One Day Bogor trip (3) : Kuliner Suryakencana

Capek jalan-jalan di Kebun Raya Bogor yang luasnya berhektar-hektar itu, saatnya untuk makaan…

Makan apa ya? Tak perlu bingung jika kita sedang berada di pintu gerbang Kebun Raya Bogor saat pertanyaan itu muncul. Kenapa? Karena tinggal menyeberang jalan, kita sudah sampai di jalan Suryakencana, salah satu surga kuliner di Bogor!

Emang paling asyik kalau banyak tempat kuliner menyatu di satu jalan. Jogja dengan Malioboronya, Solo dengan Galabonya, Semarang dengan Simpang Limanya.. Nah, Bogor ga mau kalah donk. Mereka punya Suryakencana dan Pangrango! Kita susuri dulu kawasan kuliner Suryakencana ya…

Setelah menyeberang sejenak dari Kebun Raya Bogor, kita tidak akan serta merta mendapati lokasi kuliner yang terkenal. Masih ada jarak 1 km yang harus ditempuh, bisa berjalan kaki atau (lagi-lagi) angkot 02.. Kalau sebelumnya saya memilih naek angkot menuju gerbang Kebun Raya dengan alasan menjaga stamina, yang ini sebaliknya. Saya pilih jalan kaki! Kenapa? Simple aja, makan bakal terasa lebih nikmat kalau kita emang benar-benar capek dan lapar. Hehe…

Menyusuri trotoar Suryakencana, minuman khas Bogor lah yang pertama saya coba. Apakah itu?

IMG01618-20130427-1251

Inilah es pala! Hayoo siapa di antara teman-teman yang belum pernah liat atau baru sekarang liat wujudnya buah pala? Toss dulu.. Belanda aja dulu jauh-jauh datang ke sini buat cari ini buah, eh kita malah ga tau buah pala itu yang mana. Ahaha..

Buah pala diiris lalu dilarutkan bersama gula, terus dikasi es. Hasil larutannya? Enak! Es Pala seger banget!

Katanya sih buah pala itu multifungsi. Bisa buat bumbu penyedap masakan, bisa buat obat mual, maag dan berbagai penyakit lain, bisa buat menyembuhkan suara parau juga bahkan. Hmm.. setelah menikmati segernya larutan pala yang katanya udah tren sejak zaman VOC itu, maka mari kita lakukan kebiasaan saat minum es kelapa muda, makan daging buahnya.

Ambil seiris buah pala di plastik itu, angkat dengan sedotan, masukkan ke mulut, lidah mulai bekerja.. dan… bueh bueh, apa-apaan ini rasanya.. Ga enak blas! nyesel deh mencobanya.. (tapi kalau penasaran ya coba aja, selera masing-masing orang kan berbeda, siapa tau menurut Anda buah ini manis :D).  Anyway, larutan es palanya saya sruput sampai benar-benar habis. Suegeer.. Baca Selengkapnya

One Day Bogor trip (2) : Kebun Raya Bogor

Kawan, tahukah Anda akan 3 tantangan besar jika memilih bekerja di Jakarta?

Saya biasa merangkum challenges tersebut dalam 3 P. Apa sajakah? Tak lain adalah Panas, Polusi dan Perutbuncit. Ahaha.. Maksaa..

Jakarta itu defaultnya di dataran rendah yang dekat pantai, pohon-pohon dan taman kota udah langka karena dibikin mall dan apartemen pula, jadi maklumilah jika udaranya sangat panaass.. P yang kedua, polusi. Terutama asap kendaraan bermotor. Ya namanya aja kota dengan “terminal” terbanyak di Indonesia. Tak kurang berpuluh “terminal” baru terbentuk selama jam sibuk Jakarta, seperti terminal Thamrin (bundaran HI), terminal Sudirman, terminal Pancoran, dll. Hehehe..

Nah, P yang ketiga ini sumber segala sumber masalah di ibukota. Beban kerja yang tinggi dan banyaknya waktu yang terbuang di jalan membuat orang-orang jarang menyempatkan diri untuk berolahraga. Jadilah, perutnya banyak yang buncit. Terlebih, kembali karena tekanan kerja, kebanyakan memilih junk food sebagai makanan harian. Buncit lagi.. Buncit lagi.. Aliran uang yang sangat menggiurkan di tanah Jayakarta juga menyebabkan jiwa-jiwa yang tak bersih menciptakan ekosistem “perutbuncit” (baca: koruptor). Kesenjangan sosial yang terjadi karena perutbuncit pulalah yang merebakkan berbagai kasus kriminal nan kompleks. Nah, makanya jangan bangga jadi perutbuncit! (pesan dari blogger nan atletis loh padahal aslinya buncit jugak) :p

Karena bermasalah dengan Panas, Polusi dan Perutbuncit, maka kawan-kawan Jakartans ada baiknya menyempatkan berekreasi ke satu tempat ini. Cukup dengan naek KRL dan berjalan kaki bentar, sampailah kita di Kebun Raya Bogor! Kebun raya nan sejuk, bebas polusi, dan asyik buat berolahraga (jalan santai mengelilingi luasnya kebun yang berhektar-hektar). 🙂

DSC_0392

Walau relatif dekat dari Stasiun Bogor, tapi selepas depan Istana Bogor saya memilih naek angkot 02 saja sampai gerbang depan. Kan habis makan.. pun buat jaga stamina sebelum keliling rayanya kebun (halah, al.as.an). Okey deh tanpa banyak basa basi (udah kebanyakan juga di awal tadi), yuk jalan-jalan mengitari Kebun Raya Bogor 🙂 Baca Selengkapnya

Mentari pagi baru saja muncul selepas saya menuruni kendaraan panjang beroda besi. Sinarnya melambai hangat, menuntun saya untuk ikut tersenyum tak kalah hangatnya. Lalu kaki pun melangkah menyusuri peron menuju pintu keluar. Di balik pintu itu, boulevard tergelar.. memadukan hangat mentari, antusiasme mereka yang menjadikan kendaraan umum sebagai sarana berjuang mencari sesuap nasi, alunan irama merdu dari para musisi, dan birunya langit hari ini.

Aih, betapa saya rindu akan perjalanan. Berjalan kaki menikmati tempat-tempat yang asri nan menyenangkan seperti ini. Kemudian saling berbagi cerita. Tentu saja itu lebih asyik dibanding bergulat dengan pekerjaan sebagai buruh newbie. Sampai kosan, tidur. Wiken capek lagi, tidur. Ahaha.. Tapi tak perlu mengeluh juga sih, toh saya sudah sampai di sini

Image

Stasiun Bogor. Wew, sudah sekitar 2 tahun sejak terakhir kali saya maen ke stasiun dengan beberapa hal yang exciting ini.. Makin menarikkah? Hmmm…

Wait. Emang apa hayo yang menarik dari stasiun ini? Baca Selengkapnya