Posted in jalan-jalan, periodic diary

Weekend Sejenak ke Cirebon


Weekend minggu ini lumayan nice day. Setelah berbulan-bulan hanya berkutat di Jakarta dan sekitarnya, kemarin menyempatkan untuk jalan-jalan ke tempat yang jauhin dikit. Ke ujung timur Jawa Barat, kota yang masyhur disebut “kota udang“, mana tuh? yuph, manalagi kalau bukan ke Cirebooon

Sebagai perantau Jakartans yang kampung halamannya di Jawa Tengah, tentu sudah berulang kali saya ke Cirebon, tiap perjalanan mudik. Tapi ya itu, cuma nuwun sewu numpang lewat doang. Ga pernah lebih. Karenanya, sekali waktu disempatkan lah maen-maen bentar😀

Perjalanan dari Jakarta ke Cirebon opsi jalur daratnya melimpah ruah tinggal pilih. Saya sih, as usual, prefer naek kereta. Selain lebih nyaman (dibanding bus), waktu tempuhnya juga relatif tepat. Kalau naek bus atau kendaraan pribadi? Wah begitu sampai Sumedang selamat menikmati jalanan Sumedang-Cirebon yang aduhai malesinnya (berkelak kelok, jalan rusak parah, banyak truk, banyak pengendara ngasal pula).. -_-

Seperti barusan saya bilang, opsi naek kereta itu melimpah ruah. Ada KA Cirebon Ekspress yang hampir saban 3 jam available, belum lagi KA lain dari segala jenis gerbong (eksekutif/bisnis/ekonomi) mengingat Cirebon posisi kotanya strategis pisan, jalur darat utama di lintas utara Jawa. Sepasang tiket Cirebon Ekspress lah yang saya beli, siap untuk mengantar ke kota tujuan. Oya, saya berangkat bertiga dengan sahabat AJTC (apa itu AJTC? ah, saya cerita di lain waktu aja. terlalu panjang untuk ditulis. hehe). Jam 9 pagi, saya sudah tiba di Gambir, satu jam berikutnya sang kereta yang suka disingkat Cireks (entah kenapa saya jadi langsung inget Cireng.. Cirebon Engpress aci goreng nan enyak itu) mulai melaju.

Tiga jam perjalanan, dan sampailah kitaa..

stasiun kejaksan cirebonStasiun Kejaksan Cirebon

Stasiun ini letaknya udah di tengah kota, mau ke mana-mana lumayan dekat. Tapi agenda utama saya bukanlah keliling kota. Melainkan, apa hayooo?

Keliatan sih karena udah pake batik dan amplop kosong

Agenda utama adalah menghadiri walimahan sohib saya. Kenal dari TPB K-15, sama-sama passionate ama sport apapun jenisnya, manajer dan teammate futsal (beliau jago gocek bola dan menyebut dirinya sendiri Lionel Messi dari ITB), sohib di jurusan dan himpunan (di mana beliau di-consider sebagai legenda), temen bobo kalau pas ngerjain tugas dan kacau siap-siap ujian (jelas engga sekasur karena kasurnya udah penuh oleh dia, ane di sofa atau lantai), salah satu temen curhat paling oke, dan tentu saja sobat hedon AJTC. Sang manusia raksasa nan keren, Teuku Zulfikar Amin aka Ijul.

gaya oseng

 

Mantep, Jul! Oseeng…

Selamat berbahagia buat agan Ijul dan istri, semoga sakinah mawaddah wa rohmah. Tetep dibolehin maen PES, FM, DOTA dan nonton serial ama istri #eh. Dan semoga lo terus jadi legenda, negeri ini butuh orang macam ente🙂

**

Selesai dari tempat walimah Ijul, waktu masih menunjuk jam 2 siang. Kereta balik ke Jakarta masih 4 jam lagi. Ini nih bagian menarik selanjutnya dari Cirebon. Saatnya kita menjalankan misi refreshing, kulineran! (loh bukannya habis dari kondangan? makan mulu buncit loh! biarin, udah terlanjur )

Atas inisiatif sahabat saya sang tuan rumah AJTC, Wirawan Agahari (+istri), kami pun bergerak menuju salah satu tempat kuliner paling laris dan menyajikan hidangan yang khas Cirebon, Sega Jamblang Bu Nur. Letaknya ga jauh si (di Jl Cangkring) dari tempat walimah (Masjid At Taqwa). Tapi lumayan capek juga kalau jalan kaki. Akhirnya dipilih best choice.. menikmati angkutan lokal, becaaak!!

Yang menarik dari naek becak tak lain tak bukan karena saya udah lamaa nian tidak pernah naik kendaraan obat nyamuk ini (tiga roda kan ya). Perasaan dulu waktu naek becak berdua itu tempatnya lempeng, tapi sekarang sempit amat ya. Baru inget, terakhir naik waktu TK atau SD. Hehe…

Enak naek becak itu. Bisa selonjor menikmati angin yang berhembus semilir, sambil liat jalanan kota. Mumpung naik becak lagi, saya sebenarnya pengen difoto dengan gaya seperti ini..

teman membecakSobat saya, Aul. His experience unlocked : naik becak. Baru pertama kali katanya

Sayang sekali, karena becak saya paling depan, jadi ga bisa deh minta fotoin. Akhirnya dengan segala hormat kepada pembaca yang budiman saya pun…. Selfie!

selfie di becak

Naek becak. Berdua. Sama sama cowok. Selfie. Kurang apa coba

**

Ga usah dibahas juga sih foto selfie kurang kerjaan di atas. Hahahaha….

Nih sudah tiba di Nasi Jamblang Ibu Nur.,

nasi jamblang bu NurSalah satu warung kuliner khas papan atas Cirebon

Sega (Nasi) Jamblang emang terkenal dari Cirebon. Kekhasannya adalah nasi yang dibungkus dengan daun jati. Ga tau efeknya apa, mungkin biar tahan lama ya (kalau dibungkus lope lope daun waru tahan lama ga ya? hehe). Tambahan, nasinya pulen. Itu karena efek daun jati lagi? Ga tauu..

Kalau buat lauknya, sedikit banyak mirip dengan sajian di warteg. Tempe orek, telur, sambal goreng, tahu sayur, semur hati, perkedel, ikan, dll. Tinggal ambil (prasmanan) dan bayar.

nasi jamblang

Selalu setia dengan tempe orek, telur dan sambal

Selamat makaaan..

Selepas makan, hujan turun dengan derasnya. Mau lanjut jalan-jalan, ke kraton misalnya, ga memungkinkan. Terlebih jadwal kereta tinggal 2 jam lagi. Tak ada opsi lain selain balik ke stasiun Kejaksan. Next time lah ya maen-maen ke tempat lainnya,,

**

Begitulah jalan-jalan sejenak ke Cirebon. Asik walau hanya beberapa jam saja. Nikahan sahabat, becak, dan nasi jamblang.Thanks Cirebon!

Penulis:

Simple, Humble, Gentle

One thought on “Weekend Sejenak ke Cirebon

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s