Posted in periodic diary

Crashed


Sebenarnya ada hal yang mengganjal saat mau nulis ini, Kawan…

Bukan hal yang sebab musababnya dari niat, bukan pula karena miskin ide, apalagi karena Boxing Day..

Tak lain tak bukan: pergelangan tangan sayalah yang lagi super cenat cenut, nyeri gaan..

Loh kenapa?

Tadi pagi saya crashed.. kecelakaan pas naik motor menuju kantor..

Apa?

Kecela.. wait for it.. kaan. Enough?

Ga kenapa-kenapa kan?

Iya ga kenapa-kenapa. Kecelakaan tunggal kok. Cuma pergelangan tangan nyeri, lecet di mana-mana utamanya di kedua lutut sehingga susah banget ngelipet (paling kerasa: susah sujud.. hiks..)

Loh kok bisa kecelakaan sih?

Well.. well.. apa sih yang ga mungkin kalau Allah SWT berkehendak. Daripada membahas kronologi kecelakaan yang agak ngeri itu (tapi saya bakal selalu cerita santai.. ahaha), mending kita bahas tentang hal unik berikut: momen paralel pendek dan panjangnya akal saat kita mengalami kecelakaan.

Pendek akal

  • Siapa di sini yang sudah pernah mengalami kecelakaan? Jika pernah, coba ingat-ingat lagi deh. Sebenarnya sekian detik atau menit sebelum celaka, kita punya firasat khusus. Misal: motor atau mobil di depan kok gerak-geriknya agak membahayakan gitu ya? Bus di depan bakal berhenti mendadak ga ya? Kalau permisalan itu membuat kita hati-hati, maka Anda selamat. Tapi jika kendaraan masih digeber kencang, welcome to the club, guys! (tadi pagi saya sadar di tikungan kalau motor di depan agak ngaco, tapi tetep lumayan kenceng, sekian detik berikutnya saya….)
  • Saat terjatuh dan kita bisa bangun lagi.. yang diliat pertama justru kendaraaanya. Hoho..  kalo lebih dulu ngecek kondisi tubuh sendiri kan lebih ganteng tu sebenarnya..

Panjang akal

  • Selalu ada alhamdulillah di atas alhamdulillah. Atau singkatnya, selalu ada alasan untuk disyukuri biarpun kita habis naas kena kecelakaan. Kalau misal kendaraan aja yang peyok, alhamdulillah tubuh masih ga kenapa-kenapa. Kalau tubuh lecet-lecet, alhamdulillah ga ada yang patah. Kalau ada yang patah, alhamdulillah masih hidup. Dan terus selalu ada yang disyukuri. Karena saya yakin semua orang di dunia ini ga ingin meninggal karena kecelakaan.
  • Ingat Tuhan. Momen ketika kita terpelanting, terseret, ter.. (apapun dah pas momen kecelakaan), kita pasti pasrah seprasahnya. Tingkat kepasrahan yang membuat kita percaya akan Tuhan tanpa mesti melalui debat atau diskusi, dan bilang dalam hati, “save me, ya Allah”.

Yah, apapun selalu mengandung hikmah..

Saya berdoa semoga kecelakaan ini, yang merupakan salah satu bentuk teguran Allah SWT pada saya, tak terulang lagi. Insaaf…

Dan semoga teman-teman semua tidak pernah sampai mengalami kecelakaan.. cukup belajar dari pengalaman orang lain saja🙂

Penulis:

Simple, Humble, Gentle

3 thoughts on “Crashed

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s