Posted in jalan-jalan

Jalan jalan San Marino


Bercerita jalan-jalan lagiii.. Hidup udah sepaneng (kaku/bosan dalam bahasa Jawa -red) nih berkutat sama tesis mulu. So, kita lanjutkan saja ya cerita jalan-jalan solo travelling tiga negara yang sempat tertunda.

Negara yang saya kunjungi kali ini adalah San Marino, sebuah negara mungil yang luas wilayah dan jumlah penduduknya ga lebih banyak dari kecamatan di kota Bandung (dengan luas hanya 61 km2 dan penduduk 30ribuan, negara ini termini ketiga di Eropa dan kelima di dunia). Saking mininya, konon jumlah kendaraan di sini lebih banyak dibanding populasi manusianya. Hehe..

Untuk mencapai San Marino, kita mesti menuju kota Rimini (baru denger kota kecil di pinggiran Italia ini? toss samaa!) secara negara ini ga punya bandara dan stasiun. Jalur jalan raya menjadi opsi satu-satunya, antara ditempuh dengan mobil (buat yang punya, atau yang mampu sewa), vespa (aih kendaraan khas Itali satu ini! kembali buat yang mampu sewa), atau duduk anteng di dalam bus (jelas opsi yang diambil oleh mahasiswa gemar menabung kantong cekak cem saya.. wkwk).

Bus Rimini-San Marino

Halte bus menuju San Marino terletak pas di sebarang stasiun kereta Rimini. Haltenya ga catchy sama sekali, cuma papan doang yang ga keliatan dari jauh. Yang bisa jadi patokan: kalau kita keluar lewat pintu utama stasiun Rimini dan menjumpai Burger King di seberang, berarti udah di arah yang benar. Tinggal tunggu saja menjelang jam berangkat karena selain halte yang gitu doang, kota Rimini yang supersepi (sesepi hatiku yang jalan2 seorang diri #gubrak), tiket juga bisa dibelinya langsung ke pak sopir bus. Lima euro untuk one way. Pastikan tidak ketinggalan bus, karena frekuensi transport yang cukup jarang di sini (1 jam sekali – cek jadwal di sini). Bisa mati gaya ntaar kalo ketinggalan transport..

san marino bus

Perjalanan Rimini ke San Marino ditempuh dalam 30 menit saja. Oya, negara kecil San Marino ini terletak di atas gunung (Mount Titano) jadi pemandangan selalu perjalanan lumayaan, apalagi saat dari jauh mulai tampak tower-tower  San Marino yang diselimuti kabut. Misty mountain feel!

Porta San Francesco – Palazzo Publico

Turun dari pemberhentian bus, kita bisa naik lift atau tangga menuju gerbang kota tua San Marino, Porta San Francesco. Sebenarnya ada juga pilihan mengakses sini dengan kereta gantung (funivia), tapi males mesti turun bus di tengah perjalanan dan nunggu giliran naik udaah bilang aja males ngeluarin duit lagi. Selepas Porta San Francesco, mulailah kita naik-naik ke puncak gunung, tinggi tinggi sekali… Hehe, lokasi objek wisata San Marino yang berada di atas bukit memang mengharuskan kita menyusuri jalanan menanjak. Tapi no worries, emang pada dasarnya saya lumayan suka trekking. Buat yang agak males dengan tanjakan, ya ga perlu buru-buru karena di sini kiri kanan sepanjang jalan berjejer toko yang tax free (yang hobi shopping), toko pizza yang menggoda selera (yang doyan kuliner), atau ya dikit-dikit ambil foto yang instagrammable (yang demen foto). Tidak butuh waktu lama untuk sampai di Palazzo Publico, plaza utama tempat orang San Marino kumpul untuk upacara kenegaraan.

porta san francesco

palazzo publico

Ini nampilin fotonya kok berasa sok-sokan ke sana pakai mobil mewah yaa.. wkwk

The Three Towers 

Nah objek wisata utama yang juga jadi simbol di bendera San Marino adalah tiga tower utama: Guaita (tower tertua dan paling dikenal), Cesta de la Fratta (tower tertinggi) dan Montale (tower terkecil)

Untuk masuk tower Guaita, sang tower utama, kita perlu bayar 4.5 euro. Harga yang sama untuk tower kedua (atau ada paket combo ya? lupa deh, ga masuk tower kedua soalnya). Dari atas tower kita bisa melihat pemandangan  negara San Marino dari ketinggian. Walau ga keliatan jelas karena kabut di mana-mana. Kayaknya dua kata: “tower” dan “kabut” itu merangkum banget deh tentang negara ini. Walau untuk kata yang kedua agak debatable sih karena saya ke sana waktu winter. Musim panas mungkin bakal terang benderang dan foto tower yang didapat pun lebih caem *foto tower berkabut suasana misty mountain juga bagus ding (menghibur dirii)😀

Guaita Fortress

Guaita

Cesta de la Fratta

della frata

Montale

montale

Asik lho, teman-teman, menyusuri jalanan antar tiga tower itu. Guaita dan de la Fratta dapat disusuri dalam jalan berundak dengan jurang menganga di sebelah kiri, sambil menikmati dinginnya kabut. Sedangkan antara de la Fratta dan Montale jalan setapaknya berasa di dalam hutan. Ga banyak yang jalan ke Montale karena memang tower ketiga ini satu-satunya yang ga dibuka untuk publik. Untung saja saya tidak melewatkan trekking ke Montale karena suasana sejuk jalanannya yang mendamaikan hati (auwah) plus hadiah kecil ujung jalan, kebetulan sekali tower mungil itu kena sorot matahari, dapet juga foto yang backgroundnya langit biru. Hehe…

Perjalanan berikutnya dihabiskan dengan turun anak tangga menuju tempat mangkal bus. Berasa cukup singkat kunjungan kali ini mengingat bus hanya ada sampai sore dan saya mesti melanjutkan perjalanan ke kota air Venezia. Cerita di kota nan cantik itu sudah saya tulis di postingan sebelumnya. Monggo kalau mau baca..

Sampai jumpa di cerita selanjutnyaa…🙂

 

 

 

Penulis:

Simple, Humble, Gentle

One thought on “Jalan jalan San Marino

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s