Diposkan pada islami

Tour “55” Lombok (3)


Kembali berbicara tentang Lombok sebagai Pulau Seribu Masjid. 🙂

Oke, anggap kuantitas (seperti dipaparkan pada part 2) belum memberi impresi. So, saya berusaha untuk bisa merasakan sholat Subuh langsung di salah satu masjid di sana. Kenapa Sholat Subuh? Yup, biasanya “loyalitas” jamaah bisa diukur di sini.. Seberapa besar jamaah terpengaruh masjid hingga mau menggerakkan tubuh melawan hawa pagi dingin menuju rumah Allah? Kesempatan Subuh pertama ke masjid di Ampenan (Mataram, Lombok) saya lewatkan, hujan deras turun (teramat deras, ga bawa payung, plus saya ga tau letak masjidnya lagi). Alhamdulillah kesempatan kedua di hari berikutnya tak terlewatkan. Saya sholat Subuh di masjid sana. Dan.. subhanallah.. jamaahnya banyak. Dua atau tiga kali lipat dibanding Subuhan di masjid kampung saya..

Beberapa jam selepas Subuh, saya bercengkerama santai sambil menikmati pisang goreng nan lezat di pagi hari. Dalam obrolan itu, saya jadi tau arti Lombok dan well.. katanya, masjid-masjid besar yang dibangun itu, warga RTnya ga sekedar mengumpulkan uang, tapi turut pula dalam pengerjaan semenjak awal (buat fondasi, ngecor, ngecat, dll). Wew! Nice.. Tampaknya bukan keindahan alam saja yang memberi pencerahan pada saya di pulau Lombok nan eksotis..

Lanjut lagi yo dengan tadabur QS 55..

21. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Astaghfirullah.. Subhanallah.. Allahu Akbar.. Alhamdulillah… sungguh teramat besar nikmat dari-Mu ya Rabb..

22. Dari keduanya keluar mutiara dan marjan

Lagi-lagi ada garis merah dengan pulau Lombok.. Hasil alam dan kerajinan mutiara dari Lombok masyhur!! Dalam international pearl festival (pesta mutiara) yang pernah digelar di sana, mutiara dari laut Lombok berhasil mendapat pengakuan dari para penggila mutiara.. Coba liat Queen of Pearls dari laut Lombok berikut:

23. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Astaghfirullah.. Subhanallah.. Allahu Akbar.. Alhamdulillah… sungguh teramat besar nikmat dari-Mu ya Rabb..

24. Dan kepunyaan-Nyalah bahtera-bahtera yang tinggi layarnya di lautan laksana gunung-gunung

Diksi superlatif bahtera milik Allah. Tentu bahtera yang saya gunakan dalam mengarungi Selat Lombok dan selat menuju Gili tak bisa sedikitpun dibandingkan, lha wong di laut yang cukup tenang aja goyang-goyang sendiri (ini perahunya yg ga stabil atau orangnya yang mabok sih.. Haha..)

25. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Astaghfirullah.. Subhanallah.. Allahu Akbar.. Alhamdulillah… sungguh teramat besar nikmat dari-Mu ya Rabb..

26. Semua yang ada di bumi itu akan binasa

Astaghfirullahal ‘adziim.. *_*

27. Dan tetap kekal Wajah Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan

Of course.. Absolutely…

28. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Nikmat yang mana? Astaghfirullah.. Subhanallah.. Allahu Akbar.. Alhamdulillah… sungguh teramat besar nikmat dari-Mu ya Rabb..

29. Semua yang ada di langit dan di bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Ia dalam kesibukan.

Alam berdzikir. Malaikat berdzikir. Manusia dan jin yang tak lalai pun berdzikir, dan selalu meminta pada-Nya yang memiliki segalanya di langit dan bumi. Semoga kita terus turut “menyibukkan” Allah SWT dengan dzikir dan doa setiap waktu..

30. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Sungguh ini retorika yang sulit ya Allah. Astaghfirullah.. Subhanallah.. Allahu Akbar.. Alhamdulillah… sungguh teramat besar nikmat dari-Mu ya Rabb.. Teramat dan teramat besar nikmat dari-Mu..

(to be continued-kah?)

Iklan

Penulis:

Simple, Humble, Gentle

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s