amat mereka yah, tinggalnya di Paris.. haha)

(saya dan Fred)

Setelah 5 jam, terlihatlah daratan nan hijau di sana. Tak salah tak bukan lagi, that’s Lombok!! Wah, tak sabar untuk memulai petualangan di pulau nan eksotis itu. Apakah pantai di pulaunya suku Sasak ini seindah dan sebersih yang dikatakan banyak orang di internet? Benarkah keindahan pulau yang bermahkotakan Rinjani ini menyaingi Bali, bahkan lebih bagus karena lebih alami belum terlalu banyak yang pengunjung? Jawabannya akan segera ditemukan karena kami telah tiba di Pelabuhan Lembar, Lombok.

Touchdown Lombok!!

***NOTE***

biaya selama perjalanan ini:

  • bus Padang Bai-Mataram: 45.000 (sudah include biaya penyeberangan 36.000)

tips selama perjalanan ini:

  • Padang Bai menyediakan tempat charging. Kalau Anda dalam rombongan, sebaiknya bawalah roll kabel untuk colokan listrik rame-rame, ga rebutan 🙂
  • Sarapan terlebih dahulu dan minumlah obat anti mabuk perjalanan (antimo) agar tidak mabuk laut. Ga enak kalo sampai mabuk laut karena 5 jam terombang-ambing di lautan!
  • Lima jam di lautan akan terasa sangat lama! Bawa permainan yang bisa dimainkan rame-rame untuk mengatasi kebosanan, seperti papan catur, halma, ular tangga, kartu remi, uno, atau monopoli. Hehe..
  • Coba juga ngobrol dikit-dikit dengan bule. Salah satu pemikat pariwisata adalah keramahtamahan penduduk. Yup, dengan beramah tamah (obrolan hangat) dengan bule, sedikit banyak akan memberi impresi yang bagus tentang Indonesia dan pada akhirnya mereka tertarik untuk berkunjung lagi. Bantu Visit Indonesia Year 🙂

***

(to be continued)

Wikipedia: To Be Continued… is a 4 CD/4 cassette box set detailing Elton John’s music from his days with Bluesology to the then-present day.

Iklan

Penulis:

Simple, Humble, Gentle

8 tanggapan untuk “Jejak Lombok 3: Touchdown Lombok!!

  1. @mas Aji: wah,,mas Aji…welcome to my blog mas :D. Iya, Senggigi bagus banget,,tapi kalo ke hotel yang menghadap pantai, ntar aja klo udah punya pendamping kados panjenengan.. hehe
    @Indah: yoa. amiin3.. merci..

    1. maksudnya bus dari Padang Bai ke Mataram kan ya? bisa dengan bus Langsung Indah (bisa diliat di lanjutannya– Jejak Lombok 4). Itu udah mulai nego dan naik di pelabuhan Padang Bai Bali (sebelum menyeberang). Happy travelling mas 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s