Posted in jalan-jalan

Jejak Lombok 5: Beauty of Lombok Beach


Pagi yang antusias menyambut. Mengapa begitu antusias? Pertama, gara-gara misinterpretasi jam sholat (Subuh di sini saya kira jam 03.45 WITA, ternyata 04.45 WITA), subhanallah saya malah bisa sholat lail dan sholat Subuh tepat waktu. Walau sayang belum bisa sholat subuh di salah satu masjid Pulau 1000 Masjid ini karena hujan turun dengan derasnya. Kedua, hari ini kami akan menikmati pantai-pantai yang sangat cantik di bumi Lombok. Seindah apakah pantainya ntar? Pertanyaan yang terus membuat antusias.

Hujan deras reda dan persiapan berangkat selesai menjelang jam 9 WITA. Mobil Innova yang kami sewa sudah siap di depan inapan, siap untuk dipakai menjelajahi Lombok seharian ini. Mari berdoa lagi untuk hari yang indah, perjalanan tanpa tersesat (maklum belum hafal jalanan Lombok) dan cuaca yang baik. Tujuan pertama: Pantai Kuta!

Pantai Kuta terletak di Lombok bagian selatan. Waktu tempuh normal dari Mataram selama 1 jam. Tapi karena sarapan dulu di kota Mataram, kami baru sampai jam 11 WITA. Nuansa alami di sekitar pantai menaikkan antusias. Walau begitu, kami malah bingung sendiri mau menuju bagian pantai yang mana mengingat banyaknya jurusan menuju pantai-pantai tertentu (seperti di pantai Baron Jogja, pantai-pantai di sini ada banyak, masing-masing terpisah oleh tebing). Well, akhirnya inilah yang kami pilih: mengikuti mobil hotel novotel (mobil hotel biasanya kan mengantar tamunya ke spot wisata paling bagustuh..)🙂. Dan sampailah kami di pantai Tanjung Aan, Kuta, Lombok.

Soothing blue, softly sand, calmly atmosphere, natural feel. Wonderful. Subhanallah, menakjubkan.

It’s the real blue. Sejauh ini saya mendapati pantai kebanyakan berwarna hijau (pantai-pantai di selatan Jawa), atau saat ke Bali terlalu ramai wisatawan sehingga birunya sudah ga asyik lagi. Nah, berpadu antara keajaiban alami dari Tuhan plus belum banyaknya pengunjung, warna biru laut di sini benar-benar biru jernih seperti di best photographnya National Geographic atau di buku panduan wisata internasional. Selepas memandang birunya air laut, mari melangkah, lepas sandal dan injak pasir putih di sini. Pasirnya berbentuk seperti merica dengan bulir berwarna putih, memberi kelembutan tersendiri saat bersentuhan dengan kulit kaki.

Then, it’s time for swimming.. Pantai Tanjung Aan ini terkenal untuk lokasi soft surfing, jadinya ombaknya menggulung cukup besar tapi cukup aman untuk renang. Wah asyik banget dah renang di sini,, terangkat naik mengikuti gulungan ombak sampai ke pantai, terseret lagi ke tengah, naik lagi bersama gelombang.. Best!

Setelah puas renang, saatnya menikmati pemandangan dari atas tebing. Yup, di tengah-tengah pantai Tanjung Aan ada tebing yang membuat kita bisa melihat panorama dari atas. Angin yang bertiup, birunya laut yang terlihat, pasir putih di bawah, dan suasana alami nan tenang. Luar biasa. Jelas ini pantai terbaik yang pernah saya kunjungi, menurut saya lebih bagus dibanding Bali dan tentu jauh lebih bagus dibanding pantai di Jawa.

 

Turun dari tebing, kami menikmati sejenak apa yang jamak di pantai: segarnya air kelapa. Then, menuju tempat makan siang di sepanjang Pantai Kuta. Perut sudah terisi dan bersiap untuk tujuan selanjutnya: Pantai Senggigi!!

Di perjalanan menuju pantai Senggigi, kami melewati dusun Sade, desa tradisional suku Sasak (suku asli Lombok). Sebenarnya sangat menarik bisa mengunjungi kekayaan Nusantara rumah adat dan kehidupan suku Sasak, sayang seribu sayang hujan turun sangat deras saat itu. Emang agak ga nyaman berwisata di kala musim penghujan gini. Maka perjalanan menuju Senggigi pun lanjut.

Jam 17 WITA kami tiba di kawasan pantai Senggigi. Sempat bingung nih karena jalan masuknya tidak begitu besar dan papan petunjuknya kurang jelas. Tertutup banyaknya hotel dan cafe di sini sih.. Tapi ya dimaklumi saja begitu banyak dibangun tempat akomodasi mengingat begitu indahnya Senggigi.

Senggigi merupakan pantai yang menghadap arah barat, dengan kata lain, pantai sunset. Konon sangat romantis panorama sunset Senggigu sehingga paket bulan madu di sini selalu laris manis. Dan apes adalah kami tiba di Senggigi saat matahari bersembunyi di balik awan yang menurunkan hujan. Hmm…

Sambil menunggu hujan reda, kami menikmati sate dan jagung bakar dulu. Lezat.. Butuh waktu hampir 45 menit sebelum hujan reda dan kami bisa menyusuri pantai, jalan-jalan santai sambil ambil foto panorama..

Senggigi jelas pantai yang indah. Walau kalah murni dan bersih dibanding Pantai Kuta, tapi menang dalam hal fasilitas. Sayang sore ini cuaca tidak bersahabat. Sampai akhir, kami tidak mendapati langit merah merona Senggigi nan memukau itu. Poin positifnya, saya ke sini bersama rombongan cowo, jadi ga begitu masalah ya.. Next time klo sama eng.ing.eng sangat worthed deh coba lagi menikmati sunset Senggigi. Hoho…

Itulah cerita indahnya, menawannya, eksotisnya pantai-pantai di pulau Lombok. The Beauty of Lombok Beach.

Hujan turun dengan derasnya saat kami kembali ke Mataram. Istirahat sebelum satu hari puncak besok, Pesona Gili…

***NOTE***

biaya selama perjalanan ini:

  • Sewa mobil Innova 24 jam: 50.000 (sewa mobil 300rb+bensin 150rb, dibagi ber-9)
  • Sarapan di kota Mataram (nasi+pecel ayam): 13.000
  • Naik ke tebing Tanjung Aan: 1.000 (bea masuk objek wisata tidak ada, hanya perlu bayar parkir)
  • Kelapa muda : 5.000
  • Makan siang di pantai Kuta (fried rice) : 12.000
  • Masuk objek wisata Senggigi : 1.000
  • Toilet di Senggigi : 2.000
  • Sate ayam di Senggigi : 5.000 (15ribu, dibagi ber-3)

Tips selama perjalanan ini:

  • Sewa mobil merupakan alternatif yang sangat baik untuk keliling Lombok mengingat minimnya angkutan umum menuju objek wisata. Harga sewa lumayan terjangkau. Pastikan sudah deal sewa satu hari sebelumnya.
  • Satu-satunya kekurangan Pantai Kuta menurut saya adalah banyaknya anjing. Walau begitu, bersikaplah biasa saja. Rileks. Konon anjing dapat mendeteksi rasa cemas/takut kita, sehingga malah makin mendekat kalau kita takut.
  • Kalo cuaca mendukung, sempatkan berkunjung ke dusun Sade untuk mengenal khazanah budaya Indonesia tercinta.
  • Saat sampai ke kawasan Senggigi, cermati papan petunjuk jalan menuju gerbang objek wisata atau segera tanya pada orang di sekitar situ daripada melaju terlalu jauh tanpa menemui jalan masuk Senggigi.

***

(to be continued)

Penulis:

Simple, Humble, Gentle

14 thoughts on “Jejak Lombok 5: Beauty of Lombok Beach

  1. halo, kalian sewa mobil dimana? boleh minta cp nya? karena saya rencana mau ke lombok september ini.
    oia, satu lagi, kira2 bisa ga ya kalo mau ke gili trawangan dari lombok (pulang-pergi dalam sehari) tapi pake public boat? jam berapa aja adanya?

    terima kasih ya🙂

    1. sewa mobil kurang tau saya euy karena dulu diurus oleh saudara teman saya.. public boat jadwalnya ada terus tiap jam, dari Lombok mulai jam 6 pagi, dari Gili Trawangan terakhir kalau ga salah jam 6 sore..🙂

  2. That is very fascinating, You’re a very professional blogger. I have joined your rss feed and stay up for in quest of more of your fantastic post. Additionally, I have shared your web site in my social networks

  3. A motivating discussion is definitely worth comment. There’s no doubt that that you should publish more on this subject, it may not be a taboo subject but generally people do not speak about these topics. To the next! Kind regards!!

  4. The size the file must be considered as the larger the file, the longer its seeding time will be.
    In internal retention, pulll the abdominal organs in
    and up, and simultaneously bring the lower spine forward. I try
    downloading’New Moon’ simply to see if it really is up – but who
    am I kidding.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s