Posted in periodic diary

Kolesterol


Menjelang liburan (mudik) ke Indonesia yang lalu, saya punya beberapa list to do yang musti banget dilakukan, di antaranya :

  • Potong rambut –> ini perkara kocek. Bagaimana tidak, di Belanda biaya potong rambut paling murah 10 Euro (sekitar 150ribu rupiah)! Nominal segitu bisa buat 30x potong rambut di kampung halaman saya di Solo, 15x jika di Bandung, atau 10x kalau di Jakarta. Jadi mesti banget rambut dibikin cepak biar ga sering-sering potong rambut di Belanda. Hehe..
  • Pijet –> nah hal satu ini amat langka di negeri kincir. Padahal beban tugas kuliah dan perjuangan tiap hari bersepeda melawan angin (yang kencangnya naudzubillah) membuat akumulasi badan pegel dan masuk angin sudah tak tertahankan lagi. Butuh pijeeeet… *bukan yang plus plus tapi ya😀
  • Liburan bareng keluarga –> kalau ini ga usah dijabarkan alasannya kenapa. Mudik itu tentu saja family time. Saatnya bersenang-senang menikmati waktu bersama keluarga. Bisa ke objek wisata menarik akan lebih baik, tapi kalau ga sempat, kebersamaan keluarga itu saja sudah merupakan bentuk liburan🙂
  • Medical check up –> satu hal serius. walaupun saya selalu bersikeras bahwa badan saya atletis  lumayan ideal, tapi well minimnya asupan sayur (saya cuma bisa masak gorengaaan #cupu) dan frekuensi olahraga, ditambah cukup sering begadang, membuat saya khawatir akan kesehatan. Sekali-sekali dicek di lab gapapa lah,, semoga ga kenapa-kenapa..

Okey, di postingan ini saya akan bahas dikit tentang list yang terakhir, medical check up (MCU). Seberapa penting sih MCU itu? dan mulai kapan mesti dilakukan? wah kalau itu sih saya awam juga.

Mungkin tergantung kondisi dan umur ya, juga punya banyak keluhan kesehatan atau tidak. Kalau bertanya pada petugas medis atau laboratorium check up, pasti dianjurkan sedini mungkin dan kalau bisa teratur, dilanjutkan dengan promosi check up di tempat mereka #eh.

Hmmm.. to be frank,  sebagai orang awam saya merasa MCU penting sebagai langkah untuk mendapat informasi tentang kondisi aktual kesehatan kita. Kalau ga ada masalah ya alhamdulillah. Kalau ada, ya bisa segera ditangani sebelum makin kompleks dan susah disembuhkan. Kata orang bijak sih, lebih baik mencegah daripada mengobati. Hoho..

Tapi emang bakal berefek signifikan terhindar dari penyakit? Bukannya banyak jenis penyakit yang bisa tiba-tiba menjangkiti? Iya sih.. Tapi ini case-nya seperti sedia payung sebelum hujan atau memakai helm saat berkendara. Emang jadi kehujanan atau kecelakaan itu urusan belakang, nomor satunya: ikhtiar. aware.

Lalu.. apa dengan MCU bisa fix mendeteksi semua penyakit di tubuh kita? Waha, bisa ga ya.. Mungkin bisa tapi kalau pemeriksaan full ya mesti merogoh kocek lumayan dalam. Untuk yang mainstream atau baru pertama check up, biasanya tak jauh dari paket ini:

  • Glukosa (gula darah) puasa — well, mesti puasa 12 jam sebelum MCU, biar valid
  • Kolesterol total — mencakup LDL, HDL, dan Trigliserida
  • Asam Urat

Yuph, bisa ditebak bahwa paket itu pulalah yang saya ambil. Setelah tanya sana sini, akhirnya saya putuskan MCU di Prodia Solo. Biaya total untuk paket tsb 326ribu, cukup terjangkau lah. Saya sendiri terjadwal diambil darah jam 7 pagi sehingga mesti puasa makan (minum air putih boleh) semenjak jam 7 malam hari sebelum pemeriksaan (haduuh.. laper deh malem2..).

Hari-H, proses MCU sangatlah singkat. Tinggal diambil darah dari vena di bagian lengan, persis seperti donor darah. Bedanya porsi darah yang diambil sedikiiit saja (kalau donor kan sampai 250 cc tuh). Beres, cek tensi bentar (alhamdulillah normal 110/70) lalu kelar. Tinggal tunggu hasil yang bakal keluar siang harinya (sekitar 6 jam setelah diambil darah).

Lalu lalu lalu.. hasilnya gimana yaaa… Normalkah? Ampaskah?

Jeng jeng jeng *zoom in* *zoom out*

Astaghfirullaah!!

KOLESTEROOOOL…..

Haha. I’m pretty shocked liat bagian kolesterol total. Terus terang saya benci kalau ada indikasi bahwa kesehatan saya tidak normal. Sekali seumur hidup tensi saya ga normal saja saya udah keringat dingin dan nyalahin alatnya (emang lebay sih.. ahaha). Saya selalu merasa insecure karena hal-hal seperti itu selalu diartikan oleh persepsi saya sendiri, bahwa itu mengarah ke “kamu harus periksa ke dokter”, “mungkin kamu perlu dirujuk ke rumah sakit”. Padahal selain dalam rangka jenguk seseorang (mendoakannya sembuh) dan jemput bu dokter (apa apaan ini, ngelantur kaan.. maksudnya jemput future wife/children kalau lahiran di sana ya #auwah), tidaklah sudi saya ke sana. Nah kalau beneran sakit? Ya jangan sampaiii!

ah KOLESTEROOOL….

Batas kolesterol total normal itu di angka 200. Dan saya “dengan hebatnya”, di umur baru 25 ini, sudah  punya kadar kolesterol 262 (yuph, harus diakui ini ampas). Mamam. Itu dicapai tanpa punya kebiasaan merokok atau minum alkohol (which is emang potensial berkolesterol tinggi). Dengan kata lain, pola makan dan pola hidup saya sedemikian ngasalnya. Asupan makanan berkolesterol ga terkontrol (sering kulineran, padahal kuliner yang enak kebanyakan berkolesterol) plus ga pernah olahraga. Ultimate combination. Mamam.

KOLESTEROOOL….

Sejak hasil check up itu keluar, saya jadi lebih aware (dikit) akan gaya hidup sehat. Makan gorengan dibatasin, malah sempat lima hari makan hanya dengan nasi dan sayur. Olahraga pun jadi rutin dengan jogging pagi dan sore. Sit up juga mulai digalakkan walau saat ini ga bisa mengelak ada bantalan yang lumayan di perut (sssttt… awas kalau sampai bilang buncit :v )

Bakal istiqomahkah? Nah itu yang susah. Hahaha..

Seringnya semangat 45 di awal, tapi mulai lembek setelah beberapa waktu. Harus benar-benar termotivasi. Gimana ya biar selalu ajeg olahraga? Gimana ya biar ga banyak tergoda mamam makanan-makanan enak yang kaya kolesterol? Gimana ya biar.. Gimanaaa?

Aih. Semua gara-gara KOLESTEROL..

Penulis:

Simple, Humble, Gentle

4 thoughts on “Kolesterol

  1. Wah.tinggi juga ya kolesterolnya..

    Coba sarapannya diganti pake oat aja mas.
    Mas Gin juga saya ajak tiap sarapan pake oat, makan siang dan malam minimal harus ada buah atau sayur.
    Alhamdulillaah kemarin pas medcheck beliau bagus hasilnya.
    Hehe.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s