Arsip Bulanan: Januari 2016

Venezia : Kota Air nan Menawan

Buongiorno, Venezia!

“Buon Giorno” adalah ucapan “Good Morning” ala Italia. Apakah itu berarti orang yang menyapa berharap kita mendapat pagi yang indah, atau memang pagi akan selalu bagus apapun yang kita rasakan, atau ini adalah satu pagi untuk memulai something good?

Well, bisa jadi semuanya terangkum dalam satu frase, sebagaimana kata Bilbo Baggins di Lord of the Ring. Whatever, semangaad pagii teman-teman semua 🙂

venice_morning_day

Minggu lalu saya berkesempatan mengunjungi salah satu kota impian dalam bucket list saya, Venice.. atau dalam bahasa lokal, Venezia. Kenapa kota ini begitu menarik untuk dikunjungi? Tak lain tak bukan karena superuniknya: City of Water aka The Floating City. Kota-kota di Belanda juga banyak kanal sebenarnya tapi sebagai support system aja, sementara kota satu ini.. kanal adalah jalan utamanya. Alih-alih motor, mobil atau bus, vaporetto (kapal) maupun gondola menjadi kendaraan primer.

Jalan-jalan menyusuri gang di Venezia sungguh nice experience karena setiap sudut kota menawarkan warna yang menawan. Coba tengok beberapa kanal yang saya lewatin berikut ini:

DSC_3094

DSC_3076

Cantik, bukan? 🙂

Karena saya solo travelling ke Venezia ini, keliling kota saya lakukan cukup dengan berjalan kaki. Menyusuri gang-gang sempit, mencoba menikmati getting lost in Venice (walau ga pernah sampai tersesat amat, entah karena navigasi saya lumayan atau dasarnya banyak petunjuk menuju objek wisata utama.. hehe), sambil foto-foto tentunya.

Kenapa ga naik gondola, perahu khas Venezia nan masyhur itu?

Well, dua alasan utama:

  1. Mahal bingit. Perlu merogoh kocek lumayan dalam mengingat harganya yang bisa sampai 80 euro untuk 30 menit doang. Satu gondola maksimum 6 orang, dengan kata lain, harga akan minimal kalau patungan berenam. Lah kalau sendiri?
  2. Ada beberapa experience di dunia ini yang tidak elok nampaknya dinikmati as a single.. Wkwk… #baper #biarin

DSCN3904

DSCN3921

Oya, saya mengunjungi Venezia ini pas winter (musim dingin). Keuntungannya? Jumlah wisatawan ga padet, jadi kerasa lebih asik nyusurin gangnya. Harga akomodasi juga cenderung lebih murah. Plus, bau kanalnya ga menyengat sama sekali dan nyamuk memilih untuk tidak hidup, beda dengan musim panas. Kekurangannya? Selain udara dingin, langit gloomy. Mendung gitu kurang maksimal untuk ambil foto. Hehe. Pun jadwal restorasi Venice yang seringkali dilakukan di kala musim dingin tiba (make sense sih, biar pas banyak pengunjung udah tertata rapi lagi). Waktu saya di sana, Rialto Bridge dan Piazza San Marco sedang ada perbaikan. Cukup disayangkan.

Tapi Venezia tetaplah Venezia. Dari sunrise sampai sunset tiba, selalu menawan dan penuh warna.

DSCN3949

DSCN3951

DSCN3969

Alhamdulillah. Satu lagi bucket list yang tercoret.

Tunggu cerita lebih lengkapnya ya.. 🙂

2016 Tahunnya Bersyukur

Halo teman-teman semua,

Tak terasa ya udah 2016 aja. Seperti biasa, waktu berlalu 365 hari panjangnya di 2015, dan banyak dari kita bisa dengan enteng bilang “wah ga kerasa yaa” (termasuk saya!). Dengan logika kayak gini, ga heran sih Rasulullah SAW bersabda selisih waktu antara beliau diutus (which is di abad 7) sampai kiamat (yg entah kapan, wallahu a’lam) itu jaraknya hanya seperti jarak 2 jari, dan itu make sense. Jarak dua jari jelas sangat pendek, tapi saya ngebayangin di akhirat kelak pasti ga ada yg protes dengan kalimat tadi. Lha wong mau diberi waktu pendek atau panjang, siklusnya tetep: Tahun baru-beraktivitas-akhir tahun-bilang ‘ga kerasa ya tau-tau udah akhir tahun aja’-Repeat. Ahaha..

Oya, awal-awal tahun biasanya pada bikin resolusi nih. Entah emang udah kebiasaan, entah karena ikut-ikutan, atau ya karena inget standar baku resolusi awal tahun, “mengejar wish list tahun lalu, meneruskan usaha dua tahun lalu, yang ditulis tiga tahun lalu, dan sebenarnya udah direncanakan empat tahun lalu”… Wkwk kok serba rekursif ya..

Antara penting ga penting sih ya bikin resolusi, tapi diliat positifnya aja setidaknya ada semangat untuk memperbaiki diri. Tiap orang punya checkpoint sendiri-sendiri dalam berusaha mewujudkan mimpi. Ada yang pas ultah, ada yang waktu naik kelas, ada yang di momen pergantian tahun, dan banyak lagi. Apapun, semoga teman-teman terus semangat dan tercapai targetnya. Amiin.

Saya sendiri mau ngapain ya di 2016? Mau ngapain hayo? Ahaha..

Saya ga bisa bilang ini adalah sebuah resolusi. Tapi yang jelas saya ingin kembali belajar hal basic di tahun ini, belajar bersyukur. Beberapa tahun belakang sudah berlalu dengan indah, tapi kok ada dark side yang susah banget diilangin: merencanakan, berusaha gigih, lalu lihat hasilnya dan tentuin mana yg sangat pantas disyukuri, mana yang cukup pantas disyukuri, dan mana yang tidak.

Whaaat?! Lancang banget ga sih.

Bukannya bersyukur itu harusnya berada di step paling pertama banget? Iya mestinya. Karenanya saya bilang tahun ini pengen hal tersebut ga berhenti di kata atau teori aja.

Tahun yang berlalu itu melelahkan, ya iya namanya usaha, dan kerasa  semakin capek yang ga perlu karena lupa atau telat bersyukur. Secara garis besar PRnya dua: 1. nemuin cara efektif dan bisa jadi resep konstan  memulai hari dalam keadaan bersyukur regardless yg terjadi di hari sebelumnya (bukan galau) dan 2. kalau emang lupa, gimana biar secepat mungkin ingat untuk bersyukur.

Berasa absurd ya? Ahaha..

Yang jelas, 2016 ini akan jadi tahun yang teramat indah. Akan banyak impian yang tercapai, karena insya Allah tahun ini saya lebih bersyukur dari tahun kemarin 🙂

Alhamdulillahi rabbil ‘alamiin.

Bismillah 2016.