Diposkan pada jalan-jalan, periodic diary

Menikmati Kerasnya Jakarta (Intro)


Jakarta adalah kota yang keras. Tata kotanya kacau. Semrawut. Waktu bakal habis di jalan. Biaya hidup berat. Beban ekonomi cepat membumbung. Persoalan yang jelas berkaitan dengan angka kriminalitas yang tinggi. Waspadalah. Waspadalah…

Paragraf di atas hanyalah ringkasan dari banyaknya kalimat yang bisa kita tulis kalau bahasannya tentang kerasnya atau kesemrawutan ibukota republik ini. Kalau bisa memilih kota tempat bekerja atau tinggal, jangan pernah memilih Jekardah!

Tapi ya namanya juga freshgraduate (cemen ah, pake alesan ini terus.. haha), dalam mencari pekerjaan masih mainstream. Cari-cari kerja ya di tempat yang menawarkan paling banyak opsi, baik dari segi jumlah pekerjaan, jenis pekerjaan dan salary rate tentunya. Kan relatif lebih mudah nyantol tuh? Wajar kan? (pembenaran terhadap pikiran mainstream :p). Dan kota mana di negeri ini yang bisa menyaingi Jakarta dalam urusan ketersediaan syarat-syarat yang sudah saya sebutkan tadi? Kalau akhirnya ditempatkan di daerah-daerah, ya itu seringkali tetep harus berproses di daerah khusus ibukota dulu..

this is jakarta

Well, setelah melalui sedemikian rupa proses bolak-balik melamar pekerjaan, akhirnya resmilah saya jadi penduduk Jekardah. Terhitung sejak tiga setengah bulan yang lalu. Waktu yang cukup buat menceritakan hal-hal menarik yang sudah saya alami selama di provinsi yang dipimpin Jokowi ini kan?

Enjoykah saya? Atau sebaliknya, annoyed?

Bisa menikmati dengan riang? Atau menggerutu mulu dihempas kerasnya kehidupan di sini?

Hmmm… ada kalanya saya mengeluh kok. Pastinya. Namanya juga kota semrawut. Tapi secara umum, saya bisa tersenyum lebar menjalani hidup di sini. Dan saya bersyukur diberi kesempatan bersuka duka, yang mungkin tidak dalam jangka waktu pendek, di kota ini. Jakarta itu indah, kawan!!

Biasanya kalau dengar Jakarta.. konotasinya langsung 2 hal negatif ini: macet dan banjir. Aih, itu benar dan tak bisa disangkal sih. Tapi dalam setiap package, selalu ada hal baik dan buruk kan? ga adil donk kalau Jakarta dihujani persepsi yang buruk mulu… Jakarta itu indah, kawan!!

So, Mau cerita dari mana dulu ni?

Tentang transportasi massa-kah? Di mana saya sudah berkali-kali naek TransJakarta, menghadapi rasa khawatir menunggu bus yang tak kunjung datangm berdesak-desakan superpenuh di dalam bus, sampai menikmati ampasnya pindah koridor Semanggi-Benhil atau Dukuh Atas…

Tentang melewati jalanan dengan kendaraan pribadi? Yang mana baru seminggu di sini saya sudah hampir kena tilang (sesuatu yang tak pernah terjadi selama di Solo dan Bandung), annoyed oleh frekuensi klakson yang tak kalah jumlahnya dengan jumlah keterpaksaan mengerem selama di jalan..

Tentang banjir? Saya tak mengalami secara langsung, tapi jelas ikut merasakan dampaknya..

Tentang kulinernya? Wew, namanya pusat bisnis dan anekaragam budaya berbaur, jadi superbanyak sih pilihan kulinernya.. saya tak mau ketinggalan donk.. Hihi..

Tentang objek wisata di sini? Bukan tentang mall! Okey baiklah emang tempat maen di sini kebanyakan mall.. jumlah bejibun dan jarak antarmall terlampau dekat, ada yang 4 mall dalam 1 kompleks bahkan.. zzz… tapi saya sudah banyak jalan-jalan ke objek wisata kondang cem Monas, Ancol, dll kok..

Yang mana dulu? Yang mana dulu?

Okey, tunggu ya rilis ceritanyaa…. 🙂

IMG01394-20130105-1410

Salam semangat!!

Iklan

Penulis:

Simple, Humble, Gentle

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s