2 Puluh 2

Ilang Tahun.

Ya, hari ini menurut hemat sipil saya “resmi” bertambah angka usia atau sebaliknya berkurang masa hidup di dunia. Mesti senang atau mesti sedih nih? Kata temen-temen sih mesti seneng. Tapi kata pak ustadz mesti sedih. Atau mesti datar-datar aja?

Tak bisa dipungkiri saya senang dengan hari ulang tahun. Terkesan kekanak-kanakan. Tapi bagaimana lagi? Dimulai dari keluarga. Kalau di hari biasa terlelap di kamar masing-masing, di waktu seperti ini bisa-bisanya pada bangun di pergantian hari untuk mengucapkan selamat. Baik selamat malam, selamat hari Jum’at maupun selamat tidur lagi. Ya, walau sudah saban hari keluarga saling mendoakan yang terbaik, terkadang kita lupa betapa luar biasannya support mereka. Dan momen sederhana ini mengingatkan lagi, we’re happy family.. 🙂

Lalu dapat banyak pesan dan ucapan dari teman-teman baik lewat alat komunikasi maupun jejaring sosial. Padahal kalo di hari biasa, dikit banget kan yang sms.. (*jadi terkesan kesepian gini. haha). Kalau sebelumnya isi sms selow aja, kali ini berganti ucapan selamat dan doa yang baik-baik. Baik semoga panjang umur, semoga tambah baik maupun semoga dapat banyak rezeki biar mau mentraktir secara ikhlas ga pake tarik nafas panjang saat bayar. Hehe.. Tapi itulah luar biasanya teman-teman. Mereka selalu berhasil membuat kita merasa bisa menjadi someone yang baik.

Yuph, bahagianya mesti dibatasin. Mesti balanced kan ya. Yang paling utama tetap merenung, mencoba mengambil hikmah, dan mulai menyusun rencana ke depan agar benar-benar bisa jadi pribadi yang baik. Baca Selengkapnya

Ultimate Blue Sky

Sebiru hari ini.

Sungguh aku tak pernah benar-benar tahu kata apa yang pantas untuk menggambarkan keindahan warna langit. Indah? Cantik? Luar biasa? Kukira jauh lebih dari itu untuk mengungkapkannya. Entah sejak kapan aku mulai terkesiap akan langit. Mungkin sejak aku pertama melihatnya di gendongan Ibu. Atau saat aku mencoba menerbangkan layang-layang. Atau saat aku mulai bisa merasakan manis dan getirnya hidup. Entah.

Sebiru hari ini.

Hari yang cerah. Siang ini, Tuhan menghamparkan warna biru megah langit tanpa halangan satu pun awan. Benar-benar bersih. Aku bisa langsung melihatnya selepas membuka pintu rumah seperti yang biasa kulakukan. Benar bahwa aku ingin sekali memberi sebutan yang pas untuk langit. Memberi batasan kata-kata untuk keindahannya. Tapi dari apa yang kulihat hari ini, aku tak perlu lagi kepikiran hal itu. Tak mungkin memberi kata untuk langit selain menyebut asma-Nya.

Subhanallah.

Sebiru hari ini.

Bandung, 15 Juni 2012.