Posted in Uncategorized

Belanda, Negerinya Sepeda


Sepeda adalah salah satu hal yang sangat identik dengan Belanda. Bagaimana tidak, negeri Oranje ini punya populasi sepeda terbesar di Eropa. Dan karena benua lain cenderung males bersepeda, ya boleh lah kita bilang jumlah sepeda dan pemakai aktifnya paling banyak di duniašŸ˜€

Emang begitu asiknya ya bersepeda di sini?

Kalau melihat harga bensin dan tarif parkir kendaraan bermotor di sini sih, ya sudah pasti naek sepeda itu asik banget. Murah meriah. Tapi ga asik lah ya kalau dikit-dikit menghubungkan keasikan dengan harga..

Lalu seberapa asik dong?

???????????????????????????????

Harus praktek secara langsung. Sepeda sudah siap, saatnya berkeliling kota Leiden untuk mencari musabab populernya bersepeda di Belanda. Let’s go!

…….
(2 jam kemudian)

Fyuh. Akhirnya tiba lagi di housing. Saya tiba di housing dengan sederet list keluhan (loh piye toh?). Bagaimana tidak, bersepeda di sini itu kondisinya :

  • Angin kencang dan dinginnya minta ampun

Sebagai eks penduduk Jakarta yang super gerah dan minim angin semilir, menerima perubahan cuaca ke “Dutch mode” itu sungguh ekstrem. Masalah celcius yang relatif rendah, saya cukup bisa menerima dengan lapang dada. Tapi untuk urusan angin… Brrr…. Dinginnya memilukan -_-

wind bandung leiden compare

Mengingat perbandingan dengan Jakarta nan panas bakal terlalu ekstrem, mari sedikit membandingkan dengan kota favorit saya untuk ngadem, Bandung, eh ternyata tetep aja perbedaan kecepatan anginnya kentara banget. Patut dicatat, ini masih musim panas di mana angin katanya masih “bersahabat” udah berasa kenceng dan dingin buat orang tropis, nanti kalau autumn atau winter, ga kebayang deh

  • Faktor jarang olahraga

Inilah kekurangan dari orang yang naturally berbadan atletis walau jarang berolahragaĀ seperti saya (what!! sebuncit itu atletis). Begitu menghadapi exercise seperti mengayuh sepeda, baru 2 kilo aja udah ngos-ngosan. Mau deh “sekali merengkuh kayuh, dua tiga kilo terlampaui”, sayang itu hanya frase plesetan dari pepatah lama di buku paket bahasa Indonesia. Ga akan ada orang sesakti itu, apalagi jarang olahraga. Huff..

  • Tingginya tingkat pencurian terhadap sepeda

Well, untuk kondisi satu ini, saya belum mengalami (dan jangan sampai! amin). Tapi sudah menjadi bahasan umum kalau tingkat pencurian sepeda sangat tinggi di sini. Level kejahatannya pun sangat beragam, dari yang curi spare part (pentil ban, lampu, dll) sampai curi sepeda utuh dibawa segemboknya. Curhatan orang yang kehilangan sepeda pun ga kalah macamnya, ada yang langsung trauma (ga mau bersepeda lagi), ada yang langsung galau gila berkelakar kalau sepedanya udah menemani sejak dia masih dalam bentuk sperma berlomba mengejar sel telur (eh, ga selebay ini juga dink.. hehe), ada pula yang cuek agresif –frase macam apa ini– dan dengan santai bilang, “kalau sepeda dicuri, ya ganti curi aja sepeda lain. Gitu aja kok repot” Cuek agresif kaan? -_-

So, ngapain naik sepeda??
……

(2 hari kemudian, dan hari-hari berikutnya)

Fyuh. Akhirnya sampai lagi di housing. Enak banget sih naek sepeda di sini. Asik bener loh (inkonsisten?). Ternyata ada benarnya kata orang bijak, ketika kita memilih untuk tidak mengeluh dan menjudge, kita akan menemui banyak hal indah untuk disyukuri dan diperjuangkan (cieh).

Jadi jadi apa ni alasan untuk terus bersepeda?

Ahaha.. mari kupas satu persatu

  • Emang harus olahraga

Bagi orang Indonesia yang terbiasa dengan iklim tropis, kondisi di Belanda ini walau ga selebay Rusia atau Islandia, tapi tetep dinginnya ga bersahabat. Apa yang paling enak dilakukan pas dingin? Makan dan tidur. Dua hal yang udah pasti menambah level kebuncitan. Emang sih assignment bertubi-tubi dari dosen bisa mengurangi berat badan, tapi berhubung mayoritas juga (lagi-lagi) menjadikan makan dan tidur sebagai obat dari ngerjain assignment, so mau ga mau ya emang harus olahraga. Cara paling murah dan simple? Salah satunya bersepedašŸ™‚

  • Jalanan sangat ramah untuk sepeda

Negeri kincir angin ini secara tata kota udah niat banget memberi dukungan untuk bersepeda. Jalur khusus sepeda ada di semua jalan dalam kota, lebar pula. Sudah begitu, secara geografis permukaan tanah di Belanda sangat rata, jarang ada tanjakan. Ingat, effort untuk sekali tanjakan untuk orang yang jarang olahraga itu setara dengan satu kebab recharge tenaga (haha..).

Camera 360

Menikmati jalanan yang lempeng dan pemandangannya warna warni

  • Priviledge orang yang bersepeda

Ga cuma dari kondisi jalan, orang-orang yang pakai kendaraan bermotor di sini juga menghargai para biker. Selalu bersabar kalau ada yang nyebrang (karena lampu merah dan rambu lalu lintas juga lebih mendukung sepeda sih). Enaknya lagi, di sini jarang banget dengar klakson (berasa curhat warga Jakarta). Damai sih menikmati angin tanpa kebisinganšŸ˜€

  • Terlatih tertib

Udah dapat jalur khusus, yang lain udah mau ngalah, masa iya masih mau lebih lagi? Kalau mau lewat di persimpangan yang ada lampu merahnya, ya pencet tombol dulu. Kalau ada tanda segitiga merah berarti dahulukan pengguna jalan dari arah yang lain. Kalau mau belok ya tangannya dipakai untuk ngasi “sein”, jangan kebawa kebiasaan belok mendadak seenak sendiri level “Hanya Allah Yang Maha Tahu” seperti di Indonesia. Kasian yang di belakang. Walaupun sampai diumpat pun ga ngaruh (karena pake bahasa Belanda kan, ga ngerti artinya hehe), tapi ya ketidaktertiban itu gimanapun jadi bikin orang lain terimbas masalah. Saya sekali dua kali masi kelupaan juga sih (loh piye toh?), misorientasi jalanan di Indonesia soalnya (di sini tiap lewat harus di lajur yang kanan, kebalikan dengan negeri kita tercinta). Berhubung orang-orang sini pada tertib, oke deh belajar buat tertib juga :3

  • Terlatih gigih

Sekali lagi ga ada orang sakti yang sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui, sekali mengayuh dua tiga kilo terlampaui. Ribuan gowes setiap hari, jutaan mungkin in total nanti, tapi dalam setiap rasa lelah pasti ada hasilnya kok. Yang terlihat sih ya tentunya sampai dari satu tempat ke tempat tujuan. But wait, kita sudah berlatih melawan angin (yang kadang kecepatannya lebih kenceng dari kecepatan kita mengayuh.. jadi berasa makin berat deh.. sesekali keseret bahkan). Sebagaimana setiap masalah yang ada di depan, semua bisa dihadapi dengan niat, senyum dan lapis-lapis kegigihanšŸ™‚

**

Jadi banyakan alasan untuk bersepeda kan? Bersepeda di Belanda itu emang asik dan asik. Sunah muakad lah, dianjurkan banget untuk dikerjakan (ahaha.. kenapa jadi sok2an ngasi hukum gini). Well, mari bersepeda dengan riang gembirašŸ™‚

Leiden, 13 September 2014

Penulis:

Simple, Humble, Gentle

4 thoughts on “Belanda, Negerinya Sepeda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s