Sholat Lail sebagai Penguatan Bekal

Lama ga posting tentang Islam. Kali ini saya coba lagi posting karena sepertinya saya sendiri baru butuh banget mendekatkan diri pada Allah SWT. Jadi butuh banyak reminder. Dan semoga postingan ini bermanfaat pula untuk kawan-kawan semua πŸ™‚

Materi ini merupakan intisari dari tausiyah Majelis Jejak Nabi oleh ustad Salim A Fillah yang saya ikuti dua tahun yang lalu di Jakarta. Bismillah..

**

Rasulullah SAW kala itu baru mendapat perintah untuk berdakwah secara terang-terangan. Sebagai sang Al Amin sekaligus keturunan bani Hasyim yg disegani di seantero Arab, Rasulullah secara teori sangat mudah dipercaya dan mendapat perhatian, baik dari bani di Mekkah maupun peziarah yg datang ke Masjidil Haram.

Tapi.. tapi nih ya.. faktanya banyak sekali yang terhalang dari hidayah Islam. Tak lain tak bukan faktor itu adalah paman Nabi sendiri, Abu Lahab. Setiap Rasulullah selesai berorasi dan orang2 yg mendengar merasa excited, Abu Lahab langsung membuat orasi yang menyebut semua yang dikatakan Muhammad adalah dusta, saya aja pamannya sama sekali ga percaya, apalagi kalian, ga semestinya percaya. Orang-orang pun jadi ikut hasutan Abu Lahab, terhalang dari hidayah.

Oya, Abu Lahab ini satu-satunya orang kafir yang saking jahat perbuatannya, diabadikan namanya dalam Al Quran. Ia dan istrinya pun satu-satunya cinta “abadi” sepasang manusia di dunia akhirat yang tertulis dalam Al Quran. Ironisnya, dijamin abadi dalam siksa neraka. Naudzubillahi min dzalik

Untuk menguatkan bekal mental Rasulullah dalam menghadapi berbagai rupa cobaan dan tantangan dakwah (seperti penentangan Abu Lahab), maka Allah SWT menurunkan QS Al Muzammil (surat ke-73) ayat 1-7 : Baca Selengkapnya

Terjerembab

Dari postingan sebelumnya tentang kolesterol, saya punya pe-er besar, salah satunya terkait olahraga. Olahraga rutin punya dampak untuk meningkatkan HDL (lemak baik) dan membantu membakar LDL (lemak jahat). Intinya, menurunkan kadar kolesterol total.

Inisiasi udah dilakukan selama dua minggu terakhir liburan kemarin (jogging), tapi untuk istiqomah olahraga di Belanda, it’s a whole different story.

Hari pertama datang, hujan. Oke tubuh belum fit karena jet lag, tunda dulu.

Hari kedua, kok cuaca masih sendu aja. Oke coba nekat. Eh, masuk angin.

Hari ketiga, masih berselimut hujan. Oke mari realistis. Ga perlu jogging, sepedaan aja deh.

Hari keempat, naik sepeda hujan-hujan. Waktu di tikungan yang menurun, tiba-tiba ada orang menyeberang jadi mesti ngerem mendadak. Berhubung roda udah halus, grip (daya cengkramnya) udah menurun plus jalanan licin, jadi deh. TERJEREMBAB. Jatuh dengan telak. My first accident in the Netherlands.

Hari kelima, ternyata efek hari sebelumnya masih kerasa. Lutut kanan saya kaku banget susah digerakin. Hahah #cups

Hufff… Adaa aja rintangannya buat hidup sehat ya. Tapi semua yang baik-baik itu emang banyak halangan kan ya. Semangaaad!! WE CAN RUN

*oya, lutut kanan saya udah hampir pulih gara-gara dengar kabar weekend ini ada futsal. Self suggestion isΒ  the ultimate way to heal, as always πŸ˜€ *