Posted in jalan-jalan

Jejak Lombok 6: Pesona Gili


Tiba waktunya untuk satu hari puncak. Ya, hari ini sesuai rencana akan kami habiskan untuk menikmati eksotisme Trio Gili. Kenapa mesti sehari penuh? Hmm.. ikuti dulu ceritanya…. hehe

Satu jam merupakan waktu yang dibutuhkan untuk mencapai Pelabuhan Bangsal (pelabuhan dari Lombok menuju tiga Gili) dari Mataram. Ada dua alternatif jalan menuju sana, lewat sepanjang pantai Senggigi, atau lewat Hutan Pusuk di kaki Rinjani. Karena kemarin sudah menjelajahi jalanan dekat pantai, kami memilih opsi kedua: lewat hutan. Nuansa hijau rimbun nan menyejukkan bukan satu-satunya yang ditawarkan oleh bagian gunung Rinjani ini. Suara alam mengiringi ratusan monyet yang berjajar dan berseliweran di pinggir jalan. Yuph, Pusuk merupakan hutan lindung dengan ratusan monyet. Nikmatilah saat penyeberang jalan bukan lagi ayam atau kucing, tapi monyet… Hoho..

Udah, ga usah kelamaan juga liat monyetnya…😀

Singkat cerita, rombongan monyet kami tiba di pelabuhan Bangsal. Dari 3 pilihan Gili (Gili Air, Gili Meno, Gili Trawangan), kami pilih menuju ke Gili Trawangan karena di sana merupakan pulau terbesar di antara 3 gili, fasilitasnya paling lengkap. Tak perlu waktu lama menunggu boat jalan karena minimal 20 orang saja yang sudah membeli tiket, maka siap berangkat. Yohaa..

Butuh 40 menit untuk sampai di Gili Trawangan. Santai, dibanding menyeberang selat Bali yang pemandangannya statis atau selat Lombok yang 5 jam luamanya, penyeberangan kali ini sangat bisa dinikmati. Arah belakang, terlihat hijaunya pulau Lombok yang akan kami tinggalkan seharian. Rinjani berdiri kokoh di sana, saking megahnya puncak mahkota gunung tertinggi ketiga di Indonesia itu selalu diselimuti awan, tak pernah tampak. Di samping sudah terlihat pesona Gili Air lalu Gili Meno. Dan di depan adalah pulau tujuan, Gili Trawangan.

Well done, sampailah saya di Gili Trawangan!!

Gili artinya pulau kecil. Dan ketiga pulau kecil di sebelah barat laut Lombok ini katanya sih menawarkan wisata tropis nan sempurna. Saya belum tau sesempurna apa saat itu, tapi setidaknya impresi awal sudah saya dapat di pelabuhan. Air laut di pelabuhan, uniknya masih crystal clear walaupun sudah cukup banyak boat di sana. Wew!

Mulailah kami melangkahkan kaki menyusuri jalanan Gili Trawangan di sepanjang pantai. Then kami mendapati impresi selanjutnya, di sini benar-benar tidak ada kendaraan bermotor. Transportasi darat dengan sepeda atau cidomo (semacam delman tapi pake roda mobil, kalo delman kan roda kayu tuh..) saja. Great! Udara segar dan pulau kecil nan menawan siap dijelajahi.

Untuk sementara keinginan menyusuri satu pulau diurungkan dulu dink. Ada kebutuhan yang lebih penting yakni hunting makan siang (lapar gan..) dan paket snorkeling. Maklum, mesti menyesuaikan dengan waktu sholat Jumat. Kami pun makan siang paket murah meriah di Green Cafe tidak jauh dari pelabuhan, serta deal paket private snorkeling. Oke, sholat Jumat ditegakkan dulu selepas itu (ada masjid besar lho di sini, yakni Masjid Agung Baiturrahman, dekat dengan pelabuhan)

Dan.. It’s time for snorkeling!!

Paket umum/public untuk snorkling biasanya dengan 3 spot dan waktu yang sudah ditentukan (berangkat sekitar jam 11). Tapi kali ini kami ambil paket private, emang sih jauh lebih mahal (2x lipat) tapi ada keuntungannya: bisa menentukan waktu sendiri (so, bisa sholat Jumat dulu) dan tambahan 1 spot khusus.

Snorkeling merupakan selam dangkal dengan bantuan masker dan snorkel (selang berbentu J dengan pelindung mulut di bagian bawah untuk membantu pernafasan mulut tanpa perlu mengangkat muka ke permukaan). Ini pertama kalinya bagi saya. Tekniknya sederhana, harusnya langsung bisa sih tapi saya sendiri malah masih kesulitan di spot 1, “Good Heart Reef”. Masih bisa menikmati indahnya terumbu karang di bawah tapi sangat terganggu karena teknik pernafasan mulut yang salah.

Lanjut ke spot 2, “Turtles Reef” dekat Gili Meno. Di spot inilah biasanya penyu-penyu besar lewat. Sayang, kali ini kami tidak mendapati sang penyu. Tapi tak apalah, karena di spot ini saya mulai nyaman menggunakan snorkel dan bisa tuntas menikmati keindahan terumbu karang berikut ikan-ikan nan cantik di bawah sana.

Spot 3, “Garden Fish Reef”, kali ini dekat Gili Air. Another great reef, beautiful fishes. Mantap! Sudah tiga spot, capek juga makanya istirahat dulu di cafe Paradiso Gili Air, sekedar untuk beli minum, foto-foto serta berbaring santai di kursi kayu menikmati indahnya pesona Gili..

Then lanjut ke spot 4, “Bay Rock Reef”, antara Gili Meno dan Gili Trawangan. Katanya sih di spot ini ada bangkai kapal tenggelam. Ekspektasi saya naik tinggi, wah seperti Titanic atau Costa Concordiakah? Well, ekspektasi lebay tapi saya baru sadar setelah nyebur dan melihat bangkai kapalnya. Hanya boat biasa. Iya juga ya, mana mungkin kapal segedhe Titanic berlayar di perairan dangkal gini. LoL

Puas sudah empat jam lebih snorkeling di laut tropical blue Trio Gili. Bottom glass boat yang mengantar kami pun sampai lagi di pelabuhan Gili Trawangan. Senja segera menjelang dan kami harus bersiap untuk bermalam..

Pilihan bermalam di sini ada tiga. Pertama, sewa kamar inap, banyak lah tempat akomodasi di sini. Keuntungannya tentu ada kamar mandi, tempat charging, barang bawaan bisa diletakkan dan tidur nyaman, walau tentu harus keluar uang lebih. Opsi kedua, cara klasik: tidur di masjid. Hoho.. Kami sudah minta izin ke DKM salah satu masjid di sana sih, tapi akhirnya kami memilih opsi ketiga (dan memang itu rencana dari awal): mendirikan tenda!! Yuph, sounds adventurous.. Buat apa sudah jauh-jauh ke sini, sekalian aja kan menuntaskan jiwa petualang..🙂

Setelah makan malam bakar-bakaran ikan di dekat pantai (depan Green Cafe), kami mulai mencari spot untuk membangun tenda. Ketemu tempat yang dirasa pas, dan mulailah… tepuk pramuka **pramuka pramuka praja muda karana**..  siapa juga yang aktif pramuka -__- Misunderstanding yang cukup kocak terjadi saat pendirian tenda, tapi tetap pada akhirnya berdiri 2 tenda kokoh yang siap untuk jadi tempat istirahat 9 orang..

Suasana malam kami nikmati dengan jalan-jalan di sekitar pantai. Ada turtle conservation (penangkaran penyu) di sana,, 3 akuarium berukuran sedang untuk menaruh puluhan penyu kecil nan cantik..

Malam semakin larut. Bule-bule berduyun menuju satu tempat, sebuah cafe yang malam ini dapat giliran menggelar night beach party. Pesta ajeb-ajeb penuh minuman keras.. katanya digelar rutin lagi.. parah, tapi cukup kami tau saja (ngapain juga ikut dugem). Saatnya kembali ke tenda dan segera tidur. Eh, menunggu hari berganti dulu dink. Mengucap selamat dan doa teruntuk my lovely mom yang berulang tahun, baru kemudian istirahat.

Sehari menikmati Pesona Gili sudah kami nikmati. Terjawab pula mengapa pulau ini disebut surga wisata tropical. Pantai berpasir putih, laut tropical blue yang sangat jernih, udara segar tanpa asap kendaraan bermotor, terumbu karang dan ikan yang luar biasa,,, Amazing..

***NOTE***

biaya selama perjalanan ini:

  • Boat Bangsal-Gili Trawangan : 10.000 (klo ke Gili Air 8ribu, Gili Meno 9ribu)
  • Makan siang di Green Cafe : 10.000
  • Paket snorkeling private: 110.000 (klo public sekitar 50ribu)
  • Makan malam ikan bakar : 18.000

tips selama perjalanan ini:

  • Saat lewat hutan Pusuk, berhentilah sejenak melihat pemandangan laut dari kawasan hutan itu dan sejenak memberi makan teman Anda😛
  • Pastikan menjaga kebersihan selama di Gili Trawangan untuk menjaga kealamian dan kebersihan pulau.
  • Kelilinglah menikmati satu pulau kecil di sana, baik dengan jalan kaki, sewa sepeda atau naik cidomo.
  • Saat makan siang, sempatkan untuk membeli roti. Ikan-ikan di terumbu karang suka dan mau mendekat lho kalo diberi remah-remah roti..
  • Ketahui dan kuasailah teknik snorkeling yang benar sejak sebelum spot pertama, bisa dengan insting, tanya ke awak kapal yang mengantarkan kita, atau teman yang sudah pernah snorkeling sebelumnya. Biar nyaman menikmati dengan tuntas seluruh spot.
  • Biasanya saat awal snorkeling, salah satunya pakai kaki katak (untuk membantu berenang). Tapi suer, enakan ga pakai itu. Ribet. Lebih enteng/leluasa berenang dengan menggerakkan kaki tanpa bantuan alat..
  • Kontrol diri saat malam hari di Gili, emang acap untuk pesta sih.. Cukup tau aja, ga usah sok ikut-ikutan..
  • Kalo mau bikin tenda, lokasinya yang dekat dengan masjid saja. Karena kalau ada kendala teknis dan cuaca, bisa segera “ngungsi” ke masjid, yang notabene akomodasi alternatif terbaik.🙂

***

(to be continued)

Penulis:

Simple, Humble, Gentle

13 thoughts on “Jejak Lombok 6: Pesona Gili

  1. waaah, tampaknya menyenangkan.
    Saya baru baca novelnya tere-liye yang judulnya Sunset Bersama Rosie, disitu ceritanya juga setting di Gili Trawangan. Dari ceritanya saja saya udah bisa membayangkan pasti bagus sekali pemandangannya,apalagi klo lihat aslinya.
    Jadi pingiin, semoga saya bisa kesana suatu saat nanti. Aamiin.

  2. gw bwsar di pulau indah tersebut, yang kalian nikmati adalah bagian kecil terindah pulau tersebut, masih banyak lainya yang indah seperti pantai surga, kerupuk, dll tapi yang menjadi masalahnya adalah akses menuju kesana tidak semudah menuju kute, senggigi, atau gili-gili indah. ada yang mau ke lombok lagi kah,… sempatkan juga mampir ke pulau sumbawa dimana si sepanjang garis jalan utama banyak pemandangan alam pantai yang luar biasa,….. now im living in dompu and i grew up in lombok,……

  3. kapan ke lombok lagi? ikut gabung dong🙂
    saya ke lombok tahun 2010, sahabat yang dulu bersama tidak bisa bareng lagi😦

  4. pengen kembali ke lombok. kalau ada plan ke lombok bisa gabung ya🙂 saya tinggal di tulungagung, jatim
    sempat ke lombok tahun 2010…pengen lagiii…….

  5. bang, ada cp buat snorkeling paket private 110rb itu gak ? mau dong. tertarik nih.
    bisa dikirim ke emel naturebonzay[at]gmail[dot][com]
    trimakasih🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s