Diposkan pada islami, jalan-jalan

Jejak Umroh: Raudhah, Taman Surga


Di dalam luar biasa indahnya Masjid Nabawi, terdapat tempat yang memiliki keutamaan lebih. Tempat yang sangat mulia itu merupakan tempat Rasulullah SAW beribadah, memimpin sholat, menerima wahyu, teriring pula tentunya ibadah para sahabat nan sholeh. Nama lokasi itu, yuph, sesuai yang sudah sering kita dengar:Β Raudhah.

Di antara rumahku dan mimbarku terletak sebuah raudhah (taman) dari taman-taman surga. Mimbarku ada di atas telagaku (HR Abu Hurairah RA)

Wii.. taman.. telaga…TAMAN SURGA lagi…

berarti di bawahnya ada sungai yang mengalir dari susu dan madu ya? Enggak, itu keadaan di akhirat ntar..

berarti di dalamnya banyak bidadari bidadari cantik? Sstt.. kepikirannya bidadari mulu sih. Jomblo ya? #eh

Kawanku, taman surga di sini bukan berarti sesuai deskripsi surga dalam AlQuran yang dijanjikan Allah sebagai balasan kebaikan di akhirat nanti. Tapi merupakan taman yang mulia, di mana beribadah di dalamnya menghadirkan rasa khusyu mendalam, tiap doa yang dipanjatkan di dalamnya sangat mudah diijabahi. Sebagaimana taman yang selalu memberi rasa tenang dan rasa segar, ketenangan dan kesegaran yang didapat di Raudhah ini pada level yang membuat kita tak banyak menunda untuk berkata, “ya, ini taman surga” πŸ™‚

Gimana sih penampakan Raudhah? Oke deh, yuk mari check this out!
kubah hijau raudhah

Penampakan kalau dari luar, area Raudhah ditandai dengan kubah hijau. kubah perak sendiri merupakan penanda mihrab tempat imam. Untuk masuk Raudhah, pintu terdekat dari gate Babus Salam atau gate Jibril.

raudhah

Area raudhah ditandai dengan karpet hijau. Membentang dari rumah Rasulullah SAW (yang kini menjadi makam beliau) hingga ke mimbar. Sekitar 26 x 15 meter πŸ™‚

karpet merah nabawi

Selain area raudhah (karpet hijau), semua area sholat masjid Nabawi berkarpet merah. Jadi selama yang kita injak masih karpet merah, ya belum sampai di Raudhah. Sabar mendapat giliran.

Jamaah yang ingin memasuki Raudhah sangat padat selama 24 jam. Buat ikhwan hampir setiap saat bisa “berburu” Raudhah. sedangkan akhwat ada jam-jam tersendiri, biasanya pada waktu Dhuha (2 jam kalau ga salah), antara Dhuhur dan Ashar, serta di malam hari (jam 22, kembali kalau ga salah). Karena super padatnya jamaah, petugas membatasi kuota dengan kain putih tebal.

Ada tulisan warning berbahasa Arab, Inggris, Turki, dan yuph, Indonesia. “Jangan memaksakan diri dan menyakiti sesama pada saat memasuki Raudhah dengan saling mendorong dan berdesak-desakan. Tunggulah giliran dengan izin Allah, masih banyak waktu untuk Anda untuk memasuki Raudhah dan sholat di dalamnya”.

Tuh, peringatannya saja sudah ditulis dengan bahasa sehalus mungkin. Harusnya bisa menjadi perhatian dan catatan untuk kita. Beribadah di Raudhah itu sunnah dengan keutamaan besar, tapi sekali lagi mengejar hal yang sunnah jangan membuat kita mengerjakan hal yang haram. Menganiaya/menyakiti sesama itu haram lho… Memaksakan diri di jam menjelang sholat juga bisa membuat Anda terjebak dalam shof MZ (kalau dalam bangunan, MZ = mezzanine, bagian pertengahan antara 2 lantai yang ga bisa disebut lantai). Shof MZ itu beuh, jelas sangat menganggu posisi sujud saudara kita yang berada pada shof yang benar.

Kalau tips dari saya sih, kalau emang tidak memungkinkan (jamaah yang akan masuk Raudhah lagi extremely crowded), sabar aja, duduk, tilawah dan berdoa, semoga di kesempatan berikutnya bisa masuk Raudhah. Dan alhamdulillah.. tiap saya tidak memaksakan diri dan memilih berdoa dengan tenang, di kesempatan berikutnya saya bisa masuk Raudhah dan berlama-lama di sana (cerita para “pemburu” Raudhah akan saya kemas di tulisan selanjutnya.. πŸ˜€ )

makam Rasulullah

Batas makam manusia paling dirindukan di dunia, Rasulullah Muhammad SAW. Di dalam ruangan bekas rumah Rasulullah itu dimakamkan pula 2 sahabat terbaik, Abu Bakar Ash Shiddiq dan Umar bin Khattab. Ini menjadi batas kiri Raudhah

mimbar nabawi

Mimbar yang digunakan untuk berkhutbah sejak zaman Rasulullah sampai sekarang. Menjadi batas kanan Raudhah

mihrab raudhah

Mihrab atau tempat imam yang digunakan pada zaman Rasulullah. Sekarang mihrab yang digunakan sudah lebih di depan karena perluasan masjid, sekitar 10 meter di depan mihrab terdahulu.

Itulah penampakan dari Raudhatul Jannah (taman surga) yang ada di dunia ini, tempat luar biasa indah untuk hati dan jiwa. Bismillah.. Semoga kita sama-sama bisa berbanyak ke sana ya.. πŸ˜‰

Amiin ya rabbal ‘alamiin πŸ™‚

Iklan

Penulis:

Simple, Humble, Gentle

7 tanggapan untuk “Jejak Umroh: Raudhah, Taman Surga

  1. semoga semakin banyak yang Alloh undah mengunjungi rumah kekasihnya di madinah. tulisannya bagus dan menginspirasi meski ringan dan nyata. good job. πŸ™‚

  2. Aamiiiin,Yaa Alloh Yaa Rabb,semoga mengijabahkan permintaan/do’aku semoga di kemudian hari/bulan dan tahun depan aku bisa sampai lg ke taman surgaMu Yaa Alloh Yaa Rabb,Allohumma Shalli Ala Syaidina Muhammad Waalihi Wasahbihi Wasallam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s