Posted in embun

Kapan??


Belakangan ini saya cukup sering galau. Terutama karena pada akhirnya terpaksa lulus dengan masih belum dapat pekerjaan. Beban negara deh.. Gaswat.

Setelah refleksi diri, saya mendapati kalau niat saya dalam mengejar target masa depan masih abu-abu, belum teteg alias belum punya kesungguhan yang mantap. Beneran pilihan pertama pengen ngelamar kerja? Tapi kok pikiran lamar beasiswa S2-nya juga dikedepankan? Atau justru mau melamar anak orang dulu? Hoho.. Pokoknya galau deh..

Eh iya, Lupakan pertanyaan ketiga! (menghindar sebelum diceng-cengin :p)

By the way,  adakah dari teman-teman yang saat ini sedang berada di fase awal umur 20an atau di tingkat akhir kuliah?

Kalau ada bersiaplah dengan sederet pertanyaan annoying yang bakal segera ditujukan kepada Anda.. kepada kita..

KAPAN lulus?? >> saat sedang puyeng ngerjain skripsi atau tugas akhir

KAPAN mulai kerja?? >> saat udah berhasil lulus tapi puyeng belum ketemu tempat kerja yang berjodoh

KAPAN nikah?? >> saat udah berhasil kerja tapi puyeng belum ketemu pendamping yang tepat

KAPAN punya anak?? >> saat udah nikah tapi puyeng mertua pengen segera nimang cucu

KAPAN?? KAPAN?? KAPAN??

Aarrghhh… Stress ga sih!

But that’s the point..

Dipahami dengan penuh kesadaran atau dengan menggerutu, satu kata tanya itu sebenarnya adalah penuntun langkah pertama kita dalam perjalanan meraih mimpi.

** Menentukan Tanggal **

Usaha meraih impian atau target kita jelas masih abu-abu, masih terasa bisa berleha-leha jika kita belum ada target tanggal. Tentu kita semua pernah mengalami situasi penuh adrenalin terburu-buru karena mengejar deadline tugas kan? Saya akui saya juga seorang deadliner yang kerap ngebut ngerjain di injury time. Dan seperti kalian-kalian juga yang deadliner, pada akhirnya saya nyesel juga karena tahu itu tugas itu bisa-bisa aja dikerjakan sedari awal.

Apa poin positif dari deadline? Tak lain tak bukan: STRESS!! Kita kepepet.. tapi justru karena itulah kita terpaksa MEMULAI BERTINDAK.. dan ada yang lebih menolong suatu pekerjaan kecuali memulai bertindak.. take action..

Jadi, selama kita belum menentukan deadline untuk pencapaian target-target kita, sulit rasanya untuk bertindak dari sekarang.
So, kapan? kapan? kapan?

We must be more determined to change that annoying question to be energy…

Seringkali susah juga kalau tak ada dorongan motivasi dari diri sendiri. Merasa jenuh dan malas. Karena itu, ada lagi resep sederhana, segera dan niscaya cepat memberi pemantik semangad.

** Tell Somebody **

Ceritakan mimpi atau targetmu kepada orang lain! Instannya, udah sekarang ambil aja handphone yang lebih sering buat facebook dan twitteran itu, segera call seseorang.. bisa keluarga, tetangga, teman maen, temen les, siapapun.. pokoknya seseorang yang saat ini terlintas di pikiran dan dapat dipercaya. Segera utarakan apa yang menjadi mimpi kita.

Contoh:

A bermimpi pengen punya usaha sepatu skala nasional. Ia pun secara random menghubungi B.

A : Hey fren, apa kabar? Ente tau ga pengrajin sepatu yang bisa diajak joinan usaha?

B : **kaget juga kawannya nanya ga biasa gitu** Hey, tumben-tumbenan ente nanya gitu bro..

A : Iya, ane punya mimpi punya usaha sepatu skala nasional. Gimana tau ga pengrajin yang bisa diajak join?

B : Waduh, mana ya.. ane ga tau bro.. **hening sejenak**

B : Tapi nyokap suka sih koleksi sepatu.. ane tanya dulu mungkin beliaunya tau..

Apa yang bisa diambil hikmah dari contoh di atas?

Pertama, kita jadi merasa punya teman yang mungkin saja bakal membukakan jalan menuju impian kita. “Saya tidak tahu” atau “Saya belum bisa bantu” adalah jawaban paling umum dan hampir pasti kita bakal mendapat jawaban seperti itu. Tapi dengan mengetahui impian kita, orang yang kita hubungi itu sedikit banyak jadi tergerak untuk membantu. Bisa jadi ibunya yang hobi koleksi sepatu tahu dan bisa memberikan link pengrajin sepatu..

Orang yang pertama kita hubungi itu juga sedikit banyak bakal menjaga progress perjalanan kita meraih mimpi. Pertanyaan seperti “gimana bro usahanya udah mulai belum?”, “kapan mulai launching?”, “Kapan?”, “Kapan?” secara tidak langsung bakal membuat kita disiplin meraih progres demi progres.

Bercerita dengan orang lain juga memunculkan benefit lain: jadi cambuk bagi diri sendiri!  Normalnya, malu kitanya kan kalau apa yang diutarakan jadi omdo alias omong doank gara-gara ga ada usaha untuk meraihnya. Jadi deh terpacu bertindak biar pertanyaan “Kapan?”, “Kapan?”, “Kapan?” bisa terjawab dengan tenang dan gilang gemilang…
So tunggu apa lagi..

Bismillah yuk sama-sama menentukan tanggal dan menceritakan impian

Kapan? Kapan?

Kapanlagi?

Semoga kita sama-sama dimudahkan dalam menggapai impian kita masing-masing…

**

note: konten tulisan ini murni terinspirasi pencerahan dari acara Mario Teguh Golden Ways (thanks pak Mario!). diedit seperlunya.

Penulis:

Simple, Humble, Gentle

2 thoughts on “Kapan??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s