Posted in belanda story

Kemewahan yang Tertinggal


Lorong bandara international Schiphol, Amsterdam, terasa lengang saat saya melangkahkan kaki dengan tergopoh-gopoh. Dapat seat di baris belakang, ransel lumayan berat, masih capek duduk 14 jam, tanya info modus dengan noni belanda yang duduk bersebelahan, sampai “tuntutan alami” untuk mengabaikan momen kedatangan (apanya yang alami hehe), membuat saya tertinggal puluhan langkah dibanding para bule yang jalannya ga santai.

Tapi tetep sih. Walaupun ga ada agenda mendesak, berada di belakang itu tidak menyenangkan. So, percepat langkah. Percepat langkah.

btw, pesawat yang mengantar saya

Dalam hitungan detik saya sudah tidak lagi tercecer dari barisan orang-orang yang berbondong ke antrian imigrasi. Emang harus segera menyesuaikan dengan ritme cepat dan straightforward di sini. Sebagai seseorang nan Indonesia, apalagi sebagai orang Jawa yang biasa kalem-gemulai, nambah pace nya mesti cukup ekstrem. Ibarat kendaraan, dari gear 1 langsung ke gear 4. Ahaha.

Bisa? Harus bisa.

Pelajaran kecil di pagi hari ini. Bawa ransel lumayan berat plus perut buncit juga bisa segera menyamai langkah-langkah para bule Londo yang tinggi badannya wah banget (Belanda adalah negeri dengan penduduk dengan rataan tinggi badan tertinggi di dunia). Akan banyak tantangan berat di hari-hari depan.

Tanpa kemewahan yang selama ini selalu didapat di tanah air.

Kemewahan menikmati udara hangat. Di sini masih summer aja berasa dinginnya keterlaluan.

Kemewahan menikmati berkendara dengan kendaraan bermotor. Ntar mesti gowes (bersepeda) ke mana-mana.

Kemewahan menikmati kuliner lezat. Konon di sini kulinernya hambar, setidaknya begitu untuk harga yang tidak menggoyang kantong mahasiswa.

Kemewahan mendengar adzan di seantero lingkungan. Ngarep apa ya dengar adzan.

Kemewahan apa lagi hayo?

Banyak dan akan sangat banyak kemewahan yang tertinggal. Ada jutaan kalimat untuk mengungkapkan keluhan. Tapi akan ada pula satu hal yang selalu jadi pembeda : kemauan.

**

Amsterdam, 24 Agustus 2014

*AMH*

Penulis:

Simple, Humble, Gentle

2 thoughts on “Kemewahan yang Tertinggal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s