Diposkan pada islami, jalan-jalan

Jejak Umroh: Kebun Kurma Madinah


Masih dalam suasana city tour, Iklim Saudi bolehlah kita sepakati sangat panas, maklum iklim gurun. Hawa gerah senantiasa menyekap, itu wajar. Tapi ada suasana berbeda kala itu. Nuansa hijau dari rimbunnya pepohonan membuat panas terlupakan sejenak. Tak lain, saat kami mengunjungi kebun kurma Madinah.

Kebun kurma ini terletak sangat dekat dengan Masjid Quba. Dengan kata lain, tanah sekitar Masjid Quba (masjid pertama yang dibangun Rasulullah ini emang dulunya kebun kurma, Rasulullah berteduh istirahat sekalian bangun masjid) masih sangat sangat terjaga kesuburannya sampai sekarang. Seperti apa penampakan ijo-ijonya?  Okee,, cek gambar berikut deh 🙂

kebun kurma madinah

kebun kurma Madinah

Banyaak kaan pohonnya? Sekalipun kurma daunnya kecil-kecil, tapi dengan berjajarnya banyak pohon seperti itu tentulah cukup untuk berteduh juga. Kurma ini selain bisa untuk berteduh, juga banyak fungsi lainnya lho. Batang dan daunnya dipakai untuk menyangga masjid (subhanallah ya Masjid Nabawi dan Masjid Quba yang sekarang berdiri sangat megah, dulunya disangga dengan batang kurma. Kejayaan yang dimulai dari kesederhanaan memang memukau), pun buahnya yang manis dan berkhasiat merupakan komoditi utama (selain delima).

Dan mari melihat gambar pohon kurma sejenak, lalu mulai mempelajari makna indah yang terselip dari keberadaan pohon kurma 😉

pohon kurma

Pohon kurma. Kokoh sekali bukan? Keteguhan dan kebermanfaatannya pun tertulis dalam kitab suci AlQur’an

Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Alloh telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Rabbnya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat (QS Ibrahim: 24-25)

Begitulah pohon kurma. Pohon yang baik. Akarnya teguh dan ulet mencari air. Batangnya kokoh menjulang tidak mudah goyah oleh badai pasir. Dalam musimnya, pohon ini akan berbuah lebat (gambar di atas contohnya) dengan rasa yang nikmat.

Seperti juga dalam menjalani kehidupan, mesti tangguh, ulet, meneduhkan dan memberikan banyak manfaat. Oya, ada kalimat lain yang saya suka dari penjabaran pohon kurma

Dilempar batu, ia membalas dengan buah kurmanya

Woow.. bukankah itu laiknya hati nan tenang dan baik? Ketika orang lain berbuat keburukan pada diri kita, sudah selayaknya kita tidak membalas dengan keburukan yang sama. Atau malah kita masih sering membalas dengan batu yang lebih besar? Dengan keburukan yang lebih buruk? Kawan, mari sama-sama menjaga hati. Hati yang tertata akan bisa menjalani seperti pohon kurma. Dilempar batu, membalas dengan kurma. Tetap santun menasehati dan memberi manfaat kepada orang lain yang berbuat kurang baik pada kita, justru akan membuat orang lain tsb sungkan untuk berbuat kurang baik lagi.

**

Di kompleks kebun kurma Madinah sendiri terdapat pasar kurma yang cukup besar dan ramai. Di situ dijajakan berbagai macam kurma, mulai yang paling mahal adalah kurma Ajwa (kurma Nabi) sampai kurma ranum nan segar (ruthob). Ada kurma hijau yang konon sangat cocok untuk kesehatan reproduksi. Ada pula permen isi kurma dan coklat isi kurma. Beragam banget deh pokoknya, asiiknya semua bisa diicip dulu! Hehehe.. Oya, bahkan ada jasa untuk pengiriman langsung segera (kargo) ke tanah air! Maklum, karena Madinah biasanya jadi destinasi awal sebelum umroh/haji, buah kurma yang dibeli di sini (lebih lengkap dan lebih murah dibanding di Mekkah) khawatir sudah tidak segar lagi.

Saya sendiri bersama sahabat saya membeli kurma jenis ruthob.

kurma ruthob

Kurma ruthob

Kurma ruthob adalah kurma segar, basah, ranum. Rasanya sangat maniis! Unyu banget buat lidah saya yang emang doyan dengan yang manis-manis. Orang sekantor waktu dibawain oleh-oleh ini juga langsung berebut, langsung habis. Berarti emang terbukti enyaak sih. Hehehe..

Kurma ruthob nan manis ini juga menjadi tuntunan sebagai hidangan buka puasa. Sebagaimana tertulis dalam hadits. Tapi kalau tidak ada kurma ruthob, ya bisa dengan kurma atau hidangan lain yang notabene juga manis (walau pendapat saya pribadi, ga semanis kurma ruthob :D)

**

Yuph, kunjungan nuansa hijau nan exciting di kebun kurma Madinah. Tunggu cerita selanjutnya ya… Terima kasih 🙂

Iklan

Penulis:

Simple, Humble, Gentle

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s