It’s Beautiful Day…

Cara kita memandang dan menyampaikan sesuatu, seringkali berdampak terhadap bagaimana penerimaan dalam diri kita maupun penerimaan orang lain. Tentunya kita berharap selalu bisa memandang sesuatu dari sisi positif, tapi hal tersebut tidaklah mudah. Terkadang, kita mesti disadarkan dulu oleh keadaan, nasehat orang lain, atau sekedar melihat video singkat nan inspirational.

Nah, untuk saya sendiri, seringkali kembali ke video inspirational berikut untuk kembali berpikir dan menyampaikan sesuatu secara positif, monggo dibuka dan ditonton:

Sudah dibuka? Bagaimana, singkat tapi powerful bukan?

Video tersebut menceritakan bagaimana bapak tua yang nutanetra (buta) mengemis dengan menulis di kertas kardus “I’m blind, please help!” (saya buta, tolong bantu). Dari sekian banyak orang yang lewat, hanya sedikit yang menyisihkan uang koin untuk bapak tua tersebut. Sampai datang nona muda yang lewat, mengubah tulisan di kertas kardus sang bapak, dan surprisingly lambat laun banyak orang yang berdonasi. Bapak tua itu pun penasaran apa yang dilakukan sang nona muda, kenapa jadi banyak yang berempati padanya.

Sang nona muda pun menunjukkan apa yang dilakukannya, yakni mengubah kalimat awal dari sang bapak menjadi “It’s beautiful day and I can’t see it” (Hari ini adalah hari yang indah walaupun saya tak bisa melihatnya). Wow!

Ternyata apa yang kita lihat dan kita sampaikan, benar berpengaruh terhadap penerimaan orang lain. Di kalimat awal, sang bapak secara literal menyampaikan kondisinya. Dia buta maka dia minta orang lain mengasihaninya. Hasilnya? Sedikit yang berempati. Karena pada dasarnya tiap orang mempunyai struggle (kesusahan)-nya sendiri. Hanya karena kita susah, bukan berarti orang lain ga kalah susah. Hal ini yang membuat empati jadi tidak bertemu.

Sebaliknya, saat kita menyampaikan kondisi susah kita dengan positif, bahwa kita tetap bisa bersyukur dan menikmati hari ini walaupun ada kesusahan yang kita hadapi, maka orang lain pun tumbuh empatinya. Secara tidak langsung orang yang lewat teringat juga bahwa di balik kesusahan masing-masing, ada banyak hal yang bisa disyukuri. Banyak sekali hal, yang ternyata tidak semua orang seberuntung kita. Orang yang tidak beruntung itu saja bersyukur, kenapa kita tidak? Oleh karena itu, menjadi tergerak untuk support.

Nah, pelajaran yang ada dalam video inspirational tersebut, in some extent kadang saya renungkan juga saat menghadapi masalah yang pelik dan tak tahu lagi solusinya selain memohon kepada Sang Pemilik Segala Kekuatan, Allah SWT.

Betul bahwa Allah akan mendengarkan keluh kesah hambanya, apapun bentuknya. Tapi apakah jika saya hanya berkeluh kesah saja, tanpa sense bersyukur, Allah pun juga menjadi tidak empati pada kita?

Tidakkah sebaiknya memang kita memulai doa kita dalam syukur dan ikhtiar dulu?

Karena kembali lagi, banyak sekali hal yang perlu kita syukuri, yang ternyata baru kita sadari kemudian bahwa tidak semua orang seberuntung kita. Dan kita kembali dalam sujud yang penuh syukur walaupun kita ditimpa ujian.

Semoga Allah senantiasa memberi kita kekuatan.

Karena in the end of the day, it’s beautiful day….

Hari ini adalah hari yang indah untuk disyukuri.

Bekasi, 21 Maret 2021

Note: Ditulis sebagai tulisan kedua untuk belajar ikhlas dan berpikir positif. Untuk Ibunda tercinta.