Posted in jalan-jalan, periodic diary

Jalan-jalan Sulawesi Selatan #2 : Makassar


1 September 2013

Jalan-jalan sambil kuliner ria di sepanjang pantai Losari memang menyenangkan. Terlebih suasana lumayan sepi sehingga bebas hunting foto di bawah langit biru cerah siang itu. Aih, I always fall in love with blue sky. Dan ternyata hari itu saya bukan hanya disuguhi langit indah berwarna biru di anjungan Losari, tapi juga semburat warna merah nan amat elok terlihat dari cakrawala sana. Yuph, the iconic one..

Sunset Losari

Image

Sore hari pun tiba. Inilah waktu yang paling umum bagi warga Makassar maupun para turis untuk mengunjungi pantai Losari. Letak kota berplat kendaraan DD ini emang di sisi barat, jadi sangat ideal untuk menyaksikan eksotisme terbenanmnya matahari.

Sunset time in Losari!!

Bener deh suasana sore itu rame pisan. Hari minggu sih ya. Banyak yang datang sekeluarga buat jalan-jalan, jajan, kulineran, liat topeng monyet, naek bebek air, dsb. Tumpek blek. Tapi kok saya kesepian di tengah keramaian gini ya (bagi yang lupa pelajaran bahasa Indonesia, ini namanya majas paradoks,, hehe). Ga ada kenalan, ga ada gandengan, ga ada keluarga. Padahal nuansa merah sunset Losari luar biasa romantiis..

Image

Tahfafa, sendirian pun bisa sangat menikmati kok. Tak henti rasa syukur dan tasbih memuji kebesaran Allah SWT.

Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun (QS Az-Zumar : 5)

Dan emang ya dalam tiap pergantian siang dan malam selalu muncul tanda-tanda kebesaran-Nya. Termasuk lukisan indah di cakrawala yang terlihat dari Losari ini. Masya Allah.

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan pergantian siang dan malamterdapat (tanda-tanda kebesaran Allah) bagi orang-orang yang memiliki akal (QS Ali Imron : 190)

Tak lama berselang dari momen superunyu sunset Losari, adzan Maghrib terkumandang dengan merdu dari Masjid Terapung Amirul Mukminin. Para turis berbondong-bondong menuju masjid, mengambil air wudhu dan siap sholat berjamaah meskipun harus terbagi dalam beberapa kloter (mengingat kecilnya kapasitas masjid). Allahu Akbar.

Es Pisang Ijo

Seusai mendirikan sholat Maghrib, saya kembali jalan-jalan di sepanjang pantai Losari. Kali ini agendanya apa lagi kalau bukan kulineran makan malam!

Image

gambar diambil dari : resep4.blogspot.com

Es pisang ijooo… Dessert menarik asli Makassar yang sudah masyhur di seantero nusantara. Ngebet abis pengen ngerasain pisang berbungkus tepung warna ijo ini.  Tapi mengingat “buruan” utama saya di kawasan kuliner Makassar adalah makanan berat, jadilah es pisang ijo yang saya beli dibungkus sahaja, dimakan malam hari sambil bersantai di hotel.

Emang orang Makassar masternya olah pisang ya. Pisang ijo dimandikan bubur sumsum, kuah santan, sirup merah, susu kental manis, dan es serut. Suegeernyaa.. Top markotop!!

Harga per porsi : 14.000

Ikan Bakar Lae-Lae

Nah ini dia resto makanan berat yang saya tuju sesuai dengan rekomendasi sobat saya. Orang Makassar selain ahli dalam perpisangan, juga ciamik dalam meramu ikan segar. Resto Lae-lae adalah salah satu yang paling terkenal.

Hmm.. makan apa yaa? Awalnya saya berniat memesan Ulu Juku (sop kepala ikan), tapi setelah liat bakar-bakaran ikan yang amat menarik, saya jadi berpaling ke ikan segar bakar. Setelah sok sokan memilih (ga kenal jugak dengan ikan-ikannya.. haha), saya pun memesan Ikan Baronang Bakar ukuran sedang. Ca kangkung dan es teh manis tentu tak pernah saya lupakan sebagai pelengkap makan seafood.

Image

Wuihi… menarik bukan? Ikan baronang ini empuk bangeet lho.. Tulangnya dikit lagi, jadi lumayan kenyang makannya. Tapi ya itu.. berasa cepet habis ikannya. Hehe.. Joss deh olahan seafood orang Makassar😀

Harga per porsi Baronang Bakar : 30.000

Ca kangkung : 12.000

**

Begitulah perjalanan hari pertama saya di tanah Celebes. Kasur empuk hotel pun menanti. Istirahat dulu untuk jalan-jalan yang tak kalah menyenangkan berikutnya..

#keeptravelling #nusantaraluarbiasa

Penulis:

Simple, Humble, Gentle

One thought on “Jalan-jalan Sulawesi Selatan #2 : Makassar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s