Posted in belanda story

Satu Pertanyaan


Masuk ke negeri asing anggota Uni Eropa, memunculkan banyak tanya tentang bagaimana ketatnya proses di imigrasi kedatangan. Terlebih nama saya yang Islami, akankah ada perbedaan perlakuan mengingat negara liberal satu ini termasuk konco dolan nya Amerika dan Inggris (sang teroris sejati yang selalu teriak-teriak teroris)?

Bakal digeledah sampai harus copot baju segalakah?

Suruh bongkar koperkah?

Well, praduga yang ternyata completely wrong. Pengecekan imigrasinya bahkan tidak lebih ketat dibanding di bandara Soekarno Hatta.

Begitu pak petugas lihat saya dan visa yang tertempel di paspor, beliau hanya tersenyum dan mengajukan satu pertanyaan.

“What is your field of study?”

Sambil memberi stempel pada paspor saya. Tok.

paspor cap imigrasi belanda

Saya jawab pertanyaan beliau, juga dengan senyum. Lalu beliau berujar kalimat bahasa Indonesia dengan aksen Belandanya.

“Semoga sukses”đŸ™‚

Thanks. Wow, udah begini doang? Satu pertanyaan doang?

Sakti ini visa student. Atau bisa jadi emang petugas bandara Schiphol yang emang sangat longgar (banyak yang bilang sih Belanda merupakan negara Eropa dengan akses masuk paling mudah).

Kalau tau cuma sesingkat itu, jelas saya bakal jawab dengan kalimat annoying yang lagi ngetrend, “mau tau aja atau mau banget hayoo..”đŸ˜€

**

Amsterdam, 24 Agustus 2014

*AMH*

Penulis:

Simple, Humble, Gentle

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s